Stres dan Salah Gaul, Gagal Ikut UN

Tuesday, 06 May 2008
BATAM (BP)- Dua bangku di ruang ujian SMP 12 Batam kosong sepanjang hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional, kemarin. Rizky Saputra dan Said Zulfadli, si pemilik bangku tidak hadir ke sekolah.”Dua siswa ini drop out (DO) dan sudah lama tidak masuk sekolah,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Batam, Guswandinata kepada Batam Pos, Senin (5/5).
Rizky Saputra sudah sejak bulan Maret lalu tidak masuk sekolah. Awalnya kata Guswandinata, Rizky yang tinggal di komplek Rutan mengeluhkan tentang masalah transportasi pulang pergi ke sekolah. Lalu pihak sekolah langsung mengupayakan dengan memberikan angkutan transportasi gratis.
“Seharusnya sudah tidak ada masalah lagi. Tapi tetap saja dia tak mau sekolah. Anaknya memang bermasalah. Suka bergaulnya dengan preman. Mungkin terpengaruh jadi dia tak mau sekolah,” kata Guswandinata.
Satu siswa lagi yang tidak UN adalah Said Zulpadli. “Sebenarnya anaknya cukup baik, tapi karena terganggu kejiwaan (stres, red), sejak ditinggal orang tuanya, dia jadi tidak mau sekolah lagi sejak Februari,” katanya.
Kata Guswandinata, saat ini kedua orang tuanya sudah tidak ada. Itu yang mungkin jadi mengguncang jiwanya. Pihak sekolah sudah berusaha maksimal untuk merangkul dia.
“Soal biaya juga kita bantu gratiskan. Teman-temannya banyak yang bersimpati karena anaknya juga cukup baik. Teman-temannya sudah berusaha membujuknya agar masuk sekolah. Tapi tetap saja anaknya berkeras tidak mau sekolah lagi,” katanya.
Namun, setelah Batam Pos mendatangi rumah Zulfadli di Perumahan Green Land, seorang perempuan mengaku sebagai ibu kandungnya. “Saya ibu kandungnya,” kata perempuan itu. Zulfadli saat itu masih tidur.
Tahun ini, kata Guswandinata pelajar SMPN 12 yang ikut UN ada 223 siswa di luar kedua siswa yang telah DO tersebut. Untuk target kelulusan, pihaknya yakin bisa 100 persen.
Siswi SMP Negeri 12 Batam, Maya Sari Okta mengaku optimis bisa lulus tahun ini. “Lumayan susah soal Bahasa Indonesia, soalnya banyak paragraf-paragraf panjang,” katanya.
Hal senada diungkapkan Zulfakril Makrub. “Paling ditakutin matematika,” kata Zul, sapaannya. Empat kali mengikuti try out, Zul mengaku tidak lulus. “Kalau UN sekarang serius. Soalnya nanti kalau gak lulus malu,” kata Zul.
Sementara itu, Satu siswa SMP Harmoni di Bengkong tidak mengikuti UN, Senin (5/5) kemarin karena sakit. “Hari ini baru dibawa ke dokter, kami belum tahu pasti sakitnya apa. Cuma dia memang demam dan dibawa berobat oleh orang tuanya pagi kemarin,” kata Kepala Sekolah SMP Harmoni, Dahril Efendi kepada Batam Pos.
Siswa yang tidak ikut UN bahasa Indonesia tersebut nantinya bisa ikut UN susulan pada Senin 12 Mei mendatang. “Mudah-mudahan besok sudah bisa masuk dan ikut UN matematika. Tapi kalaupun masih sakit. Ya artinya dia bisa ikut UN susulan dengan soal ujian khusus untuk UN susulan,” ujar Dahril.
Tahun ini, ada sekitar 203 pelajar SMP Harmoni yang tercatat peserta UN. Pihaknya menargetkan tingkat kelulusan di SMP Harmoni bisa mencapai 100 persen. Namun berdasarkan try out sebanyak empat kali di SMP Harmoni, rata-rata tingkat kelulusannya hanya mencapai 80 persen.
Terlambat
Gara-gara panitia yang memegang kunci ruangan tempat ribuan eksemplar soal disimpan terlambat datang ke Mapolsek Batam Kota, pelaksanaan ujian nasional (UN) di SMP 8 Nongsa molor sekitar 10 menit dari jadwal semula.
Menurut sejumlah panitia pelaksana UN tingkat sekolah, petugas dari Disdik Batam itu baru datang sekitar pukul 07.00 WIB. Padahal jadwal pengambilan soal oleh panitia sudah ditetapkan pukul 06.00 WIB atau paling telat 06.30 WIB.
“Kami sudah datang tepat waktu dan terpaksa menunggu. Soalnya panitia dari Dinas Pendidikan yang memegang kunci ruangan tempat menyimpan soal UN baru datang jam 07.00 WIB,” ungkap salah seorang panitia UN tingkat sekolah yang enggan disebutkan namanya kepada Batam Pos di SMPN 12 Batam, Legenda Malaka, Batam Centre, Senin (5/5).

