Pemko Tak Mau Disalahkan

Tuesday, 08 April 2008
Evaluasi Janji ATB
BATAM (BP) – Terkait tidak adanya evaluasi terhadap sejauh mana pemenuhan janji ATB menjelang kenaikan tarif air tahap II, Pemko tak mau disalahkan. Pemko hanyalah “orang luar” yang lebih sebagai pengontrol tak langsung.”Evaluasi tidak kita lakukan. Kita tidak terkait langsung,” ujar Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika usai menjenguk anggota Satpol PP yang meninggal dunia, kemarin.
Ria hanya mengatakan, sebaiknya Pemko memang memanggil ATB untuk memberi penjelasan. Namun Ria mengakui sampai saat ini, pemanggilan itu belum dilakukan.
Hal inilah yang membuat Wakil Ketua II DPRD Kota Batam Chablullah Wibisono beberapa waktu lalu bertanya-tanya. Ia mengatakan, untuk masalah kenaikan tarif air ini, jangan hanya ATB atau OB yang dicecar. Sebab sudah ada MoU yang mengatur keterlibatan Pemko. “Pemko harus lihat sejauh mana janji itu terpenuhi,” katanya.
Apalagi, berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, Pemko harus menjamin kebutuhan pokok minimal sehari-hari atas air bagi masyarakat di wilayahnya. Pemko bisa saja membuat PDAM sebagai pembanding dan alternatif permasalahan air di Batam.
Namun Ria menilai usulan ini sebagai sesuatu yang sulit dipenuhi. Pasalnya, masih banyak yang harus mendapat prioritas. Kalau soal tanggung jawab pemerintah seperti termuat dalam UU Nomor 7 Tahun 2004, katanya, sudah terwakili oleh OB. “Itu kan unsur pemerintah juga. Pemko belum berpikir ke sana,” katanya.
Bagaimana jika OB nanti berganti “baju” menjadi Badan Pengusahaan Kawasan? “Tentunya ada kajian ulang. Bisa saja dengan pelimpahan aset fisik dan non fisik,” katanya ringan. Jika hal itu terjadi, Pemko baru berkewenangan khusus terhadap ketersediaan air di Batam. Sayangnya, Ria tak membahas lebih lanjut seandainya serahterima tersebut memakan waktu lama layaknya aset PBK. ***

One thought on “Pemko Tak Mau Disalahkan

  1. Pak Wawali,
    Pelayanan kantor camat Batam Kota sangat sangat lambat dalam hal pelayanan KTP. sudah 1 bulan pak

    Jaman dah Canggih , harusnya dalam hitungan menit saja sudah selesai. kenapa , tak mampu????

    Tolong jgn bersikap, kalau bisa di persulit kenapa harus di permudah?????

    Wassalam : syamsul
    ———
    PaK Syamsul,
    Terimkasih atas comment dan laporannya… sy akan terus berusaha untuk memperbaiki keadaan ini.. memang seharusnya makin hari makin baik.
    Demikian & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s