Soal UN Bocor di Batam

Kamis, 24 April 2008
BATAM-Pelaksanaan ujian nasional (UN) di Batam tercoreng. Isu bocornya soal UN mata pelajaran matematika untuk siswa SMK Bisnis terbukti saat UN digelar Rabu (23/4). Foto copy bocoran soal UN matematika SMK Bisnis yang beredar luas sejak Selasa (22/4) sama persis dengan soal UN resmi keluaran Departemen Pendidikan Nasional yang diujikan kemarin. Berdasarkan pantauan Sijori Mandiri di lapangan, seluruh soal mata pelajaran matematika SMK Bisnis yang diujikan kemarin, baik naskah soal A maupun B, mulai soal nomor 1-40, benar-benar sama dengan foto copy bocoran soal UN yang dikirimkan oleh orang tidak dikenal ke sejumlah media massa dan instansi. Hal ini juga diakui Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin, Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Hardi S Hood, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Poltabes Barelang Kompol Herry Heryawan saat meninjau pelaksaan UN di SMK Ibnu Sina, Batam, Rabu pagi. Selain SMK Ibnu Sina, mereka juga mendatangi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) BBS dan SMK Kartini. “Iya setelah kita melakukan pengecekan bersama, ternyata soalnya sama persis dengan yang kita terima kemarin,” kata Muslim Bidin.Muslim Bidin menyerahkan pengusutan kebocoran soal UN ini kepada pihak kepolisian. Ia berharap polisi bisa mengungkap pelaku dan motif pembocoran soal UN mata pelajaran matematika ini.

Kapolda Kepri Brigjen Polisi Sutarman dan Kapoltabes Barelang Kombes Slamet Riyanto yang ditemui di tempat terpisah berjanji akan menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Keduanya menilai kasus ini merupakan pembodohan terhadap generasi muda yang tidak boleh terjadi.

“Kalau memang ada benar terjadi kebocoran soal (UN), kita akan selidiki,” kata Sutarman di Markas Polda Kepri, Batam Centre.

Sutarman memastikan kebocoran soal tidak terjadi setelah naskah soal tersebut disimpan di markas polsek-polsek. Ia menduga kebocoran soal terjadi pada tahapan lain sebelum disimpan di markas polsek. “Saya pastikan sosl-soal aman dalam pengawasan petugas kita,” katanya.

Ia mengungkapkan proses pengadaan soal UN sebelum diujikan kepada siswa memiliki beberapa tahapan, mulai dari penyusunan, pengetikan, pencetakan, pengepakan, hingga pengiriman ke markas polsek. “Nah, dalam proses-proses tersebutlah nantinya kita akan lakukan penyelidikan siap oknum yang telah melakukan pembocoran soal,” ujarnya.

Kapoltabes Barelang Kombes Slamet Riyanto menyatakan pihaknya kini tengah menyelidiki kasus ini secara intensif. “Kami sedang melakukan penyidikan secara intensif. Hingga saat ini pelapor juga tidak kami ketahui keberadaanya,” kata Slamet Riyanto.

Ia juga menyatakan akan memanggil sejumlah saksi untuk mengumpulkan informasi soal kebocoran soal UN tersebut. “Kita tanya dulu sumber-sumber itu, baru kita cari pelakunya,” katanya. “Bisa saja (bocor) saat dicetak. Namun, harus ada pengembangan lebih lanjut, tidak hanya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ismeth Abdullah yang ditemui usai membuka turnamen bola voli Sijori Mandiri Cup 2 di Lapangan Gapuro Batu Ampar, kemarin, tidak bersedia berkomentar banyak soal kasus ini. Ia hanya mengatakan bahwa kebocoran ini harus diusut secepatnya hingga tuntas.

Saat ditanya kemungkinan kebocoran terjadi saat pencetakan soal, Ismeth menolak menanggapi dengan alasan tidak mau menduga-duga. Soal UN untuk Provinsi Kepri dicetak di CV Era Cipta Perdana yang beralamat di kawasan Pelita, Batam. Pihak percetakan itu membantah tegas telah membocorkan soal UN matematika SMK.

Lebih lanjut, ketika ditanyakan apa sanksi yang akan diberikan jika ada keterlibatan PNS di dalamnya, Ismeth menyatakan akan menindak tegas orang tersebut. “Harus ditindak tegas, kalau perlu…(memperagakan seolah memotong leher-red). Menurut Anda apa sanksi yang bagus, usulkanlah,” ujarnya sembari berlalu.

Kepastian akan diadakan ujian ulangan nantinya, menurut Arifin baru akan ditentukan setelah dilakukan UN berakhir dan lembar jawaban para siswa selesai diperiksa. “Setelah UN saya akan rapat koordinasi dengan Kadisdik se-Kepri, membahas evaluasi pelaksanaan UN. Jika sampai terjadi ujian ulangan, tentunya ini sangat merugikan Batam, sebab imej Kota Batam cukup disegani dalam hal pendidikan,” katanya.

Tak Habis Pikir

Kemarin, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir secara mendadak mengumpulkan para guru matematika se-Kota Batam di Gedung Gurindam, Kantor Dinas Pendidikan Kota Batam, Sekupang. Rapat yang berlangsung tertutup itu membahas kasus kebocoran soal UN matematika SMK.

Saat dicegat sebelum rapat, Arifin mengaku belum bisa memastikan terjadinya kebocoran soal tersebut. “Kita tidak mau gegabah menvonis telah terjadi kebocoran soal UN yang diisukan itu. Tapi saya juga tidak mengelak adanya kebocoran, hanya saja kami belum melakukan pengecekan sampai akhir,” ujarnya.

Arifin mengaku kaget dan tidak habis pikir jika sampai benar terjadi kebocoran soal. Pasalnya selama ini Kota Batam dinilai cukup aman dalam setiap penyelenggaraan UN. “Saya nggak habis pikir itu terjadi mengingat ketatnya penjagaan soal. Tapi bisa saja kasus bocornya soal ini bermotif persaingan bisnis, atau malah mungkin ingin menjatuhkan saya, yang baru menjabat 2 minggu jadi Kadisdik,” ujarnya dengan nada bercanda.

Ditanya sumber kebocoran, Arifin mengatakan bisa dari mana saja, mulai dari percetakan soal, proses pengiriman hingga penyimpanan soal ke polsek-polsek.

Sementara itu, Wakil Walikota Batam Ria Saptarika menyatakan setuju dengan aksi orang yang menyebarkan bocoran soal UN matematika SMK ke media massa dan istansi pemerintah. “Secara pribadi saya mendukung aksi yang dilakukan orang ini, dengan begitu kita kan tahu kalau soal ini telah bocor, jika tidak dilakukan seperti ini kitakan tidak tahu,” ujarnya.

Ketika ditanyakan pendapatnya tentang dugaan sabotase yang mengarah pada politik persaingan percetakan, Ria mengatakan tidak bisa menduga. Dan jika hal itu terjadi, maka itu menjadi tanggung jawab Pemprov Kepri. “Kita tak bisa menduga-duga, itu diluar wewenang kita, itu kita serahkan pada pihak kepolisian dan pihak provinsi untuk menyelidikinya,” ujarnya. (sm)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s