Gedung Pemerintah untuk Kelas

Sabtu, 07-06-2008 | 00:00:00BATAM, TRIBUN – Ada tawaran menarik untuk mengatasi kekurangan jumlah kelas atau lokal sekolah negeri bagi siswa baru. Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika menawarkan, sekolah bisa menggunakan aset pemerintah untuk ruang kelas.

Alternatif kedua yakni dengan metode belajar dua masuk pagi dan siang. “Tahun ini banyak gedung di Sekupang yang akan kosong karena pegawai kantor di sana akan pindah ke gedung baru di Batam Centre. Apabila di sekolah masih kekurangan lokal untuk anak sekolah bisa menggunakan bangunan milik Pemko di Sekupang,” kata Ria di Pemko Batam, Jumat (6/6).

Kepala Dinas Pendidikan Batam, Muslim Bidin mengatakan dua shift untuk siswa kemungkinan tahun ini masih diberlakukan.”Namun untuk sekolah standar nasional (SSN) tidak dibenarkan dua shift seperti amanat SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah,” papar Muslim.

Pria kelahiran Cate Rempang itu menyebut ada empat SD yang masuk SSN. Sekolah itu antara lain SD 06 Tiban, SD 06 Lubuk Baja, SD 01 Bengkong dan SD 01 Batam Kota. Sedangkan SMP kategori SSN adalah SMP 3 dan SMP 6. Untuk tingkat SMA kategori SSN adalah SMA 1 dan SMA 3. Ada pengecualian bagi SMA8 walau masuk sekolah SSN karena padat penduduknya masih diberi toleransi sekolah dua shift karena tidak ada sekolah di sana.

Beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan Batam mengundang Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Dewan Pendidikan, Pengurus PGRI, pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) membahas sistem penerimaan siswa baru tahun ini.

Kekurangan lokal justru terjadi pada sekolah dasar. Tahun ini pemerintah membangun 60 ruang kelas baru dan empat sekolah SD baru tahun ini. Empat sekolah yang dibangun adalah SD Taman Lestari, SD Tanjung Buntung, SD Cipta Asri dan SD Tanjung Jabi di Batubesar.

Untuk empat sekolah itu dalam PSB mendatang sudah bisa menerima siswa baru. Jumlahnya setiap sekolah enam kelas dan 40 siswa per kelasnya sehingga satu SD bisa menampung 240 orang, jika empat SD maka siswa yang tertampung sebanyak 960 siswa. Selain itu akan dibangun juga 60 ruang kelas baru yang bisa menampung 2.400 siswa.(hat)

One thought on “Gedung Pemerintah untuk Kelas

  1. Assalualaikum Pak,
    Komen ini tiidak secara langsung berhubungan dengan subject diatas, tapi tentang penerimaan siswa baru (PSB) melalui sistem online yang Bapak konsep. setelah tender online kini PSB lewat online ,ini kemajuan pesat dan menggembirakan, bisa mencegah kecurangan2 yang sering terjadi. Seperti yg dimuat di Tribun tgl 7 Mei 2009. Beberapa sekolah menerapkan penerimaan siswa baru selain dari nilai akademik juga faktor non akademik , non akademik seperti apa, bagaimana mekanismenya, saya khawatir dengan memasukan faktor non akademik ini muncul subjectifitas dan kecurangan2 baru. Mohon saran dan penjelasannya Pak, saya sangat membutuhkan info ini untuk anak kami. wassalam.
    ————-
    Hi Pak Agus, Assalammu ‘alaikum wrwb.
    Terimakasih atas apresiasi dan pertanyaannya.

    Selama ini satu satunya parameter lulus di PSB Online adalah rangking tertinggi dari nilai UN tersebut, kalau sekolah tsb cuma ber kapasitas 3 kelas dan 30 siswa perkelas maka yg diterima masuk adalah anak yg nilai UN dalam rangking 90 bersar saja.

    1. Padahal ada anak mungkin yg selama itu nilai2 raport nya (di beberapa smester) sangat bagus tapi karena UN eksiden jelek maka Ia tidak diterima.

    2. Ada anak yg UN nya rata-rata tapi punya bakat; olah raga, seni & life skill lainnya baik tapi kalau tidak masuk 90 besar maka Ia tidak diterima.

    3. Ada anak yg tinggalnya disamping sekolah favorite itu tapi karena nilai UN nya rata-rata maka tidak bisa masuk. (Padahal Perusahaan swasta saja ada istilah CSR atau CD untuk warga sekitarnya)

    Nah contoh tiga parameter diatas lah yg akan menjadi parameter tambahan untuk anak yg ikut seleksi masuk sekolah favorite tsb tapi penerapapan tambahan parameter itu cuma di Quota 20% saja sisa 80% tetap di seleksi berdasarkan nilai UN tertinggi. (Itu pun diputuskan secara komputerisasi)

    Jadi kesimpulannya di harap lebih manusiawi, semoga dapat difahami & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s