Pulau Kiriman Limbah

Kamis, 05 Juni 2008BATAM (BP) – Kamis (5/6) hari ini, dunia memperingati hari lingkungan hidup. Peringatan ini menggugah kepedulian kita pada lingkungan hidup yang cenderung semakin rusak.

Di Batam sendiri, persoalan lingkungan hidup sering menjadi masalah. Tak hanya karena Batam merupakan kota yang dihuni 773 industri yang berhubungan dengan dampak lingkungan. Tapi, juga karena letak geografis Batam yang berdekatan dengan jalur perdagangan tersibuk nomor dua di dunia, membuat Batam menjadi sasaran tembak pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Setiap musim utara, kiriman limbah itu datang menggenangi pantai-pantai di Batam. Tahun 2008 ini, hampir sejumlah pantai pernah tercemar limbah sludge oil. Seperti di kawasan Nongsa, Galang, dan yang terbesar dampaknya di perairan Belakangpadang, April lalu.

“Itu tantangan terberat bagi Bapedalda. Kita sudah koordinasi dengan KLH (Kementerian Lingkungan Hidup), Guskamla dan Pemprov untuk menangggulangi itu,” kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Batam Dendi N Purnomo, kemarin.

Kiriman limbah B3 itu sulit ditanggulangi. Dalam setiap kasus pencemaran laut karena limbah kiriman itu, hampir tak pernah ditemukan asal-usul dan pengirimnya. Yang ada hanya kasak-kusuk, hanya dugaan-dugaan.

Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika yang juga Ketua Badan Intelijen Daerah Batam pernah mengaku, mendapat informasi kalau limbah minyak itu datangnya dari kawasan perairan internasional atau out port limit (OPL). “Mereka membuang limbah di tengah laut. Lalu, limbah itu terbawa arus dan sampai ke Batam,” kata Ria.

Namun, lagi-lagi aparat tak pernah bisa menangkap pelakunya. Masalahnya, kata Ria, Batam tak memiliki peralatan. Itu juga yang diungkapkan Dendi, mengapa kasus-kasus pencemaran yang berasal dari limbah kiriman tak pernah bisa diungkap.

Tahun ini, kata Dendi, akan ada proyek pemasangan marine electronic high way di perairan internasional, Selat Malaka oleh pemerintah pusat. Dengan alat ini, kapal-kapal yang berlalu lalang di selat Malaka bisa terpantau. “Kita sudah minta ke KLH agar segera dioperasikan,” tukasnya.

Tak hanya di laut yang rawan ancaman, di darat pun ancaman pencemaran lingkungan juga rawan. Sepanjang ada pos pengaduan masalah lingkungan di Pemko Batam November 2007 silam, rata-rata ada tujuh laporan dugaan pencemaran lingkungan yang masuk.

Kasus yang menonjol adalah laporan kegiatan shipyard, pematangan lahan, penimbunan limbah dan pencemaran. “Laporan-laporan itu langsung kami tindak lanjuti,” kata Dendi.

Sebagai bukti, kata Dendi, ada lima perusahaan yang sudah ia tegur. Ada dua perusahaan yang dihentikan sementara kegiatannya, ada satu perusahaan yang sudah ia ajukan ke KLH agar dicabut izin pengelolaan limbahnya karena tak sesuai dengan tata ruang. Namun, masih ada satu laporan penimbunan cover sludge ilegal yang belum ditindak lanjuti.

“Tahun ini, mudah-mudahan ada dua kasus yang bisa kami ajukan ke pengadilan. Ini dalam rangka penegakan hukum lingkungan,” ujarnya.

Di bidang pengawasan, kata Dendi, Bapedalda melakukan pengawasan rutin terhadap industri. Dari 773 industri, sampai Desember 2007, 509 di antaranya sudah memiliki dokumen pengelolaan lingkungan. Dari jumlah itu, 249 industri sudah terdata sebagai industri pengelola limbah B3 yang rutin melapor dan diawasi Bapedalda.

“Sisanya, kita terus inventarisir. Mana yang termasuk industri pengelola limbah B3, kita masukkan ke kelompok 249 tadi,” katanya. Tahun ini, Bapedalda memiliki program pengawasan terhadap 120 indsutri.

Bapedalda, kata Dendi, punya cara khusus untuk menarik industri agar lebih ramah terhadap lingkungan. Yakni memberikan reward kepada industri yang pengelolaan lingkungannya bagus, dan memberikan punishment kepada industri yang pengelolaannya jelek. Atau ada yang diberi penilaian hijau, kuning dan merah. “Sepuluh besar terbaik, kita beri reward,” katanya.(med)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s