Wisata Pulau Abang Satu Pintu

Wisata Pulau Abang Satu PintuBATAM,TRIBUN – Konsep pengembangan Pulau Abang sebagai objek wisata bahari terus berjalan. Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika meminta agar di pulau tersebut dilengkapi dengan pondok informasi.

Selain itu, wisatawan yang akan masuk ke Pulau Abang akan dibuat satu pintu. Tujuannya supaya wisatawan yang masuk tidak merusak terumbu karang yang ada.

“Kita ingin agar tanaman langka yang ada dijaga. Wisatawan datang bisa melihat dan berfoto tapi untuk tidak boleh memetiknya apalagi merusaknya. Karena itu wisatawan yang datang supaya dipandu. Bila perlu mereka dan barang bawaannya bisa diperiksa,” kata Ria.

Wawako itu menyebut tumbuhan coremap di Pulau Abang, sangat bagus. “Kita ingin ada yang datang melakukan penelitian terhadap ekosistem dan biota laut.Termasuk tanaman langka blue coral. Sehinga bisa diketahui apa khasiatnya. Kita akan jadikan Pulau Abang tujuan wisata yang punya nilai ekonomi dan edukasi,” papar Ria.

Konsep lainnya yang dikembangkan yakni nantinya warga akan menyediakan tempat tinggalnya untuk para wisatawan. Begitu juga dengan kerajinan tangan bisa dipasarkan bagi wisatawan tersebut.
Pengembangan Pulau Abang saat ini menggunakan bantuan dari Asian Development Bank (ADB) sebesar Rp 18 miliar. Pemko Batam akan menyediakan dana pendamping sebesar 20 persen dari dana bantuan.(hat)

11 thoughts on “Wisata Pulau Abang Satu Pintu

  1. Assalaualaikum wr, wb.
    Pak Ria , setuju saja dalam pengembangan wisata pulau abang dengan tujuan pengembangan untuk kesejahteraan masyarakat setempat, dan pemasukan APBD juga untuk tujuan pelestarian / konservasi daerah pulau maupun pesisir,
    hal yang perlu di jaga adalah ekosistem pessir tropis seperti hutan mangrove, terumbukarang, padang lamun, berikut sumber daya hayati dan non hayati yang terkandung didalamnya.
    Perlu diperhatikan karakteristik laut ,diintegrasikan secara terpadu, biasanya kebijakan pemerintah yang sektoral dan bias daratan , akhirnya menjadikan laut sebagai kolam sampah raksasa..
    Persoalan yang mendasar adalah pengelolaan wilayah pesisir dan pulau – pulau kecil yang efektif untuk memberi kesempatan kepada kelestarian sumber daya hayati dan non hayati serta mengeliminir faktor faktor yang menyebabkan kerusakannya.
    Secara normatif kekayaan sumber daya pesisir dikuasai oleh negara ( sesuai pasal 33 UUD 1945 dan UU Pokok perairan No.6 / 1996) sebaliknya masyarakat adat mengklaim sumber daya perairan laut dianggap sebagai hak ulayat (common property ) berdasarkan hukum adat yang ada jauh sebelum berdirinya negara Indonesia.
    Wilayah Perairan dikelola sedemikian rupa guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat, memberikan manfaat bagi generasi sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang, ironisnya sebagia besar tingkat kesejahteraan masyarakat yang bermukim diwilayah pesisir justru menempati strata yang paling rendah bila dibandingkan dengan masyarakat darat lainnya.
    demikian masukan buat pak ria, semoga bermanfaat.
    Wassalamualaikum wr wb.
    ——–
    Hi Pak Yusran,
    Terimakasih atas pemkikirannya… ternyata kita sependapa akan hal ini… senang sekali jum’at lalu kita dapat berjumpa di Masjid, ba’da jum’atan
    Thanks & Wassalalm
    Ria

