Kadis Pendidikan Panik

Kecewa Soal UN BocorKamis, 24 April 2008

Kecewa Soal UN Bocor

BATAM, TRIBUN – Mengejutkan. Dua bundel fotokopi soal ujian nasional (UN) mata pelajaran matematika jurusan Bisnis SMK yang disebutkan bocor sejak beberapa hari lalu, ternyata sama persis dengan soal yang diujikan di Batam, Rabu (23/4). Pejabat dan aparat keamanan pun dibikin panik.

Kepala Dinas Pendidikan Muslim Bidin, Kasat Reskrim Poltabes Barelang Kompol Herry Heryawan, dan Ketua Dewan Pendidikan Hardi Hood yang mencocokkan fotokopi bocoran soal dengan soal yang asli, di SMK Ibnu Sina, Pelita, pukul 10.00 WIB, seperti tersentak ketika mengetahui soal bocoran dan asli, ternyata sama persis. Mereka langsung melakukan rapat tertutup untuk wartawan di sebuah ruangan kantor di SMK Ibnu Sina.

Satu jam setelah rapat di sekolah Ibnu Sina yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari percetakan CV Era Cipta Perdana (ECP) tempat mencetak soal UN, Muslim Bidin tampak resah keluar dari ruangan. “Empat puluh soal itu sama persis. Kita akan ketahui dulu apa motifnya. Dan saya menyesal sekali atas kejadian ini,” kata Muslim.

Muslim Bidin mengaku dari empat sekolah yang dipantaunya, siswa tidak ada yang mendapat soal itu. “Saya rasa tidak perlu ujian ulangan karena soal bocor itu belum tentu diketahui siswa,” kata Muslim Bidin.

Dikatakan, sejak mendengar soal UN sehari sebelumnya, tidak bisa tidur. “Tidur saya tidak tenang, bagai mana pun ini adalah sudah menjadi marwah daerah kita, dan juga menyangkut nama baik saya sebagai kepala dinas pendidikan,” ujar Muslim Bidin.

Sementara Hardi Hood melontarkan komentar lebih keras. Menurutnya, bila diketahui ada siswa yang menerima bocoran soal itu maka ujian harus diulang. Khusus Matematika saja. “Kita baru bisa pastikan jam sepuluh ini, tapi mengapa bocornya soal itu justru ke media atau LSM. Belum ditemukan pada siswa,” katanya.

Kapoltabes Barelang Slamet Riyanto yang tengah meninjau pelaksanaan UN di SMA Kartini, terlihat langsung mengerutkan kening ketika mencocokan fotokopisoal bocor yang disodorkan wartawan dan yang asli. Slamet langsung terlihat sibuk menelepon memberi instruksi ke anggotanya.

Kepala sekolah SMK Kartini Nong Tri Adiyah ketika ditemui mengaku sangat kecewa. “Sebagai pendidik tentu sangat kecewa melihat hal ini. Sudah persiapan lama dan siswa sudah belajar serius. Tiba-tiba bocor. Dan akan lebih kecewa bila ujian ini diulang,” sesalnya.

Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika di Nagoya Hill menyebut, tidak perlu ujian ulangan. “Kita minta semua jawaban itu sebelum di kirim ke pusat discan dulu, lalu dilihat apakah ada nilai siswa yang menonjol atau tidak. Jika tidak ada yang menonjol tentu ujian nasional ini tidak perlu diulang,” terangnya.

Ria menyebut bisa saja kebocoran ini dimanfaatkan satu sampai dua siswa, tapi belum beredar ke siswa yang lain. “Saya sudah lihat beberapa sekolah siswa yang saya tanya hanya dengar-dengar saja ada bocoran tapi tidak melihat bentuk soalnya,” tutur Ria.

Dari investigasi Tribun, seorang siswa SMK mengaku beberapa hari lalu pernah melihat fotokopi soal matematika UN diperlihatkan temannya. “Oh, iya, sama Om. Kemarin saya diperlihatkan oleh teman saya dan sama persis dengan ini,” ujarnya kepada Tribun.

Kemarin sore, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Arifin Nasir langsung menggelar rapat di kantor Dinas Pendidikan Kota Batam di Sekupang. Selain mengundang Panitia UN, ia juga mengundang seluruh kepala sekolah dan perwakilan SMK Batam.

Nasir mengatakan belum dapat memastikan celah bocornya soal ujian itu. Hal ini dikarenakan pengawasan dan pengamanan polisi begitu ketat. “Makanya saya mau cek lagi dulu. Kalau ditanya kemungkinan, ya bisa saja saat pengiriman, penyimpanan, percetakan atau bisa juga dari internet ada bank soal, bimbingan belajar. Ini yang mau saya ketahui,” ujarnya.

Nasir mengatakan tidak mau terburu-buru menuding persoalan akibat persaingan bisnis percetakan. “Kalau kemungkinan bisa macam macam. Bisa kemungkinan juga persaingan bisnis. Mungkin ada yang mau menjatuhkan Saya. Makanya, saya mau melakukan pertemuan dulu dengan para guru-guru ini. Saya mengharapkan dari pertemuan ini akan muncul masukan dan evaluasi,” katanya.

Seperti diberitakan Tribun, Selasa lalu atau sehari sebelum UN matematika untuk SMK dilaksanakan, seseorang yang tidak dikenal mengirimkan foto copy bocoran soal UN ini kepada Tribun dan sejumlah instansi terkait pelaksanaan UN di Batam.

Bocoran soal UN ini dikemas dalam surat beramplop coklat. Sang pengirim hanya meletakkan surat ke pos keamanan kantor Tribun dan langsung pergi tanpa meninggalkan identitas. Di dalam amplop terdapat dua bundel soal matematika untuk SMK yang sudah diberi jawaban. Masing-masing bundel terdapat 40 soal.

Dalam amplop disertakan surat pengantar yang isinya menyebutkan sumber soal ini dari siswa SMK yang membahas mata pelajaran matematika. Disebutkan, siswa mendapatkan materi soal dari seorang karyawan percetakan.(apr/hat/wid/eik/sam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s