Advertorial alias berita iklan

Menjelang Pemilu 2009 telah membuat suasana perpolitikan di tanah air baik Nasional bahkan Lokal semakin menghangat.
Sebagai Rakyat, tentunya kita harus pandai2 memilih dan memilah informasi yg kita terima… agar kita tidak terjebak dengan propaganda yang ada.

Suatu contoh adalah Advertorial.
Advertorial adalah Berita Iklan, jadi kita harus dapat membedakan mana yang berita dan mana yang Iklan sehingga kita tidak terjebak kepada penafsiran yang salah akan suatu berita.
Berikut ini adalah contoh Advetorial yang di permasalahkan oleh pihak lain:

Presiden Serang Balik Wiranto

Kamis, 22-05-2008 | 01:23:34
JAKARTA, TRIBUN – Peta perpolitikan nasional semakin memanas. Memanfaatkan momentum rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan diputuskan pemerintah pada awal Juni mendatang, perang urat syaraf pun kian terbuka.

Mirisnya, perang urat syaraf justru dilakoni dua dedengkot purnawirawan TNI, yakni antara Jenderal (Purn) Wiranto dan Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini menjabat sebagai Presiden RI.

Pertikaian bermula dari munculnya advertorial alias berita iklan Wiranto di sejumlah media cetak nasional. Dalam iklannya,Wiranto yang mengenakan kaus berkerah warna biru tua bercampur warna hitam, terlihat berada di antara para nelayan Kampung Baru, Muara Angke, Jakarta.

Kehadiran Wiranto itu sekadar merayakan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Namun dalam perayaan itu, Wiranto melontarkan pernyataan yang cukup memanaskan telinga Presiden SBY. Dalam iklannya, Wiranto berharap agar Presiden SBY memenuhi janjinya untuk tidak menaikkan harga BBM seperti yang pernah diucapkannya beberapa kali kepada publik.

“Sampai sekarang saya masih berharap SBY tidak ingkar janji. Dan saya akan terus mengingatkan dia agar memenuhi janjinya,” kata Wiranto di sela kunjungan ke komunitas nelayan miskin di Kampung Baru, Muara Angke, Jakarta, Selasa (20/5) kemarin.

Tak hanya itu, Wiranto juga mengingatkan bahwa janji yang tidak ditepati bukan saja dilarang agama, tapi juga mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya.”Dan jika ini yang terjadi, pemerintahan di bawah kepemimpinan SBY dipastikan tak akan berjalan efektif,” ungkapnya.

Tak menunggu lama setelah iklan itu beredar di media cetak, Presiden SBY mendadak menggelar jumpa pers usai menerima kunjungan kenegaraan Presiden Hongaria, Laszlo Solyom di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/5).

“Unjukrasa yang bertemakan pangan dan energi saya kira juga mengetahui duduk persoalan sesungguhnya. Apalagi bagi elit, bagi ekonom, bagi politisi yang juga saya tahu ikut melakukan protes-protes sosial, aksi-aksi politik yang berwujud pada gerakan jalanan ini, saya berharap kita ini bisa menjadi bagian solusi,” kata SBY yang saat itu diapit Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menlu Hassan Wirajuda, Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng, dan Dino Patti Djalal.

Menurut SBY, melakukan protes-protes di Tanah Air pada dasarnya wajar dilakukan. Karena demonstrasi yang menumpahkan protes-protes dari massa aksi merupakan keniscayaan demokrasi.

“Saya tahu ini tahun politik dan tahun depan adalah tahun pemilu. Tapi mesti ada kontrol hati nurani, kontrol pikiran kita semua,”ujarnya.

