Pemilih Tak Harus Ber-KTP SIAK

Tuesday, 29 April 2008
BATAM (BP) – Partai politik (Parpol) bisa bernapas lega. Direktorat Jendral Administrasi Kependudukan (Adminduk) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) menegaskan, calon pemilih dalam pemungutan suara 2009 mendatang tidak harus mengantongi KTP SIAK. Kepastian ini, diketahui sebagai oleh-oleh perwakilan Batam yang berkonsultasi ke pusat soal KTP SIAK, Jumat (25/4) lalu.Tidak seperti direncanakan, konsultasi hanya diwakili Asisten Pemerintahan Asyari Abbas dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Sadri Khairuddin. Tidak ada perwakilan dari Komisi I. Mereka masih dalam masas reses, penutup masa sidang pertama tahun 2008.

Dalam keterengan Dirjen Adminduk Depdagri, Rasyid Saleh, seperti yang disampaikan Asyari, tidak ada kaitan antara warga yang ber-KTP SIAK dengan haknya memilih.

“Yang menjadi syarat pemilih adalah harus terdaftar sebagai pemilih oleh KPU setempat dan dapat menunjukkan identitas diri,” jelas Asyari yang baru saja kembali dari konsultasi dengan Dirjen Adminduk, kemarin siang.

Hal ini didasarkan pada UU nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD Pasal 149 ayat (1) dan (2). Dikatakan bahwa pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara di TPS meliputi; pemilih yang terdaftar pada daftar pemilih tetap pada TPS yang bersangkutan dan pemilih yang terdaftar pada daftar pemilih tambahan.

Adapun pemilih tambahan dimaksud harus menggunakan hak pilihnya di TPS lain/TPSLN dengan menunjukkan surat pemberitahuan dari PPS untuk melakukan di tempat lain. Selain itu, pemilih juga harus menunjukkan KTP atau identitas lain seperti ijazah, SIM, atau paspor. “Jadi sama sekali tak menyebut syarat KTP SIAK. Data calon pemilih juga sudah diserahkan sejak Sabtu (5/4) lalu,” jelas Asyari.

Dengan hasil konsultasi ini, Asyari berencana segera menyurati DPRD secara resmi. Asyari juga berharap, masalah ini tidak lagi menjadi polemik di masyarakat maupun elite politik. “Masyarakat tak usah khawatir,” imbaunya.
Sebelumnya, kata Asyari, ada informasi di media yang mengatakan bahwa pemilu wajib dengan KTP SIAK.
Ketua DPRD Soerya Respationo yang dimintai komentarnya, mengaku telah mendapat informasi lisan dan merasa lega dengan hasil ini. “Dari aspek politik, kita lega. Tapi dari aspek sosial, ini (KTP SIAK, red) tetap penting sebagai identitas diri,” jelas Soerya, usai reses di Kecamatan Batam Kota, kemarin.

Ia juga menyatakan kesetujuannya dengan ucapan Wakil Wali Kota, Ria Saptarika beberapa hari lalu yang mengharap agar KTP SIAK tetap berlanjut, tapi jangan dipaksakan apalagi dihentikan. “Prinsipnya, kalau belum siap, jangan dibilang siap,” katanya.
Sesuai kesepakatan dalam rapat gabungan pimpinan bersama jajaran dan camat-camat itu pula, disepakati bahwa hasil konsultasi akan difinalkan dalam forum serupa. “Dalam waktu dekat saya akan usulkan ke Panmus,” tukas Soerya.

Sementara, Camat Batam Kota Dasrul Azwir menambahkan, dalam kondisi normal di mana tidak ada gangguan listrik padam dan gangguan jaringan, KTP SIAK baru akan tuntas dalam tiga tahun ke depan. Saat ini, seperti dipaparkan Sadri dalam rapat gabungan pimpinan beberapa waktu lalu, persentase warga yang memiliki KTP SIAK, baru mencapai 24 persen saja. (ary)

Advertisements

2 thoughts on “Pemilih Tak Harus Ber-KTP SIAK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s