Ria Takut SIAK Dibatalkan

Kamis, 2008 Mei 01

Penolakan diberlakukannya Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam pembuatan KTP di Batam sudah merembes ke kalangan masyarakat. Dalam reses Ketua DPRD Kota Batam Soerya Respationo, banyak warga yang mempersoalkan masalah KTP. Ada di antara wakil rakyat yang meminta sistem SIAK ini agar dibatalkan.
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota (Wawako) Batam Ria Saptarika, mengaku kecewa jika SIAK dibatalkan. Dan ia mengakui, bahwa dengan banyaknya tahapan-tahapan yang belum siap, Batam tidak akan bisa menerapkan SIAK sebagai syarat untuk pemilu.
“Menurut pandangan saya, saya sepakat dengan yang lainnya. Bahwa SIAK tidak satu-satunya syarat untuk mengikuti pemilu. Namun, tidak membatalkan SIAK untuk kepentingan identitas,” ungkapnya, Minggu (27/4).

Katanya, dengan diterapkannya sistem SIAK ini Batam telah memiliki data base kependudukan. Ia sangat menyayangkan jika hal yang membawa kemajuan untuk kedepan justru dibatalkan. Diakuinya dengan baru diterapkannya sistem SIAK ini, banyak masalah yang timbul. Baginya tidak masalah jika masyarakat mengkritisi sistem SIAK ini. Namun, tidak menyudutkannya dan menuding ini untuk kepentingan partainya.
Keseriusannya menangani SIAK, di samping karena amanat UU, juga karena pentingnya data base. Dan ia memiliki back ground tentang IT. Apa yang telah dilakukan untuk sistem SIAK ini, ia mengatakan masyarakat bisa mengecek langsung ke Disduk dan Kominfo. Sekali lagi ia membantah bahwa getolnya ia mengurusi SIAK ini bukan karena kepentingan PKS.
Ria berharap agar masyarakat membarikan kesempatan pada pemerintah. Sehingga apa-apa yang menjadi kendala dalam penerapan sistem SIAK ini bisa teratasi.
Diakui Ria, dengan kondisi PLN Batam yang melakukan pemadaman bergilir sangat berdampak pada penerapan sistem on line yang digunakan dalam pembuatan KTP SIAK. Pasalnya, server di kecamatan harus dihubungkan dengan server induk di Disduk. Jika terjadi pemadaman listrik baik di kecamatan mau pun di kantor Disduk, maka proses pencetakan KTP tidak dapat dilakukan. “Ini masalah di lapangan dan tidak bisa dihindari,” katanya.
Soal hanya 24 persen warga Batam yang memiliki KTP SIAK tidak dipungkiri Ria. Jumlah 24 persen itu diperoleh karena masyarakat Batam melakukan perpanjangan KTP. Karena tidak ada aturan baik lisan yang dikeluarkan pusat, agar masyarakat mengganti KTP kuning dengan KTP SIAK.
“Kita tetap menunggu program pemutihan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Saya melihat bahwa pak wali kewalahan dan risih dengan kondisi yang ada,” jawabnya ketika ditanya sikap wali kota.(Batam News)

3 thoughts on “Ria Takut SIAK Dibatalkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s