Langkah itu, lanjut mantan Menko Polhukam era kepemimpinan Megawati itu, akan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat di Indonesia. “Marilah kita bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa. Marilah kita sama-sama ketika negara mengalami masalah sebagaimana negara yang lain. Jangan menimbulkan masalah baru yang melebihi batas kepatutan sehingga semua yang kita lakukan bermanfaat bagi rakyat. Jangan ditambah lagi penderitaan rakyat karena diantara kita keluar dari apa yang sesungguhnya kita lakukan secara bersama,” urainya. SBY menambahkan, permasalahan yang diletakkan pada pondasi yang benar, dan tepat akan terbebas dari belenggu kepentingan kekuasaan pribadi.

“Kita mendudukan masalah pada letaknya yang benar. Bagi yang berunjukrasa, apabila temanya tepat, dengan idealisme yang tinggi, bebas dari kepentingan kekuasaan pribadi sebagaimana yang disuarakan mahasiswa, sangat saya dengar. Itu menjadi bagian dari upaya kita untuk membenahi apa yang ada di negeri ini untuk melanjutkan reformasi mencapai tujuan yang diharapkan,” ujar SBY.

Tendensius dan menyesatkan
Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa menilai berita iklan yang dilayangkan Wiranto menyesatkan pemikiran masyarakat Indonesia. “Itu sangat tendensius dan bisa menyesatkan. Seakan-akan presiden berjanji tidak menaikkan BBM. Padahal tidak ada presiden mengatakan saya berjanji tidak akan menaikkan BBM,” tukas Hatta.

Mantan Menhub Kabinet SBY-JK ini mengatakan, berita iklan tersebut mesti diluruskan karena untuk ke depannya, posisi SBY akan semakin terjepit atas hal tersebut.

“Kalau tidak dijelaskan, gampang ditebak. Iklan itu akan berlanjut, seakan-akan kalau seandainya BBM dinaikkan, iklannya itu berubah SBY tidak menepati janji. Ini menyesatkan, karena tidak pernah presiden mengeluarkan statement seperti itu. Presiden selalu berjanji akan melaksanakan perbaikan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Hatta yang didampingi Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mendesak semua pihak untuk melakukan etika politik di hadapan masyarakat. “Marilah kita berpolitik dengan beretika, supaya semua teduh, enak. Semua itu bisa didiskusikan secara baik. Itu lebih enak dan santun,”ujarnya.

Meski mendapat posisi yang terjepit, Hatta mengaku tidak akan menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Tidak perlu. Yang penting beretika santun dalam berpolitik ini,” terangnya.

Hal senada dikemukakan Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng. Kepada wartawan, Andi menjelaskan, Presiden Yudhoyono tidak pernah berjanji tak akan menaikkan kembali BBM paska kenaikan BBM pada 2005 lalu. “Presiden tidak pernah janjikan itu. Waktu ada yang tanya kapan

BBM akan dinaikkan, presiden memberikan penjelasan belum dipertimbangkan. Dan kita cek record-record kita tidak ada,” sergahnya.

Andi mengatakan, Presiden SBY hanya menyatakan kenaikkan harga BBM itu adalah opsi terakhir kebijakan pemerintah menyikapi lonjakan kenaikkan harga pangan dan energi dunia.

“Konteksnya adalah presiden katakan itu opsi terakhir. Bahwa kita belum mmpertimbangkan untuk menaikkan harga. Waktu itu presiden pernah mengatakan selama harga minyak masih di bawah 100 dollar AS kita masih bisa tahan dengan pengurangan anggaran 10 persen di lembaga, efisiensi pertamina dan PLN,” tegasnya.(persda network/ade)

One thought on “Advertorial alias berita iklan

  1. Wah bener nih pak Ria. Wiranto, Prabowo, Soetrisno Bachir, dll, udah mulai gencar menanamkan image sosoknya ke khalayak ramai. Tadi saya abis nonton Indiana Jones di tuwentiwan jg sempet ngeliat iklan Harkitnas-nya soetrisno bachir diputer sbelum film dimulai🙂

    Tinggal nunggu iklannya pak Ria nih🙂
    ——–
    Ha ha ha… Mahal itu!
    Lebih baik ngurusin Blog aja kali🙂
    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s