Batam Terancam Gelap Gulita

Sabtu, 26 April 2008

Zainuddin

BATAM, TRIBUN – Hari-hari ke depan, warga Kota Batam akan senantiasa hidup dengan kondisi listrik byar pet alias mati-hidup. Sebab PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam telah menerapkan pemadaman bergilir setiap 3-5 jam di seluruh kota untuk menghindari black out (padam total).

Kondisi ini akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan. Dalam pengumumannya, PLN baru mengeluarkan jadwal pemadaman mulai Sabtu 26 April 2008, pukul 00.00 – 00.00 WIB, dibagi dalam lima waktu pemadaman, masing-masing 3-5 jam.

Bahkan sejak Kamis malam, listrik di Kota Batam sudah mengalami pemadaman bergilir. Sebagian wilayah Batam gelap gulita akibat listrik mendadak padam. Traffic light pun padam, menyebabkan lalu lintas di beberapa titik menjadi macet dan kacau balau, Jumat pagi hingga sore. Ini membuat polisi terpaksa harus berdiri di tengah jalan untuk mengatur lalu lintas.

Manajeman PT PLN langsung menggelar konferensi pers, Jumat (25/4). Direktur Utama PLN Batam, Ir Zainuddin Msc mengatakan, terpaksa melakukan pemadaman bergilir karena berkurangnya pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Jika semula PLN Batam mendapat pasokan gas sebesar 40,7MMBtud (Million Metric British thermal unit per day), kini pasokan gas ke PLN berkurang sebesar 17,2 MMBtud. Akibatnya PLN Batam hanya mendapat pasokan gas sebesar 23,5MMBtud.

Seretnya pasokan gas menyebabkan penyediaan listrik bagi Batam berkurang signifikan. Saat ini PLN Batam memiliki daya sebesar 270 mega watt (MW). Setelah pasokan gas berkurang, PLN hanya mampu menghasilkan daya 170 MW yang berasal dari pembangkit berbahan bakar gas dan minyak.

Saat ini beban puncak pemakaian listrik di Batam mencapai 204 MW. Sementara daya listrik tersedia tinggal 170 MW sehingga mengalami defisit sebesar 34 MW.

Kendati begitu, Zainuddin berjanji tetap berupaya menyediakan listrik bagi semua masyarakat Batam. “Kita akan tetap menyediakan. Caranya dengan menghidupkan genset di setiap power plan (pembangkit).Semua genset punya PLN akan diaktifkan kembali. Apabila belum mencukupi, terpaksa menyewa genset,” janji Zainuddin yang didampingi Direktur Teknik, Ir Chairul Imam Rani, Direktur Keuangan Joko, dan para manager serta Humasnya.

Mantan Dirut PLN Tarakan itu mengatakan akan melakukan pemadaman bergilir selama tiga jam per hari di setiap lokasi. Ia juga mengimbau para pemilik Toko dan bisnis agar menggunakan genset selama terjadi pemadaman bergilir.

PLN belum berani memastikan sampai kapan pasokan gas akan kembali normal. Sehingga untuk sementara PLN akan mengoperasikan semua unit pembangkit yang berbahan bakar solar dan MFO. Hal itu dilakukan untuk menjaga agar Batam tetap mendapat pasokan listrik dan meminimalisir pemadaman.

Kata Zainuddin, PLN segera melakukan pembicaraan dengan Pertamina untuk mendapatkan pasokan solar. Saat ini harga solar untuk industri sebesar Rp 8.000 per liter. “Dengan kondisi seperti ini, kita tidak melihat lagi apakah rugi atau tidak. Yang penting masyarakat bisa mendapat pasokan listrik selama pengurangan pasokan gas ini berlangsung,” ungkapnya.

PLN menyatakan, kalaupun harus menyewa genset, pasti akan dilakukan walaupun biayanya cukup tinggi. Dijelaskan, untuk biaya operasional genset saja dalam satu hari PLN harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 2,2 miliar. “Kita akan lakukan ini demi menjaga Batam agar tetap kondusif dan tersedia aliran listrik,”ujar Zainduddin.

