KTP Kuning Diputihkan

Selasa, 2008 April 08

Belum selesai carut-marutnya KTP SIAK, kini wacana pemutihan KTP Kuning sudah dihembuskan. Alasannya, ini untuk kepentingan masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2009. Pada Pemilu 2009 mendatang, masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan KTP SIAK. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika, Senin (7/4). Menurut Ria, masyarakat yang masih mengantongi KTP Kuning, dalam waktu dekat akan dilakukan pemutihan secara masal. Hal itu sambung Ria, sesuai dengan Direktorat Administrasi Kependudukan (Adminduk). Pemutihan KTP ini diberlakukan bagi masyarakat Batam yang belum terdata ketika validasi data kependudukan dilakukan.

”Pemko juga akan menyerahkan data validasi kependudukan ke KPU. Lantas KPU yang akan mengimbau masyarakat agar melakukan pendataan jika memang belum terdata. Untuk pemutihan KTP masal ini, dananya diperoleh dari pusat,” terangnya.
Dengan pemutihan ini, lanjut Ria, masih ada peluang besar bagi masyarakat untuk mendaftar.
”Ketika data sudah kita serahkan ke KPU dan yang sudah terdaftar kita umumkan, maka masyarakat bisa melakukan cross check,” katanya.
Hanya, waktu pelaksanaan pemutihan KTP secara massal ini belum dipastikan, karena Pemko masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat. Pemutihan KTP ini juga diberlakukan untuk warga yang belum punya KTP Batam.
”Proses pengurusan pembuatan KTP saat pemutihan nanti sama dengan permohonan pembuatan KTP biasa. Serahkan persyaratan, sehingga datanya dapat di-input secara masal,” sambungnya.
Katanya, ini merupakan program masal yang diberlakukan bagi daerah yang menerapkan sistem SIAK. Operator yang ditunjuk untuk melakukan input data, akan diberi pelatihan khusus. Sistem SIAK ini digunakan karena dinilai lebih ekonomis.
“Saat ini Batam sudah memiliki data base. Yang sudah terdata jumlah penduduk hampir 800 ribu jiwa. Dengan asumsi ada data yang duplikat,” paparnya. Padahal, penduduk Batam sampai sekarang tercatat 724.000 jiwa.
Disinggung lambannya proses pembuatan KTP dengan sistem online, Ria menilai, itu semata karena belum terbiasa. Mengingat saat ini masih dalam masa transisi, sehingga setiap data yang dientri terlebih dahulu harus diperiksa. Yang ditemukan di lapangan, masyarakat banyak memberikan data yang berbeda. Ke depan untuk mempercepat proses pendataan akan digunakan sistem barkot.
Masih kacaunya proses pembuatan KTP sistem SIAK membuat anggota DPRD berniat untuk mengundang hearing Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika. Ria ketika ditanya tentang rencana dewan itu mengaku sanggup memenuhi undangan hearing itu. Hanya saja, secara teknis ia menyerahkan urusan tersebut pada dinas terkait.
“Bukannya saya menolak atau membangkang. Boleh saja saya datang. Tapi, lebih baik dinas bersangkutan yang menjelaskan pada mereka,” katanya.(Batam News)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s