John Sulistiawan Membantah PGN

Sabtu, 31 Mei 2008Industri Tak Ditawari Gas

Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia Wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau John Sulistiawan mengatakan, industri tak pernah menolak tawaran pasokan gas 5 MMBTU dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Yang terjadi, industri malah tak pernah mendapatkan tawaran pasokan gas.

Hal itu diungkapkan John menanggapi berita bahwa industri menolak pasokan gas dari PGN sebesar 5 MMBTU karena terlalu kecil. Sehingga, PGN mengalihkan pasokan gas itu ke PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam.

‘’Ini sesuatu yang saya anggap memberikan keterangan yang tidak benar,” kata John kepada wartawan di Wisma Batamindo, Jumat (30/5), kemarin. John didampingi sejumlah manajer PT Batamindo Invesment Cakrawala, seperti Brahim Abdullah dan Andi Mapissangka.

Sebelumnya, ikhwal penolakan pasokan gas oleh industri itu diungkapkan Wakil Wali Kota Ria Saptarika, usai menerima kunjungan dari PGN dan PLN Batam. Humas PLN Ade Sulistyani juga membenarkan keterangan Ria, bahwa PGN menawarkan 5 MMBTU gas ini ke seluruh pelanggannya. Namun tak ada yang mau sehingga dialihkan semua ke PLN.

Menurut John, ia sudah mengecek tawaran PGN itu ke sejumlah kawasan industri. ‘’Saya sudah cek, tak ada yang menerima tawaran itu. Contohnya di Kabil, tak ada yang ditawari. Batamindo juga tak ditawari. Ecogreen juga tidak,” tukas GM Batamindo itu.

Jika PGN mau memasok 5 MMBTU gas itu, kata John, silakan saja. Tapi, jangan bilang industri menolak. ‘’Adalah sangat bodoh jika pimpinan perusahaan itu ditawari, tapi malah memilih bakar solar,” katanya.

Sejak putusnya pasokan gas ke Batamindo, Batamindo menghabiskan 300 ton solar sehari. Atau kalau dikalikan dengan harga solar industri Rp9.542 per liter, setidaknya Batamindo menghabiskan dana Rp2.862.600.000 sehari. Sementara Batamindo sendiri menyiagakan kebutuhan solarnya untuk 30 jam.

Berapa kerugian yang dialami Batamindo dengan putusnya pasokan gas itu? ‘’Ya jelas rugi. Tapi, berapa besarnya saya belum hitung,” kata John.

John hanya sekitar sepuluh menit memberikan keterangan sekaligus melayani dua pertanyaan. Pertemuan dengan wartawan kemarin, lebih banyak dihadapi Brahim Abdullah, Senior Manager Power House Division Batamindo dan Andi Mapessangka Humas Batamindo.
Menurut Brahim, Batamindo sendiri, kemarin, dijanjikan PGN akan dipasok gas sekitar 10,2 MMBTU. Dan 1 Juni juga dijanjikan dipasok 12,5 MMBTU atau masih di bawah kontrak firm Batamindo sendiri sebesar 15 BBTUD.

‘’Namun, itu juga belum pasti,” tukas Brahim.

Menurut Andi dan Brahim, sejak Batam mengalami krisis gas, Batamindo tetap beroperasi seperti biasa. Gas digantikan dengan bahan bakar solar. ‘’Tapi, yang pasti kami lebih repot. Karena harus memonitor schedule perubahan gas ke solar dan sebaliknya,” katanya.

Sampai kemarin, kata Andi, Batamindo juga belum pernah mendapatkan laporan adanya perusahaan yang berhenti beroperasi karena listrik. ‘’Sampai saat ini belum ada laporan. Tak benar, kalau ada perusahaan yang meliburkan karyawannya,” ujarnya. (med)

One thought on “John Sulistiawan Membantah PGN

  1. Iya, setelah beberapa hari ngikuti berita di koran, penanganan masalah listrik batam tidak bisa diperkirakan.
    Ya, aneh saja sich, udah dibela2in jadi FTZ, udah dipromosiin ke luar negeri dan dibangga2in lebih baik dari johor, vietnam, eh listrinya byar pet.
    Tanya kenapa?
    Dan terkesan problem solving-nya terlalu lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s