Kiriman Limbah di Musim Utara

Thursday, 10 April 2008
BATAM (BP) – Letak geografis Batam yang strategis, berdekatan dengan jalur perdagangan tersibuk nomor dua di dunia, tak selalu menguntungkan. Bukan hanya investor yang melirik, tapi Batam juga tempat strategis pembuangan limbah berbahaya.Tak hanya sekali limbah semacam sludge oil, berlabuh di pantai-pantai di pinggir-pinggir Batam. Setiap musim utara, selalu ada tumpahan minyak yang menghampar. Air laut berubah pekat, jaring nelayan banyak yang rusak dan biota lautpun mati keracunan.
Pekan ini, giliran Belakangpadang yang kedatangan “tamu tak diundang” itu. Jumat (4/4) malam lalu, tiba-tiba saja dermaga Elang Laut Tanjungsari penuh berton-ton minyak pekat kekuning-kuningan seperti solar. Besoknya, perairan yang dijadikan arena eagle boat itu berubah warna. Keruh dan memunculkan aroma menyengat.
Dari mana asal limbah minyak itu, sampai sekarang masih misterius. Beragam dugaan muncul soal asal muasal minyak tersebut, namun tak satupun yang berani memastikan. Semuanya hanya menduga-duga.
Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika misalnya, pria yang juga Ketua Badan Intelijen Daerah Batam mengaku, mendapat informasi kalau limbah minyak itu datangnya dari kawasan perairan internasional atau out port limit (OPL). “Mereka membuang limbah di tengah laut. Lalu, limbah itu terbawa arus dan sampai ke Batam,” kata Ria geram.
Aparat di Batam, kata Ria, tak bisa menangkap basah para pembuang limbah itu, salah satunya karena terbatasnya peralatan. “Itu jadi kendala kita. Kita sulit mengawasinya,” tukasnya.
Kepala Bapedalda Batam Dendi N Purnomo juga setali tiga uang dengan atasannya itu. Menurut Dendi, OPL merupakan tempat strategis membuang limbah. Namun lagi-lagi, Dendi tak bisa memastikan siapa yang secara rutin membuang limbah ke Batam, itu.
“Dan Batam yang diapit selat Malaka dan Philip sangat rawan kedatangan kiriman limbah itu. Setiap kali musim utara, limbah datang ke Batam,” tukasnya.
Siapa yang harus bertanggung jawab? “Pemerintah yang harus bertanggung jawab. Karena pemerintah punya kewajiban melindungi rakyatnya. Kami akan cari pelakunya, kalau ketahuan mereka inilah yang harus bertanggung jawab,” katanya.
Pemko Batam sendiri, lanjutnya, sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, TNI AL dan kantor pelabuhan untuk menyelidiki asal-muasal limbah itu. “Sekarang masih dalam penyelidikan. Limbah yang diperiksa di laboratorium Sucofindo belum ketahuan hasilnya. Nanti, dikabari,” ujarnya.
Kapoltabes Barelang Kombes Slamet Riyanto menduga minyak yang mencemari perairan Belakangpadang itu berasal dari Sekupang atau Tanjunguncang. “Arah angin timur, kalau bukan dari Sekupang, ya Tanjunguncang,” katanya.
Kiriman limbah ke Belakangpadang, kemarin, bukan yang pertama. Selain mendapatkan kiriman rutin, kasus terheboh di perairan Belakangpadang terjadi tahun 2002, silam. Saat itu, kapal MV Natuna Sea yang membawa minyak kecelakaan dan minyaknya tumpah ke laut.
“Selain kasus Natuna Sea, perairan Belakangpadang sudah biasa dapat kiriman limbah. Yang kemarin, mungkin terbesar kedua setelah Natuna Sea,” kata Riansyah (30-an) warga Tanjungsari, Belakangpadang. (med)

Advertisements

One thought on “Kiriman Limbah di Musim Utara

  1. assalammualaikum.

    pak,,
    jalan di batam rata-rata semuanya berlubang.
    coba saja bapak lihat sendiri..
    di mana jalan dibatam yang tidak ada lubangnya,,
    hal ini bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas karena menghindari lubang……

    tolong donk lebih diperhatikan lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s