Tiga Jam, 600 Berkas KTP Siap

Saturday, 03 May 2008
BATAM (BP) – SEHARI setelah melatih operator entry data sistem informasi administrasi kependudukan, proses pembuatan KTP SIAK di lantai IV Kantor Wali Kota Batam langsung dimulai, Jumat (2/5), kemarin. Ada 20 operator dan 20 komputer yang siap memproses 11.437 berkas permohonan yang ditarik dari kecamatan-kecamatan.Menurut Kepala Badan Kominfo Batam Muramis, proses entry data kemarin, termasuk uji coba hari pertama setelah server kependudukan dipindah dari kantor Disduk dan Capil di Sekupang ke lantai VII Kantor Wali Kota Batam, tempat Badan Kominfo berkantor.

“Semuanya lancar. Satu orang bisa sampai menyelesaikan 30 berkas dalam waktu tiga jam,” katanya, tadi malam. Artinya dengan tenaga 20 orang, maka 3 jam bisa 600 berkas KTP siap.

Selain di lantai IV, kata Muramis, lalu lintas entry data SIAK dari kecamatan-kecamatan dan Disduk juga berjalan normal. Bahkan, lebih baik dibanding saat server kependudukan itu masih ada di Sekupang.
“Kalau di Kantor Wali Kota kan lebih dekat dengan kecamatan-kecamatan. Bahkan, kalau di sini lebih cepat,” tukasnya.

Keuntungan lain jika server kependudukan itu berada di Kominfo, lanjutnya, adalah tak adanya gangguan seperti terkena pemadaman listrik. Karena Pemko Batam memiliki genset yang berfungsi jika listrik mati.
Meski server kependudukan itu berada di Kominfo, kata Muramis, akses ke server itu tetap berada di bawah Disduk. “Kami tak ikut-ikutan. Semuanya masih dipantau Disduk dari kantornya,” katanya.

Seperti diberitakan, untuk mempercepat pembuatan KTP SIAK, Pemko Batam menarik berkas di kecamatan ke Kantor Wali Kota Batam. Selain melakukan entry data, KTP SIAK juga dicetak di sana.

Kemudian, untuk menghindari tertukarnya berkas antar kecamatan, proses entry data akan dilakukan bergilir. Dimulai dari kecamatan yang tumpukan berkasnya paling banyak, seperti Kecamatan Sekupang yang mencapai 1.900 berkas.

Setelah Sekupang, kecamatan yang berkasnya paling banyak menumpuk Kecamatan Sagulung dengan 1.600 berkas. Lalu Batam Kota dengan 1.300 berkas dan Lubukbaja 1.200 berkas. Delapan kecamatan lain, jumlah pemohon yang menumpuk di bawah 1.000-an berkas.

Dengan kalkulasi satu operator bisa menyelesaikan 30 berkas sehari, maka dalam satu hari KTP yang akan selesai mencapai 600 KTP. Sehingga, 11.437 berkas itu akan selesai dalam waktu 20 hari kerja atau kira-kira satu bulan.

Soerya Usul KTP Kuning
Sambil menata permasalahan pembuatan KTP SIAK, Pemerintah Kota Batam diminta tetap melayani pembuatan KTP kuning bagi warga yang baru mengurus KTP. Minimal, masalah masyarakat yang belum memiliki identitas kependudukan bisa teratasi.

“Jika harus semua dengan KTP SIAK, berapa lama pencari kerja atau mereka yang akan berobat harus menunggu?” ujar Ketua DPRD Soerya Respationo dalam konfrensi pers kemarin, di ruang rapim, DPRD.
Ia menilai, kepentingan warga seperti ini yang kurang mendapat perhatian Pemko Batam. Belum lagi beberapa instansi mengharuskan warga menggunakan KTP SIAK, misalnya dalam pembuatan paspor.
Untuk masalah ini, dirinya meminta Wali Kota Batam mengeluarkan surat edaran agar tidak mewajibkan dulu segala macam urusan dengan KTP SIAK. “Dari masalah ini, kita bisa lihat Pemko belum siap dengan program KTP SIAK,” ucapnya.

Ketidaksiapan Pemko di mata Soerya, juga terkait alasan-alasan klasik yang diucapkan sebagai jawaban masalah pembuatan KTP SIAK. Misalnya masalah server, kurangnya SDM, dan komputer.
Terkait blangko KTP kuning yang sudah ditarik, Soerya mengatakan, tak masalah. Blangko, katanya, bisa saja dicetak ulang. Yang terpenting, masalah kemasyarakatan bisa teratasi dulu.

Fakta di lapangan, Pemko gencar melakukan razia KTP kepada warganya. Sayangnya, langkah ini tidak diiringi kebijakan kemudahan pembuatan KTP. Sebab bisa saja warga yang dalam masa menunggu KTP SIAK-nya jadi, terkena razia. Sedangkan KTP-nya masih tertahan di Disduk atau kecamatan. “Tidak bisa satu sisi merazia, satu sisi menghambat,” ujar Soerya sambil mengisyaratkan tanda kutip dalam kata ‘menghambat’ yang ia ucapkan.

Dalam pertemuan unsur pimpinan Senin (5/5) mendatang, yang mengagendakan laporan hasil konsultasi perwakilan Batam ke Depdagri, dirinya juga kan mengusulkan hal ini. Dalam pertemuan nanti, akan ada keputusan solusi maslah KTP SIAK.

Dalam masa menunggu ini, dirinya mengaku tak khawatir kemungkinan suara dalam pemilu nanti hilang akibat warga KTP-nya masih tertahan di Disuduk atau kecamatan. Sebab, katanya, ada daftar pemilih sementara (DPS) dan akan diverifikasi di daftar pemilih tetap (DPT).

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam Sadri Khairuddin mengatakan, Pemerintah tidak mungkin menerbitkan KTP kuning lagi.

Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan Pasal 7 ayat (1) hurf c yang mengatakan, pengaturan teknis penyelenggaraan administrasi kependudukan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Peraturan ini mengatakan tidak dibenarkan lagi menerbitkan KTP kuning, sebab sudah ada KTP SIAK,” jelas Sadri. (med/ary)

One thought on “Tiga Jam, 600 Berkas KTP Siap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s