KTP SIAK Picu Pengangguran

Kamis, 2008 April 24

Pimpinan DPRD Kota Batam akhirnya menindaklanjuti permintaan anggota DPRD, khususnya Komisi I, terkait dengan lambatnya proses pembuatan KTP sejak diberlakukannya sistem SIAK di Batam. KTP SIAK dikhawatirkan akan terus meresahkan dan merugikan warga.
Sulit dan lambatnya proses pembuatan KTP, membuat warga kesulitan mencari kerja, hingga ikut memicu pertumbuhan pengangguran. Apalagi ini berpotensi menghilangkan hak suara warga saat Pemilu, lantaran tidak memiliki KTP Batam.

Karena kekhawatiran itu hingga DPRD Kota Batam mengundang Wali Kota Ahmad Dahlan dan wakilnya, Ria Saptarika untuk duduk bersama membahas permasalahan KTP tersebut.
Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Batam, Soerya Respationo kepada wartawan, Sabtu (19/4) di Batamcentre. Soerya mengundang wali kota dan wakil wali kota bersama instansi terkait, seperti Dinas Kependudukan dan camat-camat membahas KTP siak dengan lebih transparan.
Diungkapkan, pertemuan dengan Pemko itu akan dilaksanakan di ruang pimpinan dewan, bersama pimpinan komisi dan pimpinan fraksi di DPRD. Pertemuannya akan dilaksanakan Senin (20/4) sekitar jam 14.00 WIB. “Selain karena kebutuhan masyarakat dalam mencari pekerjaan, KTP SIAK juga sangat dibutuhkan dalam mencoblos di Pemilu,” ujarnya.
Di samping itu, Soerya juga menduga ada manuver politik dari kelompok tertentu, sehingga proses mengurus KTP jadi sulit. Selain itu, Soerya mempertanyakan isian partai pilihan warga yang berindikasi ada pesanan pihak tertentu.
“Tidak ada alasan untuk menghambat orang lain dalam mencari kerja dengan memperlambat KTP. Mudah-mudah setelah pertemuan Senin, pengurusan KTP di Batam bisa menjadi cepat,” harapnya.
Soerya menambahkan, jika KTP terus bermasalah, nanti akan banyak warga yang kehilangan hak pilih atau yang sering disebut dengan golput pada Pemilu. Dia meminta Pemko untuk tidak memaksa warga menjadi golput karena dengan mempersulit persyaratan mengurus KTP.
“Kalau golput itu urusan pribadi warga. Tapi, jangan sampai menjadi golput karena terpaksa atau hak suaranya dihilangkan dengan cara mempersulit KTP,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika mengaku bersedia memenuhi pemanggilan DPRD terkait dengan persoalan KTP SIAK di Batam.
”Dengan senang hati, saya tidak keberatan memenuhi panggilan itu, ” kata Ria, kepada wartawan usai menanam pohon secara simbolis di Perumahan Marchelia dalam rangka Milad (HUT, red) PKS yang digelar oleh DPD PKS Kota Batam, Ahad (20/4) kemarin.
Diakui Ria, masih banyak persoalan yang dihadapi terkait dengan pembuatan KTP SIAK di Batam. Masalah yang dihadapi tersebut antara lain menyangkut software, hardware dan sumber daya manusia (SDM) yang mengoperasikan pembuatan KTP SIAK.
”Kita terus melakukan pembenahan sistem KTP SIAK misalnya dengan memperbaiki software. Di bidang SDM, kita minta operator bekerja selama 24 jam dengan sistem shift,” ungkap Ria.
Dengan upaya yang dilakukan Ria merasa optimis asalkan diberi waktu bekerja memperbaikinya. Soal data kependudukan untuk keperluan Pemilu 2009, menurut Ria, sudah 100 persen data kependudukan yang masuk lewat entry masal yang dilakukan beberapa bulan lalu. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan masih ada data penduduk yang belum masuk.
Untuk data kependudukan yang belum masuk, Ria mengatakan, Dinas Kependudukan (Disduk) akan memberikan kesempatan kepada masyarakat, untuk menyusul melakukan pendaftaran. ”Nan ti mekanisme pendaftaran bagi yang belum terdata akan diatur,” katanya.
Tentang rencana pemutihan KTP kuning, kata Ria, saat ini masih menunggu aturan dari pusat. ”Soal pendanaan pemutihan KTP kuning tersebut juga dari pusat. Kita sudah mendatangi Administrasi Kependudukan di Jakarta menanyakan masalah itu,” pungkasnya.(Batam News)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s