Pejabat Datang, Siswa Risau

Wednesday, 23 April 2008
UN Hari Pertama
Batam (BP) – Ujian nasional (UN) hari pertama kemarin (22/4), berjalan lancar. Namun kunjungan para pejabat yang meninjau ke sekolah membuat siswa terganggu dan grogi. Soalnya ada yang sampai masuk ke ruangan dan melihat dari dekat saat siswa mengerjakan soal.“Jangan masuk ya. Tahun lalu saja ada siswa yang sudah keringetan lihat pengawas. Apalagi banyak orang masuk kelas gini,” ujar Kepala Sekolah SMK Kartini Nong Triadiah ke rombongan pejabat.
Sayangnya, meski terkesan keberatan, guru-guru toh tidak dapat menolak ketika yang datang adalah petinggi-petinggi kota dan provinsi.
Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Hardi S Hood yang kemarin juga turun ke sekolah. Kalau untuk meninjau, cukup dilakukan dari luar ruang saja. Supaya tidak memecah konsentrasi siswa.
“Kalau tidak (bakal menganggu), kenapa juga ditulis ‘harap tenang’?” ujar Hardi yang tetap berada di luar ruang saat menyertai rombongan Walikota.
Sebelum UN, katanya, siswa sudah terbebani dengan peningkatan passing grade (nilai kelulusan) dan jumlah mata pelajaran. Saat UN, masih ada pengawas yang mondar-mandir dan masih ditambah rombongan peninjau. “Jangan masuklah. Dari luar saja,” ujar anggota DPRD Kepri John Richard Tulenan yang berselisih jalan dengan rombongan Wako saat melihat pelaksanaan UN di Yos Sudarso.
Dari pengamatan Batam Pos, pejabat yang meninjau sekolah, kemarin, antara lain anggota DPRD Provinsi Kepri Yulius Baka dan John Richard Tulenan (berkunjung ke Yos Sudarso), Wakil Walikota Ria Saptarika (ke SMKN I), Wali kota (Wako) Batam Ahmad Dahlan (ke SMA Kartini, Yos Sudarso, dan SMA 3), dan sejumlah pejabat lain ke SMA I.
Kendala
Dalam pelaksanaan UN hari pertama kemarin, ditemukan sejumlah masalah, dari siswa salah menggunakan pensil, siswa sakit, soal tak lengkap, dan tersebar isu soal bocor.
Kesalahan menggunakan pensil menimpa Winda Roselina, siswa IPS 3 SMAN 1 Batam. Harusnya dia menggunakan pensil 2B yang telah dibagikan sekolah, namun mungkin karena gugup ia malah salah menggunakan pensil 5B. Untung Winda segera melapor ke pengawas dan diizinkan menyalin seluruh jawaban UN yang telah dia buat.
Sementara itu, siang kemarin sempat beredar salinan soal matematika untuk SMK. Salinan ini disebut-sebut sebagai soal yang bocor. Mata pelajaran ini, baru akan dijalankan siwa SMK, hari ini (23/4).
Benarkan itu soal matematika bocor? Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Muslim Bidin mengaku tak yakin soal bocor. Ia menduga itu soal try out atau soal tahun lalu. Yang jelas ia tak mungkin mencocokan soal tersebut dengan yang asli kemarin. Jika dirinya melakukan perbandingan, sama halnya dengan merusak dan membocorkan soal UN.
Pasalnya, soal UN harus dibuka di depan peserta ujian dengan menunjukkan bahwa segelnya masih utuh dan tidak rusak.
Sementara itu di SMK Batuaji, ditemukan 12 lembar soal ujian Bahasa Indonesia yang tidak lengkap. Perinciannya, 5 soal lembar jawaban dengan kode A dan 7 lembar soal dengan kode B. Sementara untuk cadangan soal yang dimiliki, tim pengawas ujian hanya memiliki 6 lembar soal dengan masing-masing kode A atau B. Nah, untuk mengatasi hal ini, dua orang siswa yang mengikuti ujian terpaksa harus saling tukar soal. (ary)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s