Daftar Antre KTP Makin Panjang

Selasa, 2008 April 01

Usai pemimpin upacara di SMA 12 Tanjunguma, Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptrika, Senin (31/3) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Kecamatan Lubukbaja dan Kecamatan Bengkong. Dalam sidak tersebut, Ria mendapatkan masih banyak berkas aplikasi pembuatan KPP SIAK yang menumpuk. Seperti di Lubukbaja, walaupun saat ini sudah online dengan Disduk, namun penumpukan berkas mencapai 1.200 berkas. Begitu juga dengan Kecamatan Bengkong, saat walaupun sudah online, tapi berkas masih menumpuk hingga 1.500 berkas.

“Pemerintah berusaha untuk meningkatkan pelayan ke masyarakat, terutama dengan penerapan KTP SIAK. Saat ini sudah ada peningkatan pelayanan, walaupun di dua kecamatan, baik Lubukbaja dan Bengkong, masih menemukan penumpukan berkas SIAK,” paparnya, kepada Batam News, Senin (31/3) kemarin.
Untuk mempercepat pelaksanaan pembuatan KTP SIAK, terutama berkas yang sudah menumpuk, Ria memberikan waktu kepada masing-masing camat agar dalam waktu dua minggu semua berkas sudah selesai.
“Setelah dua minggu harus tidak ada lagi penumpukan berkas,” paparnya.
Untuk memaksimalkan waktu dua minggu tersebut, Ria memberikan kelonggaran kepada masing-masing camat yang memiliki penumpukan berkas agar memberlakukan waktu lembur dan menambah personil operator pengetikan KTP SIAK.
“Kalau sudah diberlakukan waktu lembur dan pegawainya sudah ditambah ternyata berkas masih numpuk, maka camatnya akan diberi sanksi,” tegasnya.
Hanya saja, Ria tidak menyebut sanksi apa yang akan diberikan.
Menurut Ria, dari 12 kecamatan yang ada di Batam, 9 kecamatan di antaranya sudah servernya sudah. ”Tinggal kecamatan Batuampar, Galang dan Bulang saja yang belum online,” kata Ria.
Untuk Kecamatan Batuampar, sambung Ria, dalam waktu dekat akan segera online. Sedangkan untuk Kecamatan Bulang dan Galang proses online-nya masih tersandung masalah listrik yang belum tersedia. Selain itu permintaan pembuatan KTP di Galang dan Bulang masih kecil karena jumlah perharinya hanya 10 berkas,” tegasnya.
Ketika ditanya tentang rencana memilih dua kecamatan untuk dijadikan pilot project penerapan KTP SIAK, Ria mengaku belum ditentukan karena masih dalam tahap penilaian. Hanya saja, Ria mengaku dua kecamatan yang terpilih nanti akan diberikan ISO sebagai bentuk penghargaan.
Sementara itu, Kepala Kominfo Kota Batam, Muraimin, mengatakan saat ini sudah ada 4 kecamatan yang baru yang pelayanan KTPnya juga sudah online. Empat kecamatan baru itu yakni Batuaji, Batamkota, Bengkong dan Sagulung.
“Pemerintah dalam hal ini Kominfo, terus berusaha agar pelayanan KTP menggunakan SIAK berjalan dengan baik. Kita dari Kominfo terus melakukan pembenahan server,” paparnya.
Sementara itu, Camat Lubukbaja, Dece Awirda, optimis akan menyelesaikan ribuan berkas yang menumpuk itu dalam waktu dua minggu seperti arahan Wawako Batam.
“Instruksi penerapan lembur dan menambah personil saya kita itu merupakan cara tepat mengatasinya,” jelas Dece.
Seorang warga Bengkong Ibu Regar (32) sempat menanyakan lambatnya pembuatan KTP dan Kartu Keluar (KK) kepada Ria Saptarika saat melakukan Sidak.
“Pak Ria ganteng juga ya. Tapi, mengapa KTP dan KK kok lelet (lambat). KTP saya baru selesainya setelah 2 bulan dan KK-nya selesai setelah 3 bulan,” paparnya.
Sementara Nikmat Sugianto (40) warga Bengkong Kolam mempertanyakan KTP yang waktu selesainya berbeda dengan KK.
Ria mengaku penerapan SIAK di Batam sedang mendapat banyak masalah dan pemerintah sedang membenahinya.
“Saya optimis tahun 2009 mendatang, semua pelayanan KPT SIAK sudah berjalan dengan baik,” paparnya.
Datangi Disduk
Tidak hanya mengunjungi kecamatan, Ria Saptarika juga mendatangi Dinas Kependudukan, kemarin. Malah, ia sempat memplototi komputer pengolahan data penduduk, disaksikan Kepala Dinas Kependudukan Kota Batam, Sadri Khairuddin.
“Saya ingin melihat bagaimana progres pengolahan data kependudukan di sini. Makanya, saya langsung mengambil tempat di bagian sana,” ujarnya. Sebelumnya, ia duduk di bagian komputerisasi pengolahan data kependudukan.
Saat itu, Ria juga sempat menyentil PLN Batam yang terus mati mendadak. Hal itu menurutnya turut memperumit keadaan dalam pembuatan KTP SIAK ini.
“Karena satu kecamatan saja yang mati, jaringan akan terpengaruhi semuanya,” terangnya.
Itu terjadi, menurutnya, karena saat ini sudah ada 9 kecamatan yang online. Hanya, terkadang jaringan wireless yang digunakan juga sering ngadat.(Batam News)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s