Perhitungan PPJ jadi Ngawur

Kamis, 2008 April 24

PLN Berikan Data Usang

PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam memenuhi permintaan Komisi II DPRD Kota Batam yang meminta asumsi perhitungan Pajak Penerang Jalan (PPJ) untuk Kota Batam. Tapi, perhitungan yang diberikan pihak PLN itu tidak sesuai dengan yang harapkan oleh anggota Komisi II. Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Bastoni Solichin, menuturkan, asumsi yang diserahkan PT PLN bukan perhitungan pengurangan PPJ sebesar 4 persen. Melainkan masih tetap 5 persen, dengan asumsi penambahan jumlah pelanggan hingga Desember mendatang.
“Jika tetap 5 persen PLN mengasumsikan pendapatan mencapai Rp47,8 miliar. Jumlah ini sudah termasuk penambahan jumlah pelanggan. Ini data yang sudah usang,” katanya, Rabu (23/4).

Menurutnya, internal Komisi II juga sudah melakukan perhitungan jika PPJ turun 4 persen. Dari penghitungan yang dilakukan Komisi II, asumsi devisit Rp3 miliar. Dengan asumsi jika penurunan diberlakukan mulai Juli hingga akhir Desember mendatang. Perhitungan yang dilakukan tidak dengan menggabungkan jumlah penambahan pelanggan. Terlebih ketika melihat pemasukan di bulan Januari ada kelebihan Rp2 miliar seharusnya hanya Rp3 miliar. Kelebihan itu merupakan tunggakan pelanggan pada Desember. “Dari target PAD yang ditetapkan dalam APBD sebesar Rp43 miliar. Artinya dari perhitungan yang dilakukan PLN ada kelebihan Rp4 miliar. Kita melihat ini impas, tapi baru sebatas asumsi,” jelasnya.
Katanya, untuk memutuskan tidak bisa internal Komisi II. Karena hasil yang diperoleh dari pembahasan PPJ itu, akan disampaikan dalam paripurna. Untuk pembahasan selanjutnya, dengan tim Pemko Batam dilakukan selesai kegiatan reses. Semula Bastoni mengatakan pembahasan PPJ ini akan rampung dalam dua kali pertemuan. Karena banyaknya kegiatan, setelah dua kali pertemuan pun pembahasan belum rampung. “Nanti setelah pembahasan selesai kami akan sampaikan ke Panmus agar menjadwalkan untuk paripurna,” pungkasnya.
Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika tidak mau berkomentar lebih jauh tentang sikap Pemko dengan usulan penurunan PPJ ini. Ria mengatakan perlu perhitungan secara matematika, karena menyangkut anggaran. Meski pun turun dari lima persen menjadi empat persen, menurutnya sangat berpengaruh pada pencapaian APBD nanti.
“Prediksi penurunan itu harus dihitung, dan lebih baik menanyakan langsung ke Sekda,” katanya.(Batam News)

Advertisements

3 thoughts on “Perhitungan PPJ jadi Ngawur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s