Setahun, Pemalsuan KTP Mulus

Sabtu, 24 Mei 2008Polda Segera Panggil Imigrasi

BATAM (BP) – Selain mengamankan tersangka pemalsuan akte dan KTP SIAK Batam, Heru (HR), Polda Kepri juga menangkap Desmon T yang berperan sebagai penghubung pembuatan paspor.

Dia ditangkap saat akan menyerahkan order kepada Heru, Rabu (21/5) lalu Puri Legenda Blok A 15A, Batam Centre.

Desmon sendiri merupakan pemain lama di dunia pengurusan paspor di Batam. Namanya cukup tersohor di Kantor Imigrasi Batam. Kerjaannya membantu pengurusan paspor seseorang, agar lebih lancar dan cepat. Dia calo paspor. Kendati sudah lama main paspor, lelaki 53 tahun ini mengaku baru kenal Heru setahun belakangan.

“Kenal di Kantor Imigrasi. Dia nawarin saya kerja sama supaya pengurusan paspor cepat,” ujarnya di Mapolda Kepri, Batam Centre, kemarin.

Desmon yang sudah delapan tahun menjalani pekerjaan sebagai calo paspor ini, mengaku tergiur dengan ajakan Heru. Bukan apa-apa, Heru punya semua syarat yang dibutuhkan dalam pembuatan paspor, seperti KTP SIAK, akte kelahiran, kartu keluarga, akte nikah maupun ijazah. Apalagi secara fisik syarat-syarat itu nyaris sempurna.

Paspor tembak melalui jasa Desmon dihargai Rp1,2 juta. Dengan duit segitu, si pemesan tak perlu repot-repot melengkapi persyaratan. Paling cuma foto di Kantor Imigrasi. Dari setiap order paspor, Desmon mengaku dapat bayaran antara Rp150-250 ribu.

“Tergantung. Kalau banyak biasanya diborong, rata-rata jadinya Rp150 ribu. Tapi kalau cuma satu paspor biasanya saya dapat Rp250 ribu,” ungkapnya.

Hampir setahun pemalsuan ini mulus dan baru terungkap saat ditangkap Polda.
Sementara itu, Polda Kepri hingga kini masih terus mengembangkan kasus Heru dan Desmon. Pasalnya, pemalsuan ini diduga melibatkan banyak jaringan, termasuk oknum pejabat di instansi pemerintahan.

Direktur Reserse dan Kriminal Polda Kepri Kombes M Jupri mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bakal memanggil oknum pejabat di lingkungan Kantor Imigrasi Batam serta Dinas Kependukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam.

Pemanggilan itu didasarkan pada temuan barang bukti yang disita dari rumah Heru (35), tersangka pemalsu dokumen yang dibekuk Sat III Polda Kepri di Perumahan Puri Legenda Blok A 15 A Batam Centre, Rabu (21/5) lalu bersama Desmon. Barang bukti yang ditemukan di kediaman tersangka antara lain, akte kelahiran asli dan KTP SIAK yang ditandantangani pejabat Disduk Capil Kota Batam.

“Kami masih meneliti tandatangan tersebut dan akan melakukan kros cek terhadap pejabat di Disduk Capil,” kata M Jupri didampingi Kasat III Polda Kepri AKBP Bambang Prastiwanto kepada wartawan di Mapolda Kepri, Jumat (23/5).

Jupri menduga ada oknum Disduk Capil yang bermain dalam kasus ini. Selain akte kelahiran dan KTP SIAK yang ditandatangani oleh oknum pejabat, polisi juga menyita sekitar 1.000 blanko akte kelahiran yang masih kosong, ratusan kartu keluarga yang diduga asli, surat nikah, surat keterangan cerai, ijazah dari berbagai sekolah dan dinas pendidikan se-Indonesia, 40 stempel dan beberapa dokumen pendukung lain untuk pembuatan paspor. Juga disita ratusan lembar hologram, laptop, printer dan scaner.

Selain oknum pejabat Disduk Capil, polisi juga mengendus adanya keterlibatan oknum pejabat di Kantor Imigrasi. Menurut Jupri, rencana pemeriksaan oknum Imigrasi untuk mencari tahu, seberapa ketat pemeriksaan keabsahan dokumen di instansi tersebut.

