Ramai-ramai Bikin Situs Sendiri

Selasa, 27 Mei 2008Kiat Politisi Sosialisasikan Diri Jelang Pemilu

Punya blog atau bahkan situs sendiri. Sekarang memang sudah zamannya. Ada yang bersifat personal sekadar untuk menumpahkan ide-ide tulisan, bisnis dan promo. Termasuk promo politik.

Pesta demokrasi tinggal setahun lagi, namun para politisi, baik di pusat maupun di daerah sudah berlomba-lomba memperkenalkan diri dengan melalui berbagai media. Namun, akhir-akhir ini, banyak yang melirik dunia maya sebagai tempat mempromosikan diri.

Sebuah riset di Malaysia pasca digelarnya pesta pemilihan rakyat di negara itu, partai oposisi pimpinan Anwar Ibrahim berhasil mendongkrak suaranya dan menggoyang UMNO. Salah satunya adalah karena sosialisasi yang gencar melalui internet.

Bagaimana di Kepulauan Riau dan Batam. Ternyata sudah banyak politisi lokal kita yang melek dengan teknologi yang satu ini. Contohnya, Anda bisa klik di alamat http://www.linabatam.com untuk melihat situs milik politisi PAN Batam, Setyasih Priherlina.

Disitusnya wanita yang disapa Lina tidak hanya memuat tulisan berupa profil. Tapi opini buah pikiran Lina, seputar kegiatannya, tentang perempuan di Batam sangat cerdas, tentang partisipasi perempuan partai politik dan tulisan tentang PAN hingga ekonomi.
Ada juga kliping koran yang dimuat disitusnya. Dari mulai saat Dia terjun ke dunia politik, melewati masa Pilkada hingga sekarang. Sebagai anggota DPRD Kota Batam, Lina dengan senang hati menerima masukan dan kritik lewat situs pribadinya.

Ada beberapa faktor pendorong yang membuat Lina membuat situs sendiri. Salah satunya untuk menepis anggapan kalau orang yang duduk di dewan itu semuanya sama.

“Pandangan masyarakat tentang orang yang di dewan itu suka disamaratakan. Dengan situs ini paling tidak masyarakat jadi tahu bahwa saya itu beda,” kata Lina kepada Batam Pos, Senin (26/5).

Menurut Lina, mempunya situs sendiri juga bisa dianggap sebagai cara berkomunikasi yang mudah dengan masyarakat. Terutama masyarakat yang sudah melek teknologi internet.

“Ini saya anggap sebagai bahasa komunikasi yang mudah. Saya tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga. Ini benar-benar terasa ringan. Saya berharap ada manfaatnya buat saya,” ujar Lina.

Sejak dibuat tanggal 10 Mei 2008 lalu, pengunjung situs http://www.linabatam.com, sudah lumayan banyak. Ada sekitar 13.861 pengunjung hingga Senin (26/5).

Yudi Kurnain, politisi PAN Batam juga punya situs sendiri yaitu http://www.yudikurnain.com. Juga Ade P Nasution yang memiliki situs http://www.adenasution.com. Isi situs yang dimiliki Ade mulai profil, politik, ekonomi, teknologi, pustaka, cakap bijak, hingga humor.

Situs lainnya adalah milik Wakil Walikota Batam Ria Saptarika. Alamat situs politisi dari PKS itu bisa diakses di riasaptarika.web.id. Karena saat ini, Ria posisinya sebagai Wakil Wali Kota Batam, isi situsnya lebih didominasi kebijakan dan program-program Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Di situs itu Ria juga bebas berinteraksi langsung dengan warganya melalui rubrik komentar tanpa lewat jalur birokrasi yang berbelit. ***

10 thoughts on “Ramai-ramai Bikin Situs Sendiri

  1. “bebas berinteraski dengan warganya melalui rubrik komentar tanpa lewat jalur birokrasi yang berbelit”

    hahahaha ada2 saja kalimatnya🙂 hai ini kan blog™ tapi masih nunggu moderasi hihihi masih ada birokrasi dikit🙂
    ——-
    Lagu luh Geblek!!!
    ini dalam berapa detik aja sudah di balas kok… eh malah entenya yg nyelem!!! biasanya YM nya ON!
    Kayak ngak tau aja… kalau saya buka langsug, tuh posting xxx masuk sini… kalau mau tahu tiap hari sy mesti unaprove hapir 20-an posting xxx
    Gimana kalau tanpa moderasi… jangan2 ente juga ikut2 tan,,,😀
    Jangan dimasukin hati… Mana Nyalinye!!!