Direktur Teknik PLN, Choirul Imam Rani mengatakan, PLN sudah melaporkan hal ini kepada Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika dan Kapoltabes Barelang AKBP Slamet Riyanto. PLN juga akan mengadakan pertemuan dengan PGN untuk membahas pasokan gas ini. “Kita sudah membuat surat dan secara lisan sudah kita sampaikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa bertemu,”harap Zainuddin.

Ia juga menyarankan agar masyarakat menghemat listrik. Setiap rumah tangga diimbau mematikan dua buah lampu (2×25 watt). Jika masyarakat Batam bisa melakukan penghematan maka pemakaian listrik bisa berkurang 8,5 MW.

Panggil PLN
Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana memanggil manajemen PLN dan PGN untuk duduk bersama membahas krisis listrik di Batam. “Tadi PLN sudah datang menyampaikan akan terjadi pemadaman bergilir akibat pengurangan pasokan gas dari Conoco Philips. Kita akan panggil hari Senin depan supaya bisa diketahui di mana akar persoalannya,”kata Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batan Agussahiman kepada Tribun, kemarin.

Wali Kota Batam Ria Saptarikan akan memimpin pertemuan tersebut. “Kita tidak ingin permasalahan ini berlarut-larut. Kalau ini terus terjadi, Batam bisa tidak kondusif. Padahal kita tahu Batam ini tempat berinvestasi. Kalau pasokan listrik terganggu, industri akan terganggu juga,”kata Agussahiman.

Dikatakan, bila sampai pekan depan belum ada perubahan, ia akan menginstruksikan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk di kantor Pemko Batam untuk berhemat listrik. “Kemungkinan besar nanti AC central akan kita matikan. Begitu juga lampu-lampu akan dimatikan sebagian. Tapi kita berharap permasalahan ini bisa selesai dalam waktu cepat,”ujarnya. (hat/mon/wid)

3 thoughts on “Batam Terancam Gelap Gulita

  1. Assalamualaykum Wr Wb
    Pak Ria, tak sengaja saya masuk ke Web nya pak Ria, karena ingin tau sampai kapan listrik di batam ini Byar pet. Katanya besok tgl 29 & 30 sudah mati total. Sangat di sayangkan memang bila krisis ini merambah komplek industri. Semoga pihak PLN dan Aparat yang terkait bisa, mencari kan solusi yang tepat sehingga listrik di Kota Batam, kembali normal seperti sedia kala.

    Wassalamualaykum WR Wb
    ———
    Hi Pak Joni Gusril, Assalamu ‘alaikum wrwb.
    Apa kabar Pak, Gimana teman2 lain di Thomson, sy degar akan ada rencana rasionalisasi di sini, betulkah?
    BTW: mengenai rencana Pemadam Lisitrik, kami dari Pemko Batam belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari PLN, jadi saya belum dapat memastikannya… saat menjawab ini pukul 00.38wib dinihari… so give me time to confirm with PLN on tomorrow Morning.
    Salam beat teman2 lama.
    Thanks & Wassalam
    Ria

    Pak Joni pls see the answer below as per Answer that I have passed to Mr. Adele.

    Btw: Regarding the electricity Black out, Even we have did several meeting to handle this issue. For the long term solution This morning we just conduct another meeting with Head Director of Batam PLN to Plan the meeting with Minister of Energy and Mineral Resources & the other stack holder in Jakarta as per tentative schedule is on 1st of July.

    While the long term action need to be implement, we just have a good news. Tomorrow PLN just got the additional Gas Supply from the PGN (Government Gas Supplier Company). So the duration of black out will be slightly reduces, since tomorrow.

    But the Bad news thing is, for the company that getting the electricity from the Electric Power Supply with the Gas Turbine system Generator not PLN one, such as the Batamindo Industrial estate, they will absolutely zero Gas Supply since tomorrow.

