Pedagang Mulai Gulung Tikar

Pedagang Mulai Gulung TikarBATAM, TRIBUN – Pedagang yang berjualan di area Jodoh Boulevard, Batam, terus merugi. Bahkan ada di antara mereka yang menutup usaha alias gulung tikar.

Belum rampungnya pembangunan proyek Provinsi Kepri inilah yang diklaim menjadi penyebabnya. Ditutupnya akses jalan akibat pembangunan membuata pedagang tidak mendapatkan pelanggan lagi.

Rata-rata pedagang mengeluh omzet jualan menurun drastis.”Biasanya omzet kami satu hari sekitar Rp 2 juta sekarang tak sampai Rp 1 juta,” kata seorang pedagang.

Proyek senilai Rp 2,8 miliar ini sebenarnya dijadwalkan rampung Desember 2007. Namun hingga kini proyek yang diharapkan mirip Bugis Junction ini belum selesai.
Wakil Wali Kota Ria Saptarika sempat berharap proyek ini segera selesai. Sehingga pedagang tidak akan terus merugi akibat penutupan jalan.
Namun Ria enggan membeberkan secara jelas penyebab belum rampung nya pembagunan Jodoh Boulevard. ”Silakan tanya saja ke provinsi,” tambahnya.
Ria sangat berharap, Boulevard bisa cepat selesai agar kendaraan bisa masuk seperti biasanya. “Boulevard ini kan kebanggaan Batam jadi kita berharap cepat selesai,” paparnya.
Proyek Jodoh Boulevard itu masih berupa tanah. Beberapa waktu lalu Pimpinan Cabang PT Rosa Lisca, Jadiman Pangaribuan yang membangun proyek itu mengatakan keterlambatan pembangunan karena terkendala pembebasan lokasi kerja.

Proyek ini mestinya selesai tahun 2007, tapi tidak bisa terkejar karena lokasi mulai dikerjakan 26 November 2007.
Ketua Forum Komunitas masyarakat Jodoh, Wili yang juga Ketua RT di Tanjung Uma mengatakan sangat berharap segera dibuka akses jalan ke Tanjung Pantun. Akibat tertutup akses jalan itu, Tanjungpantun bagaikan kota mati.(hat)

6 thoughts on “Pedagang Mulai Gulung Tikar

  1. Pak Ria
    Beberapa pembangunan di batam sepertinya harus dievaluasi, pembangunan jalan yang sering rusak(hampir dimana2 jalan di batam rusak), jembatan penyebrangan yang salah tempat (di pertigaan patung kuda seipanas, coba lihat siapa yang makek penyebrangan itu, coba buat aja di Nagoya, Jodoh di sana pasti berguna) . Tempat sampah dan trotoar di jalan park way depan poltek (tempat sampah, siapa yang mbuang sampah di sana, orang jalan kaki lewat di sana aja gak ada) dst…..
    Sudah gak jamannya pembangunan itu ngawur, ngabisin duit rakyat dg embel2 pembangunan. Tetapi pembangunan yang salah kaprah.
    ——-
    Hi pak Younan, anda benar… terimakasih atas masukannya hal ini akan kami evaluasi.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Saya tak pernah tega melihat penderitaan para pedagang kaki lima kita yang terus menerus dirongrong dengan berbagai cara oleh berbagai pihak. Tolonglah Pak Ria, perjuangkan nasib mereka. Walau bagaimanapun mereka juga penggerak ekonomi di negeri ini.
    ——
    Hi Mas Rafki, terimakasih atas comment nya.
    kami sependapat dengan anda, insya Allah kita berusaha untuk itu.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  3. Assalamulaikum,

    Saya jadi heran dengan Negeri kita ini pak, ketika Pemko Batam yang sudah mulai “progressive”, kok malah Pemprov yang bikin lemah. Sebaiknya budaya niru2 proyek di negara tetangga sebaiknya di pelajari betul2. Setaunya kita Bugis Juction ngak kayak gitu. kayaknya lucu deh kalau bunyinya “Jodoh junction” Tapi udah lah pak, kita lihat pulalah samapai dimana Pemprov menyikapi keluhan saudara2 kita yang lagi dirudung ” Poyek di Junction ini” ( Maksudnya setelah ada proyek malah terjebak di Juction..hahahha).

    Tolong perjuangkan pak… God bless U..!

    Wassalam
    —–
    Emmm.. No Comment! 🙂
    Thanks & Wassalalm
    Ria

  4. wah Pak Ria kewalahan nich baca komen2 nya..😀

    Tetap Semangat Pak WAWAKO!
    ———
    Iya nih bang Irwin, tapi senang kok, karena bisa silaturahim dengan warga Batam dengan mudah.
    Keep contact.
    Thanks & wassalah
    Ria

  5. Memang suse(susah sekali) di indonesia ini. Mau niru tetangga tapi setengah-setengah. Kalau di negara tetangga mungkin pembangunannya serius. Serius biaya dan serius plan-nya. Kalau untuk yang bagus itu mahaal dan peraturannya ketat. No toleransi baru okey. kita berharap ada penyelesaian yg serius oleh pihak yg berkepentingan, jangan berlarut-larut. malu sama warga sendiri dan wisman.

  6. Wah.. Pak Ria manggil saya jangan terus pake abang lah..😦
    Saya kan masih muda. dan umur saya jauh dibawah umur Pak Ria.

    Gak pantes lah saya dipanggil abang😀

    OK SEMANGAT & SUKSES buat Pak Ria.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s