  2. eh ada yg lupa bang, cuma mau bilang web [bukan blog] nya mereka masih keren ini ah, webnya masih gaya ABG, lah ituh masih makai kerlap kerlip hihihihihi
    ——
    Eh itu bukan kerjaan saya itu kerjaan Mas Farhan, beliaukan memang masih ABG…. mudah2 Mas Farhannya dengerin…. abis sy ngak sampai hati nge-delete-nya…
    kan beliau sudah bersusah payah membatu sy.
    walaupun contohnya hari ini baru saja sy men-delete Recent Photo… yg menurut hemat sy agak kebanyakan tampilan photo gitu… hehe.🙂
    BTW: Blog ini dibantuin juga oleh para college di Pemko, salah satunya Mas Farhan, Yayat dll, walaupun 90% nya sy kerjakan sendiri.
    Thanks & Wasslam
    Ria

  3. xixixixixi
    eh yg web spt abg bukan blog ini bang, tapi ituh web yg baru² diatas🙂 dipasang adsense pulak ;))

    untuk spammer pakai askimet dah manjur kok bang, tapi ya harus diaktipin dan di masukin keynya dulu. ditambah keyword2 saja. kalau ngecek komentar 1/1 bisa2 kriting ntar tangannya🙂

    hanya usul nih bang, keknya blog ini dikasih plugins Brian’s Threaded Comments okedeh, untuk menjawab komentar langsung dibawahnya, jadi lebih enak yg di jawab komentar yg mananya
    urlnya http://meidell.dk/archives/2006/12/19/brians-threaded-comments-159
    ———
    Ok nanti di coba. Terimkasih banyak ya!
    Wassalam
    Ria

  4. Kerlap-kerlip yang mana mas geblek?…wah musti nge-disain yang mutakhir sesuai pesanan mas geblek nih… hehe….

    dah lama ga OL nih di web ini (semenjak powered-nya berubah kali ya… : ) ). tapi masih tetep jadi visitor tetap tentunya …hehe.
    ——–
    Geblek jangan diikuti semua…. yg benar-benar aja… nanti ikut…🙂
    Just Kidding
    Wassalam
    Ria

  5. farhan: bukan blog ini bang, ituh yang katanya web baru🙂 *nunjuk keatas*.

    jangan dirubah inikan sudah kesukaan bang ria, warna biru biar keliatan romantis hahahaha eh salah dipercaya ya bang🙂

    weh OL kok tanya bang ria tuh biasa malam² gadangan mojok sama beliau sayah🙂

  6. weleh..web para anggota dewan kota batam kok seperti aji (asal jadi)…..yg bikin baru belajar yah…heheheh….

    Tp, its okay lah, yg penting punya web,,,,,,

  7. bagus juga deh bila anggota dewan dan pemerintah batam melek ICT .. namun bagaimana nih yang lebih luas lagi .. kan namanya dewan dan pemerintah kota batam harusnya juga merancang dan mengimplementasikan ICT yang sebesar-besarnya bermanfaat bagi masyarakat batam.

    saya ada artikel lama yang bisa dishare (http://www.geocities.com/hermanjul/eBatam.htm) :

    e-Batam: Sebuah Pemikiran

    Letak geografis Batam yang bertetangga dengan Singapura dan Malaysia seharusnya dapat mendorong pemikiran untuk menjadikan kota Batam sebagai e-Batam. Singapura telah membuktikan bagaimana mereka memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Kunjungi saja http://www.gov.sg, di dalamnya bisa kita rasakan bagaimana warganegara Singapura di’manja’kan dan dipermudah oleh pemerintahnya untuk mengurusi segala kepentingannya. Warga Singapura yang ingin membuat pasport, cukup akses ke situs tersebut dan masuk ke halaman Safety and Security, yang menjabarkan prosedur dan persyaratan yang diperlukan, dan kemudian bisa langsung mengajukan aplikasi on-line melalui system APPLES (Application for Passport On-line Electronic System). Di halaman yang sama juga mereka bisa melakukan transaksi perpanjangan SIM, atau bila ingin mengecek keaslian KTP seseorang juga bisa dilakukan secara on-line. Di halaman Family, keluarga dapat secara on-line mengurus surat perkawinan, dan akta kelahiran. Di halaman Education, diberikan informasi lengkap mengenai pendidikan dan daftar sekolah yang tersedia. Halaman-halaman lain yang ada termasuk halaman Kesehatan, Transportasi, Perumahan, dan penelusuran pekerjaan. Nilai-nilai positif dari pengalaman Singapura memanfaatkan TI ini menggelitik penulis untuk menerapkan hal serupa kepada kota Batam dan menuangkan pemikiran e-Batam dalam tulisan ini.

    e-Batam atau electronic-Batam merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif untuk mendukung kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Batam dan untuk memajukan eksistensi kota Batam dalam perekonomian dunia. Jelas disini basis sektornya adalah sektor pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan ekonomi-industri.