    Hopefully that the meeting with The Mr.Minister next Monday will get the best answer to solve the problem permanently and ASAP.
    We’ll do our best in order to save our 900 foreign Investors in Batam.
    Thanks for the attention & forgive us for the Inconvenient.

    Best Regards
    Ria

  2. Hi Pak Rai
    I’m an expat working in Batam and by chance I encountered your blog as I was trying to find out about the frequent black outs. It is most inconvenient. Batam is such a wonderful city yet we have been plunged in darkness every night for the past weeks. Do you know when this will end?
    ——–
    Hi Mr. Adele, Thanks for your visit & comment, thanks also to be a wonderful Citizen of Batam.
    Btw: Regarding the electricity Black out, Even we have did several meeting to handle this issue. For the long term solution This morning we just conduct another meeting with Head Director of Batam PLN to Plan the meeting with Minister of Energy and Mineral Resources & the other stack holder in Jakarta as per tentative schedule is on 1st of July.

    While the long term action need to be implement, we just have a good news. Tomorrow PLN just got the additional Gas Supply from the PGN (Government Gas Supplier Company). So the duration of black out will be slightly reduces, since tomorrow.

    But the Bad news thing is, for the company that getting the electricity from the Electric Power Supply with the Gas Turbine system Generator not PLN one, such as the Batamindo Industrial estate, they will absolutely zero Gas Supply since tomorrow.

    Hopefully that the meeting with The Mr.Minister next Monday will get the best answer to solve the problem at all and ASAP.
    We’ll do our best in order to save our 900 foreign Investors in Batam.
    Thanks for the attention & forgive us for the Inconvenient.

    Best Regards
    Ria

  3. Pak Ria,
    Terima kasih atas jawabanya,,
    Mengenai PT Thomson saat ini mengarah ke merger, semoga karyawan nya mendapat yang terbaik.

    Kembali mengenai pemadaman listrik, sangat di sayangkan dan malah saya rasa berbahaya bila hal tsb, menimpa kawasan industri yang sangat membutuhkan listrik. Batam yang saat ini menggeliat dengan konsep Free Trade Zone akan morat marit bila kasus listrik ini tidak di tanggapi secara cepat. Perusahaan yang mau invest akan pikiri-pikir lagi dengan kurangnya pasokan listrik dan malah perusahaan yang sudah exist , akan melirik kawasan industri lain seperti Malaysia, vietnam, thailand maupun china.
    Untuk hari ini , Kamis 29 may 2008, kawasan industri batamindo, telah menggunakan solar sebagai pengganti gas, dan efectnya perusahaan bersedia menambah biaya agar listrik di kawasan Batamindo tidak mati ( Black Out ). Karena bila perusahaan tidak beroperasi 1 hari saja, akan mengalami kerugian yang sangat banyak.
    Kita harapkan agar pihak terkait di pusat maupun di daerah segera menyelesaikan kasus ini, jangan sampai Pulau Batam di tinggalkan Investor seperti yang terjadi di pulau sabang.
    Ok,, Kita akan tunggu langkah kongkrit yang akan di ambil oleh pihak yang terkait..

    Wasalam
    Joni G
    ——-
    Pak Joni, The comfortable environment for the Investor is our concern too.
    Kami setuju dengan Pentingnya kawasan industri untuk memiliki pasokan Listrik yg stabil, dan kami harap khususnya kawasan Batamindo, semoga walaupun pasokan Gas kesana zero semoga dengan kehandalan Eletric Power Supply di sana, mereka sudah mempersiapkan system redundant, jadi mereka masih tetap bisa survive walaupun akan menambah cost operationalnya.

    Semoga pertemuan dengan Kementrian ESDM Senin ini dapat menjadi solusi permanet untuk Batam, termasuk seluruh kawasan Industri.
    BTW: Thomson University is my very wonderful memory included the people it self.
    Hopefully all my colleague here will having best future.
    Salam untuk teman-teman disini.
    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s