Keluar Lebih Cepat
Peserta UN di SMP Ibnu Sina, keluar lebih cepat dari jadwal di hari pertama, Senin (5/5). Mereka keluar dari ruang ujian saat bel peringatan kedua berbunyi. Padahal masih ada waktu lima menit lagi.
Pada hari pertama UN kemarin, peserta menghadapi mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sesuai jadwal, ujian dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB. Namun siswa peserta UN di Ibnu Sina keluar pukul 09.55 WIB. “Ini baru peringatan kedua. Masih tersisa lima menit lagi,” ujar seorang guru melalui pengeras suara.
Namun sebagian besar peserta UN sudah terlanjur mengumpulkan lembar jawaban dan meninggalkan ruang ujian. Sementara di SMP 16 Tanjungpiayu, penyelenggaran UN berlangsung lancar. Siswa tidak ada yang mengeluh dan menyampaikan masalah kepada guru.
“Hari ini lancar dan aman. Mungkin karena bahasa Indonesia jadi aman-aman saja. Besok mungkin baru agak berat karena Matematika,” kata Wakil Kepala Sekolah SMP 16 Apridal, kemarin.

Lancar
Tim Inspektorat dari Departemen Pendidikan Nasional yang turun ke Batam memantau pelaksanaan UN SMP menilai ujian hari pertama berjalan lancar. Inspektorat tak melihat ada indikasi soal bocor atau soal bermasalah.
Salah seorang anggota tim, R Sinurat mengatakan, pantauannya pelaksanaan UN hari pertama berjalan lancar. Ia tak menemukan adanya soal yang cacat atau lembar jawaban yang bermasalah.
“Tak ada indikasi soal bocor,” kata Sinurat usai memantau SMP 3 Seiharapan, kemarin.
Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika yang memantau UN di SMP 3 Seiharapan dan SMP 20 Tiban Koperasi menilai pelaksanaan UN SMP lebih lancar ketimbang UN SMA dan SMK. Cetakan soal, katanya jauh lebih bersih. Termasuk pula lembar jawaban tak ada bermasalah. “Siswa yang mengikuti ujian juga terlihat lebih tenang,” kata Ria.
Dalam kunjungan ke SMP 3 dan SMP 20 Tiban Koperasi, Ria didampingi Kadis Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin dan Sekretaris Disdik Batam, Zarefriadi. Muslim juga optimis pelaksanaan UN SMP sampai hari terakhir berjalan lancar.
“Saya sudah berkoordinasi dengan sejumlah kepala sekolah dan pengawas. Pelaksanaan UN tertib. Tak ada masalah,” kata Muslim.
Di SMP 3 Seiharapan, peserta ujian juga ada yang bergabung dari SMP Nurul Ammanatul Haq, SMP An Zaniah dan SMP Al Ghozali. Peserta UN dari SMP 3 sebanyak 289 orang. Dari SMP Ammanatul Haq 13 orang, sedangkan dari Al Ghozali 21 orang. SMP An Zaniah mengikutkan 10 siswa.
Kepsek SMP Nurul Ammanatul Haq, Endang Suhadi menyebutkan, semua siswanya ikut ujian. Siswanya ditempatkan dalam satu lokal. Sementara, Sabarudin dari SMP Al Ghozali mengatakan, 21 siswanya mengikuti ujian terpisah dalam dua ruangan. “Kita senang menumpang di SMP 3. Anak-anak tak jauh pergi ujian,” kata Sabarudin, kemarin.
Senada, Kepsek SMP 3 Seiharapan, Sahir mengatakan, tiga sekolah tersebut sudah beberapa tahun terakhir bergabung dalam pelaksanaan UN. SMP 3, katanya memiliki kapasitas ruangan. “Tak ada masalah. UN hari pertama lancar-lancar saja,” ujarnya. (ann/uma/ros/dea)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s