Soerya: Terbitkan KTP Kuning

Selasa, 2008 Mei 06

Pemko Belum Siap Terapkan SIAK

Carut-marutnya proses pembuatan KTP di Batam, menurut Ketua DPRD Kota Batam, Soerya Respationo salah satu solusinya KTP Kuning tetap diterbitkan bagi warga yang belum punya KTP. Namun, untuk proses SIAK tetap berjalan dikhususkan untuk masyarakat yang ingin memperpanjang KTP. Mengenai blangko KTP Kuning yang sudah ditarik, menurutnya bisa dicetak kembali.
Hal itu disampaikan Soerya Respationo dalam Rapat Pimpinan (Rapim) DPRD Kota Batam, Jumat (2/5). Kata Soerya, usulan KTP Kuning tetap diberlakukan itu karena ia masih banyak mendengar keluhan di lapangan soal lama dan rumitnya proses pembuatan SIAK. Sementara, SIAK itu tidak hanya untuk kepentingan pemilu semata. Tapi juga sangat dibutuhkan bagi masyarakat yang ingin melamar kerja, membuka rekening di bank hingga mengurus paspor.
“Selain untuk kebutuhan melamar kerja, di sisi lainnya, Pemko juga melakukan razia KTP. Sementara KTP di kecamatan belum selesai-selesai juga. Ini kan menjadi kontroversi,” ujar Soerya.

Senin mendatang, rapat gabungan pimpinan akan mengundang wali kota, wakil wali kota dan alat kelengkapan dewan. Dalam rapat itu, DPRD akan meminta laporan resmi mengenai hasil konsultasi antara Asisten I Asyari Abas ke Mendagri beberapa waktu lalu. Soerya mengatakan, apa yang dijelaskan oleh Asyari di media, hasil konsultasi tersebut tidak resmi.
“Kita mengatakan tidak resmi bukan karena anggota dewan tidak ada yang ikut. Tapi, karena dalam rapat sebelumnya sudah disepakati yang akan menjadi pembicara adalah wali kota dan ketua,” jelasnya.
Selain meminta laporan hasil konsultasi, dewan juga akan meminta prosedur dan waktu pengurusan KTP hingga selesai. Keluhan yang diterima, KTP bisa selesai hingga dua bulan. Ketika ditanya kenapa lamban alasan yang disampaikan selama ini akibat server rusak, syarat belum lengkap, SDM terbatas. Alasan yang disampaikan ini, menurut Soery,a adalah alasan klasik. Pada dasarnya Pemko belum siap sepenuhnya dengan sistem SIAK ini.
“Masalah SIAK ini tidak bisa berlarut-larut, ketika akan melakukan perbuatan hukum kita harus mengantongi identitas. Jadi KTP Kuning harus dicetak kembali, Pemko jangan memplesetkan ini untuk kepentingan parpol,” paparnya. Baginya, silakan Pemko mentraining para operator, tapi itu bukan jalan keluar untuk menyelesaikan SIAK. Dalam rapat sebelumnya, Soerya mempertanyakan apakah dalam satu tahun masalah SIAK dapat selesai, pihak Pemko yang hadir kala itu menjawab tidak bisa selesai dalam setahun. “Mereka yang bilang tiga tahun ke depan baru selesai permasalahan SIAK,” ungkap legislator partai PDIP ini.
Tidak hanya persoalan KTP yang menjadi keluhan, masalah surat pindah juga. Pasalnya, setiap warga yang ingin mengurus surat KTP harus melampirkan surat pindah dari Disduk tempat asalnya. Menjawab hal itu, Soerya mengatakan tidak seluruh kabupaten atau kota sudah mempunyai kantor Disduk. Disamping itu, juga harus diperhatikan sudah berapa lama warga tersebut menetap di Batam. Jika sudah enam bulan, harusnya, Pemko bisa memberikan kemudahan-kemudahan.
“Hal ini juga akan kita sampaikan dalam rapat koordinasi Senin mendatang. Begitu juga dengan surat miskin yang dipindahkan ke Disduk. Apakah dengan dipindahkannya ke Disduk tidak akan kecoloangan. Yang perlu dilakukan itu melakukan pengecekan, bukan memindahkan,” sarannya.(Batam News)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s