Dugaan keterlibatan oknum pejabat di Kantor Imigrasi cukup kuat. Pasalnya, proses pembuatan paspor oleh tersangka Heru tergolong cepat. “Bikin pagi, sore paspornya sudah bisa diambil,” ungkap mantan Wakapoltabes Barelang ini.

Sasaran para pelaku pemalsuan dokumen itu sebagian besar adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ingin mengadu nasib di Singapura dan Malaysia. Posisinya yang stratgis, menjadikan Batam sebagai daerah potensial dalam pengembangan bisnis dokumen palsu tersebut. Apalagi, setiap tahun, ribuan TKI berangkat lewat Batam. Heru dkk, meraup duit miliaran rupiah dari prakteknya ini.

Dengan tarif paspor tembak rata-rata Rp1,2 juta, Heru mendapat keuntungan bersih sekitar Rp250-300 ribu untuk setiap paspor yang diterbitkan. Selama dua tahun menjalani bisnis ilegal ini, Heru makin banyak memiliki relasi dan kaki tangan. Selain biro-biro jasa dan calo perorangan, ia juga banyak menerima order dari perusahaan penyedia jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) resmi. “Dugaan kita dia sudah membuatkan sekitar 10.000-an paspor selama dua tahun ini,” kata Jupri.

Ia menuturkan, jaringan pemalsuan dokumen keimigrasian ini cukup besar dan diduga melibatkan pemain lain di luar Batam. Polda Kepri sendiri masih menelusuri asal muasal ribuan blanko dan dokumen-dokumen yang ditemukan di kediaman Heru. “Kemungkinan didrop dari Jakarta. Nama pemainnya sudah kita kantongi,” tukasnya.

Inspektorat Periksa Oknum Kecamatan
Sementara itu, Inspektorat Daerah Kota Batam mengakui saat ini sedang melakukan pemeriksaan kasus KTP SIAK ilegal. Namun ini bukanlah kasus yang saat ini sedang ditangani Polda Kepri (kasus Heru di Puri Legenda). “Kalau yang HR (Heru) itu (temuan) Polda. Jangan dikaitkan,” ujar Inspektur Inspektorat Daerah Kota Batam, Hartoyo Sirkoen, kemarin.

Ia sekaligus menegaskan yang diperiksa bukanlah oknum camat, melainkan oknum kecamatan. Namun begitu, Hartoyo masih menutup mulut soal berapa jumlah oknum ini dan dari kecamatan mana. Pemeriksaan ini didasarkan laporan Kadisduk Sadri Khairuddin kepadanya.

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan yang dikonfirmasi soal ini mengatakan sudah menghubungi Sadri dan Kabag Tata Pemerintahan Said Khaidar. “Mudah-mudahan tidak benar,” katanya.

Laporan ini sendiri sudah diterimanya sebelum temuan pemalsuan KPT dan akte kelahiran oleh Polda Kepri. Namun Sadri, ujar Dahlan, belum memberi laporan rinci. Sebaliknya, jika benar, pastinya ada sanksi hukum yang akan dikenakan kepada yang terbukti bersalah.

Dari segi kepegawaian, bisa dikenakan PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang pemberhentian PNS. Sebelumnya, Wakil Wali Kota Ria Saptarika sangat yakin, blanko KTP SIAK temuan Polda Kepri tidak bocor di Disduk Batam tapi di pusat. (ros/ary)

5 thoughts on “Setahun, Pemalsuan KTP Mulus

  1. Pak Ria,
    Kalo melihat dari bentuknya,, kayaknya KTP siak sekarang ini, sangat mudah di palsu,, nggak usah pakai HI tech deh,, orang biasa aja selagi punya scanner dan printer , gampang sekali memalsukannya. Kwalitas kertas yang kurang bagus, juga posisi antara foto , dan tanda tangan dan stempel yang terpisah sangat jauh. Mungkin untuk kedepannya, format nya di ubah pak Ria, Dan juga kalau bisa kertasnya di ganti Plastik aja, dan memakai sistem Barcode, seperti kartu berobat di RSBK / RSOB.
    Saya rasa kalau memakai sistem barcode, data-data pemegang kartu sangat sulit di untuk di palsukan..
    Lebih baik mencegahnya dari pada memberantas setelah keajadian…

    Wassalam
    Joni
    ———
    Pak Joni, Terimaksih atas masukannya.. Insya Allah masalah Barcode kita akan menuju kearah sana. semoga cepat realisasi, harapan sebelum awal tahun ini, walaupun kita akan proses yg membuat/perpanjang KTP saja… sedangkan yg sudah mungkin dapat menempelnya dgn sticker.