    TANTANGAN
    Beberapa pertanyaan kritis pasti akan muncul dari berbagai pihak menanggapi pemikiran e-Batam ini, namun jangan membuat kita pesimis tetapi kita buat pertanyaan ini sebagai tantangan dari e-Batam.

    Apakah tidak berlebihan bila Batam mencontoh Singapura yang notabene adalah negara maju sementara Batam (Indonesia) masih menjadi negara berkembang? Malah disinilah keuntungan Batam bila memanfaatkan TI. Banyak ahli menyatakan bahwa TI merupakan alat untuk melakukan loncatan katak ‘frog-leap’, yang bagi Batam merupakan ‘lompatan raksasa’ dari tahapan berkembang (Industrial Society) langsung ke tahapan informasi (Post-Industrial Society) tanpa perlu melalui tahapan negara maju (Developed Society).

    Lalu darimana dana untuk membiayai program ini? Melihat kondisi Batam saat ini yang mampu mengeluarkan 28 milyar rupiah untuk pembangunan gedung DPRD-nya (Sijori Pos, 1 Juni 2002), penulis merasa dana bukan masalah. Yang diperlukan adalah mengkaji kembali skala prioritas dari beberapa proyek yang sudah disetujui untuk didanai, memilah secara obyektif: yang produktif dan menambah nilai harus diprioritaskan, sementara proyek yang non-produktif bisa ditunda dulu.

    Apakah kita mempunyai sumber daya manusia yang cukup untuk membangun e-Batam? Penulis perkirakan tidak ada masalah untuk mendapatkan SDM yang diperlukan. Sekarang ini cukup banyak SDM TI Indonesia yang bekerja di Singapura, dan ini menunjukkan bahwa tingkat keilmuan dan ketrampilan SDM TI kita setaraf dengan SDM TI Singapura. Menurut penulis, langkah yang paling bijak dan aman adalah dengan melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi yang benar-benar memiliki kemampuan TI dan yang professional. Tidak perlu terlalu ‘chauvinis’ harus perguruan tinggi lokal, namun gunakan seleksi yang obyektif dan transparan. Sementara untuk SDM pengguna e-Batam juga perlu dilakukan program pelatihan, terutama untuk para aparat pemerintah yang langsung berinteraksi dengan e-Batam sehingga bisa mengoperasikan e-Batam secara optimal dan efisien.

    Bagaimana dengan infrastrukturnya? Untuk infrastruktur, pemerintah kota bisa bekerjasama dengan Telkom dan Indosat untuk menyesuaikan infrastruktur informasi (kapasitas dan distribusi) sehingga bisa menunjang operasional e-Batam.

    KESEMPATAN
    Di samping tantangan, e-Batam juga membuka kesempatan kepada masyarakat, pemerintah, dan kota Batam sendiri untuk berkembang dan memperbaiki diri. Beberapa kesempatan dijabarkan di bawah ini.

