“No Card, No Souvenir,” Kata SPG Seksi Itu

Sabtu, 21 Juni 2008|05:37:09WIBCatatan dari CommunicAsia 2008 di Singapura

Pameran telekomuikasi CommunicAsia 2008 telah berakhir Jumat (20/6). Untuk yang ke-4 kalinya, gedung Singapore Expo, Singapura menjadi sejarah pameran telekomunikasi terbesar di Asia sejak Selasa (17/6) lalu.

Banyak hal menarik bisa ditemukan pada pameran ini. Hal pertama yang kami temukan saat bertandang ke sana bersama Indosat adalah replika ponsel terbaru Samsung Omnia, berukuran besar yang ditempel di dinding.
Replika itu berfungsi sama seperti pada ponselnya, yang sudah dilengkapi layar sentuh. Jadi, pengunjung yang memasuki gerai Samsung, bisa mencoba versi besarnya langsung di hadapan. Kalau versi aslinya, wah, jangan berharap bisa menyentuh karena di hadapan sudah belasan orang yang antre untuk mencobanya.
Samsung Omnia masuk kategori smartphone dengan menggunakan sistem operasi Windows Mobile 6.1 Professional. Segala fungsi telepin bergerak ada di ponsel tersebut. Mulai dari akses data HSDPA (3G) dan layar sentuh, serta GPS untuk melihat peta lokasi secara mobile.
Samsung memamerkan banyak calon ponsel yang akan segera dipasarkannya tahun ini juga. Omnia adalah satu dari berbagai produk Samsung yang siap untuk dipasarkan di Asia.
Selain Samsung, stan milik Yahoo juga tak kalah menarik. Di stan ini, pengunjung bisa meminta kepada penjaga stan untuk menginstalkan aplikasi Yahoo Go pada ponsel yang dibawa, gratis. Lumayanlah, bisa menghemat biaya unduh, soalnya aplikasi Yahoo Go sebenarnya cuma bisa diundu melalui akses data pada ponsel.
Tapi yang lebih asik, ehem, es krimnya. Yahoo menyediakan satu cup es krim untuk pengunjung stannya. Cup-nya juga menarik dengan logo Yahoo menghiasi. Bagi yang tergila-gila pada Yahoo, cup itu bisa jadi salah satu koleksi merchandise.

China “Ikut Bicara”
Dari sekian banyak produsen ponsel ternama, ternyata terselip juga stan ponsel asal China. ZTE misalnya, menyediakan stan cukup luas dengan memamerkan sejumlah ponsel barunya.
Di Indonesia, merk ZTE lebih dikenal dengan produk berteknologi CDMA. Di awal-awal kemunculan CDMA di Batam, operator telekomunikasi banyak yang memaketkan produknya dengan ZTE. Harganya pun jadi lebih murah. Karena murahnya, di luaran banyak yang menilai kalau ZTE adalah produk murahan.
Tapi kesan itu dibuang oleh ZTE dengan memamerkan produk-produk kelas atas di CommunicAsia 2008 ini. Produknya pun tak melulu ponsel CDMA, tetapi juga produk GSM canggih (smartphone) dengan harga yang menyaingi produk keluaran Samsung. Di pameran ini, ZTE juga memamerkan perangkat base transceiver stations (BTS) berukuran kecil.
Ada pula merek Wingtech, juga produsen asal China, yang berani membuka stan yang berdekatan dengan pintu masuk CommunicAsia. Seri-seri ponsel yang dipamerkan saat itu di antaranya, MTK dan NXP. Semuanya memiliki beragam fitur seperti dual GSM/CDMA on, televisi ponsel dan radio.
Bentuknya mengingatkan pada seri-seri ponsel dual GSM/CDMA berharga rendah yang banyak diklaim produsen lokal sebagai buatan Indonesia. Ternyata, aslinya buatan China.

Kartu Nama Wajib
Selembar kartu nama memiliki arti penting di pameran ini. Untuk registrasi pun, kartu nama menjadi syarat wajib. Jangan harap Anda akan diladeni bila tak memiliki kartu nama.
Di dalam arena pameran pun, kondisinya tak jauh berbeda. Di setiap stan, telah disediakan banyak souvenir yang bisa diambil secara cuma-cuma. Tetapi dengan satu syarat, masukkan selembar kartu nama pada boks yang sudah disediakan di setiap stan. “No card, no souvenir,” kata seorang SPG seksi di sana.
Bagi peserta pameran asal Indonesia pun, peraturan tak tertulis ini diikuti juga. Stan Icon+ misalnya. Anak perusahaan PLN ini menyediakan berbagai souvenir menarik seperti pena, wayang mini hingga stabilo dengan boks cantik di stan pameran mereka.
“Ada kartu namanya Mas,” tanya Wiwich, yang menjaga stan.
Tangannya sudah memegang sebuah benda bulat panjang berwarna silver berisikan tiga batang stabilo di dalamnya. Tapi jangan harap dia mau memberikan souvenir itu tanpa ada kartu nama. Untunglah di dalam dompet masih tersisa beberapa lembar kartu nama. Stok yang dibawa sudah hampir habis untuk dibarter dengan suvenir-suvenir menarik.
Selain souvenir, banyak juga hadiah-hadiah berupa ponsel terbaru yang belum diedarkan melalui pengundian. Caranya cukup dengan memasukkan data pada lembaran formulir yang disediakan di salah satu stan, tempelkan kartu nama dan masukkan ke boks yang disediakan. Tunggulah di sana sampai jadwal pengundian dimulai.
Lain lagi dengan stan LG. Mereka malah menyediakan berbagai games yang bisa diikuti dengan memberikan kartu nama sebagai bukti registrasinya. Yang menang, banyak hadiah menarik dari produsen ponsel itu yang akan diberikan kepada peserta games. Setiap tahun, CommunicAsia selalu datang dengan beragam acara menarik.
Mampukah Batam meniru? “Ini harus di-handle oleh event organizer (EO) yang benar-benar profesional,” komentar Wawako Batam, Ria Saptarika yang ditemui di lokasi pameran, Rabu (18/6) lalu.
Dari komentarnya, Ria mengisyaratkan ketidakmampuan Batam menyelenggarakan even berskala internasional itu. Panitia pameran itu memang terlihat profesional. Penyediaan bus antar-jembut gratis, dan pengaturan lokasi angkutan yang diperbolehkan. Jadinya, lokasi tempat pameran dilangsungkan bisa lebih rapi dan tidak membingungkan, bagi yang pertama kali datang sekalipun. ***

One thought on ““No Card, No Souvenir,” Kata SPG Seksi Itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s