    Tapi soal media cetak (Kertas) KTP tsb, kita suli merubahnya karena itu aturan/standard dari pusat yg wajib untuk diikuti… so untuk itu kita akan beri masukan ke pusat agar mereka menggunakan media sekurangya PVC seperti material kartu credit card tsb.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Pak Ria
    Apa sich yang tidak bisa dilakukan kalau ada duit, hehe, kesan ini setelah mendengar cerita temen saya. Dengan duit 200 ribuan bisa ubah data Akte, ubah data KK dan KTP dengan mudah.
    Karena pembatasan masuk sekolah untuk dibawah 7 tahun, orang tua rame2 ganti tanggal kelahiran di akte. Demi masuk sekolah. Dan oknum bawahan anda bisa ngerubah dg enak aja.
    KK apalagi, tinggal duit ajalah, satu jam pun jadi.

    Mental Abdi Rakyat, entahlah.

  3. Pak Ria,

    Saya warga baru di kota batam. Baru pindah dari jakarta minggu ini. Pagi ini istri saya ( kebetulan saya bekerja diluar kota batam ) datang ke pak rt di lingkungan kami ( saya tinggal di puri legenda ), untuk minta surat pengantar untuk pembuatan kartu keluarga dan ktp baru kami. Kita punya surat pindah dari daerah lama. Namun saya cukup terkejut, karena dari pihat rt menawarkan biaya pembuatan ktp sebesar 400 rb. Dan di katakan, kalo urus sendiri, di kelurahan saja sudah 200 rb. Apa benar dimikian pak ??

    Soalnya saya barusan baca di situs pemko batam, biaya pengurusan ktp dan kk cuma seharga 50 rb-an. dan itu harus datang langsung orang yang bersangkutan.

    Mohon konfirmasinya ya pak, apakah ini sah atau tidak. Terima kasih.
    ——–
    Hi Pak Ishak, Terimakasih atas kunjungan & commentnya
    Semenjak tidak ditetapkannya target pendapatan daerah yang bersumber dari KTP pada Perda APBD Kota Batam atau dengan kata lain Zero Rupiah.
    Artinya bila ada pungutan2 maka itu tidak akan masuk kepada Kas Daerah…
    Untuk itu sebaiknya anda mengurus sendiri tanpa perantara, adapun kami dapat memahami bila warga yang super sibuk untuk dapat meminta bantuan kepada Bapak RT/RW meraka masing-masing.

    Demikian semoga maklum & Terimakasih
    Wassalam
    Ria

  4. […] dan membalas komentar – komentar yang masuk ke blog pribadi beliau. Bahkan saya sempat juga posting sebuah keluh-kesah tentang bagaimana susahnya pengurusan KTP di batam. Yang hingga hari ini belum jadi. Terpaksa deh, setiap pulang kerja, mesti bayar fiskal lagi kalo […]
    ———-
    Hi Mas Ishak, Assalammu’alaikum wrwb.
    Senang sekali bisa saling berkomunikasi dan bersilaturahim di dunia maya (cyber).

    Terimkasih atas apresiasi sekaligus kritik jitu namun konstruktif.

    Semoga ini selalu menjadi motifasi kami untuk tidak henti-hentinya memperbaiki diri.

    Nantikan Batam Digital Island http://batamdigitalisland.com
    sebagai upaya kami terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat… walaupun masih banyak “PR” namun kami tetap optimis.

    Salam hangat dari saya
    Thanks & Wassalam
    Ria

  5. Beberapa bulan yang lalu saya dan istri ingin membuat KTP tetapi karena kami sibuk akhirnya tidak membuat pada saat itu. Kebetulan beberapa hari kemudian kami ditawari oleh teman kantor untuk membuatnya (nembak). Dan sempat juga saya mengecek progresnya lewat siak.humasbatam.com (telah di cetak). Hari ini kami ingin membuat KK dan kemungkinan akan nembak lagi. Apa yang harus kami lakukan biar ngak nembak pak?
    —thanks—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s