Salah Gunakan Pensil hingga Ganti Soal

Wednesday, 23 April 2008
SISWA IPS 3 SMAN 1 Batam, Winda Roselina, sempat salah menggunakan pensil menjawab soal Ujian Nasional (UN) Bahasa Indonesia, Selasa (22/4).”Dia menggunakan pensil 5B,” ungkap Ketua Pelaksana UN SMAN 1 Sulfia Netti kepada Batam Pos, Selasa (22/4).

Menurut Winda, ia baru menyadari menggunakan pensil 5B setelah ujian pertama, yaitu Bahasa Indonesia berakhir.
Padahal, sebelum UN berlangsung, pihak sekolah telah membagikan pensil 2B dan penghapus, kepada seluruh siswa peserta UN yakni 101 pensil dan pengapus untuk IPS dan 106 untuk IPA. “Untuk keseragaman dan mengantisipasi agar tidak terjadi kesalahan, yang mengakibatkan lembar jawaban tidak bisa terbaca,” ujar Netti.
Namun kehilafan juga tetap terjadi, karena Winda memiliki tiga buah pensil. “Dia tidak sadar telah menggunakan pensil yang salah,” imbuhnya.
Untungnya, Winda menyadari kehilafannya tersebut dan memberitahu Netti. Atas kebijakan, kepala sekolah, panitia pelaksana UN dan kesepakatan seluruh tim pengawas, Winda diizinkan menyalin seluruh jawaban UN yang telah dia buat.
Sekitar pukul 01.00 Winda menyalin seluruh jawabannya kembali dengan menggunakan pinsil 2B di ruang khusus, tempat pengumpulan soal.
“Ia didampingi dua orang pengawas dan tiga orang panitia pelaksana,” tambah Netti.
Untuk mengantisipasi tidak terulang kembali, Netti menekankan kepada seluruh pengawas UN agar mengingatkan para peserta UN hari ini.
Sementara itu, di SMK 1 Batuaji yang dikunjungi oleh Wakil Wali Kota Ria Saptarika dan Badan Standar Nasional Pendidikan Edy Tri Baskoro, terdapat 12 lembar soal yang tidak lengkap maupun lembar soal yang tidak memiliki jawaban.
“Lima lembar soal kode A dan tujuh lembar soal kode B,” tutur ketua panitia pelaksana UN SMK 1, Baharudddin Sitepu.
Ia kemudian minta saran kepada Edy Tri Baskoro. Karena keterbatasan waktu, Edy menyarankan menggunakan soal cadangan UN. Namun ternyata soal cadangan pun tidak mencukupi untuk mengganti lembar soal yang tidak lengkap tersebut.
“Lembar soal cadangan hanya enam untuk tiap kode,” ujar Baharuddin.
Sehingga, karena kekurangan satu soal, mengakibatkan ada dua anak yang terpaksa mengerjakan soal secara bergantian.
“Mereka terpaksa gantian baca soal,” tambahnya.
Ria Saptarika menuturkan sejauh ini pelaksanaan UN berjalan dengan lancar, meskipun terdapat sedikit kendala. “Masih bisa diatasi,” ungkapnya. (cr10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s