  2. Ide yang sangat baik pak. Langkah pengembangan kepariwisataan yang sangat peduli, baik terhadap kelestarian eco system dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Issue mengenai terumbu karang bukankah juga menjadi sebuah Issue yang sangat sentra di dunia sekarang. Selama ini pengembangan objek wisata banyak yang sudah lari dari kaidah yang dimaksud dengan adanya pariwisata. Distorsi yang terjadi juga terjadi akibat lemahnya pengawasan kita sebagai tuan rumah atau barangkali kita lebih cendrung untuk memikirkan pertumbuhan ekonomi di kawasan pariwisata tersebut.
    Pulau abang dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif tujuan wisata, khususnya wisata bahari. Nilai “Ideallic” yang di miliki oleh Pulau Abang harus di Ekspos dengan gencar. Barangkali disaat kawasan di sekeliling sibuk dengan pengembangan yang dahsyat untuk kepariwisataan. Kita disini bisa berkompensasi dengan pengembangan sektor ini. Bukankah dunia yang kita diami sekarang merupakan pinjaman dari generasi berikutnya.
    masukan barangkali, pengembangan kedepan untuk Pulau Abang harus betul2 disiapkan dengan matang, sebab ini merupakan asset yang belum tentu dimiliki oleh daerah lain, yang satu ini bisa kita proto-tipekan dengan taman Laut Bunaken, dan ternyata kita memilikinya.

    Go ahead !
    2 thumbs up..!
    E1
    ———-
    Wah luar biasa komentar Toekang Teksi yang satu ini, kalau semua tukan taxi seperti ini bisa maju pariwisata di Kota Batam ini.
    Betul ngak???
    Terimakasih atas pemikiran-pemikirannya.
    Wassalam
    Ria

  3. Pak Ria
    1. Optimalkan dinas pariwisata. PNS digaji itu untuk kerja.
    2. Create promosi yang berkualitas,
    3. Jalin hubungan dg pihak luar negeri. buat reservasi yg mudah buat turis, terutama travel, hotel, dll.
    4. Infrastruktur yang benar (lucu skali ngelihat object wisata di batam, masak jalan masuk menuju ke object wisata rusak parah, sapa yang mau dateng)
    5. Maintenance object wisata. Pengecekan secara berkala ttg kualitas sarana object wisata. Umum banget di daerah2,kawasan wisata = toilet pesing, banyak sampah, perumahan kumuh. dll.
    6. Pemasukan duit harus transparan, rawan korupsi kalau keuangan tidak ditata.
    7. Buat sebuah link antar object wisata.

    Saya mencontohkan obyek wisata bahari di lamongan, tempat saya berasal. Tiap tahun bisa menyumbang 10-25M. untuk sekecil lamongan duit segitu udah buanyak.

    Karena ini adalah ladang PAD yang lumayan gede. Butuh konsentrasi dan komitmen masyrakat dan pemerintah.

  4. dear,

    Kami turut mencoba mengembangkan pulau abang sebagai daerah wisata berbasis masyarakat.
    Mohon arahan dan dukungan kiranya ini dapat menjadi salah satu upaya mendukung visit batam 2010.

    hormat kami

    andre
    ——-
    Hi Andre,
    Pertama kami ucapakna terimakasih atas kepedulianya.
    Silahkan ajukan konsep tertulisnya kepada kami, boleh juga via email.
    Sebab banyak juga proposal2 serupa.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  5. asalamualaikum,
    sile liat ke blog kami http://www.karangreefs.blogspot.com, di situ terpapar juga beberapa konsep yang dikembangkan.
    Proposal boleh banyak asal dapat dipertanggungjawabkan dari hasil pemikiran, dll.
    dan kita juga mau tanya seperti apakah konsep visit Batam 2010 ?.
    Apakah bagian-bagian parsial seperti pengembangan beberapa daerah wisata telah termasuk di dalam masterplan pemko batam. Atau hanya sebatas menggali pemikiran-pemikiran/ konsep berupa proposal.
    Kalau Pemko punya master plan tentu saja kita dapat melihat peran kecil apa yang bisa kita lakukan.
    Kita tunggu saja Pemko Batam !, sementara ini kita tetap coba bergerak di basis.

    wasalamualaikum
    ——–
    Assalammu’alaikum wrwb.
    Hi Mas Andre, Ternyata anda salah faham dan terkesan anda malah mengajak saya untuk meng-adu konsep!

    Masalah Visit Batam 2010 adalah tugas Disparbud Kota Batam dan saat ini mereka sedang bekerja bersama konsultan…
    Dan saya yakin anda juga sangat tahu bahwa COREMAP Pulau Abang dan sekitarnya berada di dalam koordinasi Dinas KP2 & Bapeda Kota Batam.

    Sebenarnya saya sedang mencoba mengakomodir anda, bisa saja anda ternyata punya konsep bagus dan barangkali anda selama ini telah mencoba menembus jalur komunikasi yg ada tapi belum berhasil!