    Kesatu, e-Batam menjamin terwujudnya ‘good-governance’. Akar masalah korupsi, penyuapan, dan in-efisiensi pemerintahan adalah ketertutupan dalam institusi. Ketertutupan ini menyembunyikan semua permasalahan hanya pada lingkup tertentu. Lihat saja di beberapa institusi yang namanya Standard Operating Procedure atau prosedur operasi sengaja dibuat tidak jelas kepada masyarakat sehingga masyarakat menjadi bingung: tidak tahu kepada siapa dia harus pergi untuk berurusan, dokumen apa saja yang harus dilengkapi, berapa biaya yang ditetapkan, aktivitas apa saja yang harus dia tempuh, berapa lama proses pengolahannya, dan lain sebagainya. Hal ini menyuburkan ‘jamur’ yang namanya ‘uang pelicin’. Demikian juga dengan tersumbatnya saluran pelaporan pada berbagai institusi. Laporan masyarakat yang diajukan hanya disimpan pada tingkat dan lingkup tertentu saja, tidak naik ke atas, sehingga tidak ada tindak-lanjutnya sama sekali. Contoh kasus yang mengenaskan karena kontradiktifnya adalah laporan masyarakat mengenai kebocoran pipa air yang sering diabaikan, padahal manajemen institusi air mengeluh rugi dan berniat menaikkan tarif. TI yang memiliki sifat ‘transparansi informasi yang terakses oleh semua’ bisa menguak sifat tertutup dari institusi menjadi keterbukaan yang memungkinkan pengontrolan oleh semua. Pada kasus di atas, TI bisa memperjelas SOP karena TI hanya bisa diimplementasikan bila SOP sudah terdefinisi secara jelas, detail dan benar. SOP ini bisa diinternalisasikan dalam sistem aplikasi berbasis TI. Seperti contoh kasus Singapura di atas semua prosedur tercatat di situs web yang bersangkutan dan yang setiap transaksi prosesnya bisa dicatat untuk kemudian bisa digunakan sebagai bahan audit-trail. Demikian juga dengan saluran pelaporan, bagaimana teknologi internet dan email memungkinkan pelaporan yang diajukan masyarakat bisa diterima, dibaca, dan diperhatikan oleh banyak pihak: aparat institusi, atasan aparat, pimpinan institusi, dan masyarakat lainnya.

    Kedua, pelayanan terhadap masyarakat bisa dioptimalkan dari aspek kenyamanan, kecepatan, kemudahan, dan keamanan. Contohnya bisa kita lihat dari kasus Singapura di atas.

    Ketiga, daya saing Batam dalam industri, perdagangan, dan perekonomian bisa ditingkatkan. Kawasan sijori (Singapura, Johor, Riau-Batam) merupakan kawasan industri yang berkembang pesat. Dibandingkan ketiganya maka Batam masih dalam tingkat bawah. Institusi perdagangan dan industri Batam bisa ikut memanfaatkan fasilitas e-Batam baik untuk pertukaran data perdagangan secara elektronik (contoh di pelabuhan) ataupun berinteraksi secara on-line dengan mitra bisnis di seluruh dunia. Kedekatan melalui TI menutupi keterpisahan secara geografis dan ini bisa menjadi salah satu keunggulan kompetitif dari industri yang ada di Batam.

    Keempat, proses demokrasi dalam arti sebenarnya bisa dilaksanakan. TI memungkinkan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan kemasyarakatan menjadi lebih intensif. Terbukanya saluran pengaduan dan komunikasi memungkinkan masyarakat untuk ikut serta secara aktif melakukan pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan dan mempermudah akses untuk mengemukakan pendapatnya hingga bisa didengar oleh aparat pemerintahan.

    STRATEGI MENUJU e-BATAM

    e-Batam tidak bisa diwujudkan dalam jangka waktu 1 tahun dan menurut perkiraan penulis diperlukan waktu minimal 5 tahun. Untuk itu diperlukan satu strategi implementasi yang solid dan detil, yang singkatnya berisi sebagai berikut:

    Pertama, Tahap Perencanaan untuk membuat dokumen cetak biru yang menjabarkan secara detil dan matang akan seperti apa e-Batam pada akhirnya, aktivitas apa saja yang akan dilakukan dalam membangun e-Batam, siapa saja yang terlibat, dimana dikerjakannya, kapan aktivitas mulai dan selesai, dan ukuran-ukuran pencapaian targetnya. Yang tercantum dalam dokumen ini haruslah sesuatu yang siap untuk dijalankan.

    Kedua, membangun sistem back-office di satu atau dua institusi sebagai pilot project. Sistem back-office ini merupakan komponen utama (core) yang memungkinkan dimulainya interkoneksi e-Batam. Sistem back-office yang dimaksud disini adalah piranti lunak (aplikasi) TI, piranti keras TI, jaringan komunikasi, sistem prosedur standar, dan sistem pelatihan dalam institusi itu sendiri. Misalnya di kantor kependudukan dibangun sistem pencatatan kependudukan yang terkomputerisasi untuk menyimpan dan mengolah data kependudukan (lahir, sekolah, menikah, meninggal, mutasi) kota Batam. Sistem back-office ini akan memproses permintaan secara on-line melalui internet (softcopy) dan permintaan yang diajukan masyarakat yang secara langsung datang ke institusi yang bersangkutan (hardcopy).

