Ria Merasa Ditinggalkan

Kamis, 2008 April 23

Gara-gara Getol dengan KTP SIAK

Menjelang pelaksanaan Pemilu 2009 mendatang, carut-marutnya proses pembuatan KTP SIAK menjadi perhatian. Terutama bagi partai politik dan anggota dewan. Pasalnya pada pemilu mendatang sistem pemilihan menggunakan KTP SIAK. Namun, dengan tegas Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika membantah isu getolnya ia menerapkan sistem SIAK demi kepentingan partainya, PKS. Maraknya pemberitaan soal KTP SIAK, juga membuat dirinya sedih, karena kesalahan menumpuk padanya.

“Saya semangat bukan karena ada kepentingan. Ini untuk kepentingan masyarakat,” kata Ria, di Nagoya Hill, Rabu (23/4).
Ria mengaku sangat sedih karena tidak ada yang mendukung program KTP SIAK. Dari pada KTP SIAK dibatalkan, ia lebih memilih jika anggota dewan menuntutnya untuk bekerja lebih maksimal. Ria melihat, dewan tidak ingin membatalkan, melainkan minta kelonggaran dari pusat. Untuk itu, Ria sangat menyetujuinya
Katanya, ia siap jika memang harus perangkat atau tenaga agar proses SIAK berjalan lancar. Namun, tidak dengan membatalkannya.
“Apa pun nanti pilihannya, KTP SIAK itu sebagai bukti pemilih. Jika selama ini KPU selalu melakukan pendataan ulang setiap kali pemilu, dengan sudah adanya data base ini sangat membantu,” jelasnya.
Kata Ria, saat ini sudah tidak ada lagi pencetakan KTP kuning. Namun, memang masih ada sebagian masyarakat yang mengantongi, karena KTP itu masih berlaku. Disinggung mengenai kesepakatan pengosongan kolom nomor 34 tentang organisasi, Ormas atau pun OKP baginya tidak masalah. Katanya, dari dua lembar formulir itu, yang merupakan idenya adalah formulir di lembar kedua.
“Silahkan jika mau dikosongkan. Dari kolom itu tidak seluruhnya harus diisi masyarakat. Mereka harus memilih satu di antara itu, apakah aktif di Parpol atau OKP,” pungkasnya.
Membangun data base, tahun 1997 lalu Pemko Batam pernah menerapkan sistem informasi kependudukan (Simduk). Karena ada persoalan yang ditemukan, akhirnya kembali ke KTP kuning. Menurut Kabag Humas Pemko Batam Yusfa Hendri, apabila Simduk tetap berjalan, maka Batam sudah memiliki data base. Bahkan dulu Pemda Kutai belajar proses Simduk ke Batam.
“Sampai saat ini mereka masih menerapkan Simduk, bahkan SIAK belum diterapkan di sana,” katanya.(Batam News)

Advertisements

One thought on “Ria Merasa Ditinggalkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s