    Saya sebenarnya berada pada posisi fasilitasi sebagaimana fungsi weblog ini, sebab ini bukanlah official website Pemerintah Kota Batam… Ini adalah weblog Pribadi saya yg kebetulan juga sebagai wawako.

    Selain anda banyak juga beberapa pribadi, komunitas dan bahkan investor yg tertarik! … Untuk itu saya meminta anda memaparkannya atau mengirimkan file nya kepada saya…

    Sebagai silaturahiem saya juga berkunjung ke Website/Blog anda, membaca dan melihat foto2 yg ada, tapi tidak dalam kerangka mengumpulkan konsep anda lalu mendokumentasikannya dalam bentuk file.

    Bahkan saya juga sudah dengan baik merespon anda melalui forum yg juga anda usulkan! silahkan lihat disini

    So… Sekarang saya jadi tidak mengerti tujuan anda yg sebenarnya!

    Demikan dan mohon maaf kalau kurang berkenan.
    Wassalam
    Ria

  6. asalamualaikum,
    Wah iya nih saya yang salah paham, terima kasih atas pencerahannya.
    Mohon maap kurang perkenannya.

    wasalamualaikum

    hormat kami,

    andre
    ——–
    Mantab! sudah saling tune in 🙂
    Kalau gitu sekarang clear tinggal langkah selanjutnya!

    Thanks & Wassalam
    Ria

  7. Izinkan saya mengutip doa Rasulullah SAW di Thaif, :

    “Ya Allah, kepada-Mulah kuadukan lemahnya kekuatanku, kurangnya upayaku, dan kehinaanku dalam pandangan manusia.
    Wahai yang Maha Rahim dari sekalian Rahimin, Engkaulah Tuhannya orang-orang yang merasa lemah, dan Engkaulah Tuhanku, kepada siapakah Engkau serahkan diriku.
    Kepada orang asing yang memandangku dengan muka masam atau kepada musuh yang Engkau berikan segala urusanku. Tiada keberatan bagiku asal engkau tidak marah kepadaku.
    Lindungan-Mu sudah cukup bagiku.
    Aku berlindung kepada-Mu dengan Nur wajah-Mu yang menyinari segala kegelapan, dan dengannya menjadi baik dunia dan akhirat, dari turunnya murka-Mu kepadaku atau turunnya Ketidakridhaan-Mu kepadaku. Jauhkanlah murka-Mu hingga Engkau ridha. Tiada daya dan upaya melainkan dengan-Mu.”
    Kebenaran hanyalah milik Allah semata…

    wasalamualaikum

    andre
    ———
    Masya Allah, Amiin ya Rabb Al ‘Alamin

  8. Assalammualakum W.Wb.

    Pak Ria, kami sangat mengharapkan apabila PEMKO Batam melalui Dispar dan instansi terkait lainnya dapat lebih serius dalam mengembangkan Wisata Bahari Berbasis Masyarakat di Batam, khususnya di Pulau Abang. Namun sebagai informasi, setelah kami amati dengan seksama keadaan P.Abang pasca Bapak sounding sebagai daerah tujuan wisata bahari Batam, maka kami melihat ada beberapa pihak yang terlibat dengan proyek Coremap, baik langsung maupun tidak langsung yang mencoba untuk menjalankan aktivitas ” Wisata Bahari Berbasis Masyarakat “, khususnya untuk kegiatan wisata diving menggunakan label ” wisata berbasis masyarakat” namun dalam kenyataannya mereka tidak melibatkan masyarakat Pulau Abang secara keseluruhan, bahkan banyak masyarakat P.Abang yang tidak mengetahui dan mengerti dengan kegiatan yang telah dilakukan oleh oknum2 tersebut dengan mengatas namakan masyarakat. Sehingga menurut hemat kami kegiatan wisata diving di P.Abang yang dilaksanakan oleh oknum2 tsb adalah untuk kepentingan mereka sendiri, sehingga sangat jauh dari konsep Wisata berbasis masyarakat yang sebenarnya. Demikian Pak, mohon agar Bapak dapat cek n ricek dengan masyarakat P.Abang atau melakukan observasi langsung ke P.Abang.

    Wassalam.

  9. pak ria YTH

    coba di creat pualu abang stara bunaken,,bosen negh..batam kota industri mulu,,hee

  10. Saya stuju ..
    pulau abang jika dikembangkan menjadi wisata bahari
    Pasti pulau abang jadi rame pengunjungnya
    Tpi saat ini pulauu abang lumayan rame, karena bnyk dari pendatang batam yang datang memancing ..
    Lanjutkan !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s