    Ketiga, membangun sistem telekomunikasi dan infrastruktur informasi dalam lingkup kota Batam untuk mendukung program e-Batam, misalnya meningkatkan jumlah saluran telepon, meningkatkan bandwidh, dan lain-lain.

    Langkah keempat adalah mensosialisasikan TI seperti internet ke masyarakat dan mengusahakan peningkatan tingkat kepemilikan komputer atau handphone oleh masyarakat. Misalnya dengan mengadakan program kredit murah terhadap komputer dan handphone, mempermudah ijin pendirian warung internet, dan mengadakan pelatihan penggunaan internet di sekolah-sekolah.

    Kelima, setelah pilot project berjalan dengan baik maka dilakukan pembangunan sistem back-office di seluruh institusi yang terlibat dalam e-Batam seperti yang telah dirumuskan dalam dokumen cetak biru di langkah perencanaan.

    Keenam adalah membangun sistem interkoneksi antar institusi yang merupakan milestone penting dalam e-Batam. Kegiatannya meliputi pemetaan data antar institusi, pemetaan pelayanan institusi terhadap keperluan masyarakat, pemetaan informasi yang terakses dan yang dibutuhkan, dan integrasi antar sistem yang ada. Setelah itu dibangun situs web e-Batam yang menjadi titik temu antara aplikasi back-office, sistem interkoneksi, dan pengguna (masyarakat dan aparat pemerintah); yang disebut juga sistem front-office.

    Pada akhirnya struktur teknis seperti yang digambarkan dalam gambar Perspektif Teknis e-Batam akan terbentuk.

    PENUTUP

    Belajar dari pengalaman Singapura, teknologi informasi bisa menjadi satu alternatif bagi kita untuk memajukan kota, masyarakat, pemerintahan, dan industri Batam. Hal ini menjadi tantangan bagi aparat pemerintahan kota Batam, pelaku industri di Batam, dan masyarakat Batam untuk mempertimbangkan pemikiran e-Batam ini sebagai salah satu program pembangunan kota Batam dalam masa 5 tahun ke depan.
    ———
    Hi Mas Joel,
    Bagus sekali masukan dan pemikirannya, sy setuju sekali, kami tunggu masukan2 berikutnya, kalau bisa pls beri comment di sini http://riasaptarika.com/forum/viewtopic.php?t=116
    Btw: nanti akan sy coba includkan juga pada diskusi via email lainnya.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  8. Pak ria. janganlah masalah ktp melulu yang dikerjain. Tuh banyak jalan berlobang kayak kubangann kerbau persis kayak jalan jaman belanda. Eeeeee nunggu lagi anggaran tahun depan. ya cuma nempel gitu aja lamanya setahun. Kayakinya pemko tak ada duitnya aja. Kemana tuh duit…???????????
    Nunggu pada jatuh semua penggendara apa. Trus yang untung kan rumah sakitnya ya ngakkkkkk.
    Maaf ya pakkkk….
    ——–
    Hi Cak Ali,
    Terimakasih atas masukan dan kritik membangunnya!
    Masalah Jalan sebenarnya juga menjadi perhatian kami, tapi penegrjaan jalan ini harus memenuhi procedur yg ada, selain itu Masalah Jalan di Batam ini juga di handle oleh dua Instansi Pemerintah yaitu Pemko Batam dan Otorita Batam.

    Semoga dengan banyaknya masukan ini menjadi pendorong tersendiri untuk mempercepat proses penanganan jalan tsb.

    Kami juga berharap dan berdo’a semoga tidak terjadi masalah apa-apa bagi masyarakat.

    Sedangkan KTP, Saya kira ini juga tidak bisa dikesampingkan, karena Dia menyangkut hajat hidup orang banyak, sehari saja kalau proses KTP tidak jalan dan tidak ada yg mencerewetinya kurang lebih Seribu orang yg terbengkalai urusannya oleh karena 1000 KTP terhenti pengurusannya, itu baru satu hari!

    Jadi Insya Allah kami sudah proporsional lah dalam menangani masalah yg ada.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  9. I’ll gear this review to 2 types of people: current Zune owners who are considering an upgrade, and people trying to decide between a Zune and an iPod. (There are other players worth considering out there, like the Sony Walkman X, but I hope this gives you enough info to make an informed decision of the Zune vs players other than the iPod line as well.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s