Ria Saptarika Jenguk Sukini

BATAM – Sukini perempuan muda berusia 34 tahun yang diduga tengah menderita penyakit syaraf, Selasa sore (17/6/2008) dibesuk oleh Wakil Wali Kota Batam, Ir Ria Saptarika beserta istri, Suparti Ria Saptarika di rumah kediamannya yang terletak pada sebuah gang yang cukup sempit di perkampungan nelayan, RT 26 RW 1 Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar.

Tak banyak kata yang terucap dari pasangan keluarga pejabat Pemko Batam tersebut. Keduanya sama-sama tertegun, melihat penderitaan Sukini. Sesekali Ria dan Istri hanya meminta Sukini sabar dan tidak menyesali Allah SWT. Sukini pun hanya bisa terisak, menahan tangis dalam dekapan tangan Suparti.

Kepada Wakil Wali Kota, ibu kandung Sukini yang sudah tua, Maimun, mengaku “pasrah” atas takdir yang menimpa anaknya. Berbuat pun, katanya mereka sudah tak sanggup lagi. Harapan mereka satu-satunya hanya tersisa pada belas kasihan.

Sukini memiliki buah hati seorang anak laki-laki bernama Yudi. Kendati demikian, Yudi belum bisa berbuat banyak untuk membantu ibunya, karena baru duduk di bangku kelas 2 SD. Sang anak bercita-cita ingin menjadi polisi. (*)

Dengarkan wawancara Wakil Walikota Batam

[audio:http://www.riasaptarika.com/wp-content/uploads/2008/06/sukini-sound.MP3/mp3%5D

Lihat foto

3 thoughts on “Ria Saptarika Jenguk Sukini

  1. Ane salut sama Bapak sekeluarga, semoga penderitaan ibu sukini dijadikan sebagai ladang amal oleh Allah Swt.

  2. Salut untuk pak Ria…

    Memang kita sudah tidak bisa banyak berharap dengan kebijakan-kebijakan negara yang pro kerakyatan akibat “state cature corruption” yang sudah menjadi syndrome mayoritas elite-elite kita…

    Kenapa? kerena memang anggaran untuk menanggulangi demam berdarah, flu burung dan epidemi lainnya sudah tidak memadai? Karena negara tidak ada uang.

    Mengapa tidak ada uang? karena sumber daya alam kita sudah dipersembahkan kapada pihak asing, perairan nasional kita sudah didominasi asing, lebih dari 50% perbankan nasional dikuasai asing, telekomunikasi juga dipegang asing (Indosat dimiliki Temasek Singapura, disamping 35% saham Telkom dan 98% saham XL juga milik asing), industri otomotof juga dikuasai asing, bahkan perjanjian kerjasama pertahanan (DCA) dengan Singapura juga telah merugikan kepentingan Pertahanan Keamanan Indonesia.

    Aneh memang, negara yang kaya raya sumber daya alam justru Sekarang ini mayoritas penduduknya miskin…..

    Sekali lagi salut untuk pak Ria… dan pak Ria lainnya…. semoga negeri ini segera melahirkan banyak pemimpin-pemimpin yang mempunyai kesalehan individu dan kesalehan sosial. dan tak kalah pentingnya adalah tidak bermental “inlander”, meminjan istilah Prof. Dr. Amin Rais

    Salam, Eko Sumarsono
    http://www.eko-sumarsono.blogspot.com

  3. baca perkampungan nelayan jadi inget kalo mereka (termasuk para petani) msh menjadi mayoritas utama masyarakat miskin di negara ini. Pdhal negara kita garis pantainya membentang luas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s