Lahan Coastarina Belum Bersertifikat

Rabu, 02 Juli 2008
Ria Enggan Berkomentar
BATAM – Selain permasalahan izin Amdal, lahan perumahan elit Coastarina juga belum memiliki sertifikat. Hal itu ditegaskan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Badan Pertanahan Nasional (BPN) M Thamzil, SH ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (1/7).

Dijelaskan, pihak BPN belum mendapatkan permohonan pengurusan sertifikat dari pihak Costarina atas lahan perumahan tersebut. Dikatakan, BPN baru mengeluarkan sertifikat, jika yang bersangkutan memenuhi persayaratan baik dari Bapedalda, OB, Pemko. “Namun, untuk Costarina sendiri, sampai saat ini belum mengajukan permohonan untuk pembuatan sertifikat,” terang Thamzil.

Menurutnya, BPN juga belum mengetahui berapa luas lahan Costarina, termasuk yang direklamasi. Dikatakan, pihak BPN dapat mengetahui luas lahan tersebut, apabila pihak costarina sudah mengajukan penerbitan sertifikat. “Kalau soal luas lahan, bisa ditanyakan ke pihak OB dan Badan Pertanahan Daerah di Pemko. Karena kita lihat sekarang, lahannya ada di dalam (milik OB). Dan yang saat ini direklamasi berada di luar, sehingga merupakan milik Pemko,” terang Thamzil.

Direktur Lahan Otorita Batam Daniel M Yunus juga mengaku belum bisa menjelaskan pengalokasilan lahan Costarina. Ia malah mengatakan belum tahu-menahu tentang lahan tersebut. “Saya pelajari dulu. Setelah saya pelajari, baru bisa saya jelaskan,” katanya.

Bahkan ketika ditanya tentang jumlah perusahaan yang memiliki lahan di areal reklamasi tersebut, Daniel mengaku belum tahu. Lebih ironi lagi, Daniel juga belum tahu, berapa UWTO yang telag disetor PT Arsikon terkait lahan tersebut. “Saya baru menjabat Dirlahan. Jadi, belum mengetahui permasalahan tersebut. Nanti saja saya pejari dulu. Kalau perusahaannya mungkin satu, tapi nantilah yang lebih mengetahui staf saya,” katanya.

Wakil Walikota Batam Ir Ria Saptarika juga enggan berkomentar tentang kasus yang mengemuka tersebut. “Saya belum mau berkomentar soal ini. Belum ada informasi dari dalam. Saya masih akan pelajari dulu permasalahannya,” kata Ria, yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera tersebut.
Kendati sudah disinggung tentang adanya pernyataan dari ‘anak buahnya’ yakni Kepala Dinas PU Harry Roekamto yang menyebutkan bahwa izin Amdal Coastarina musti direvisi, namun Ria tetap bersikukuh tidak memberi komentar. “Saya belum mau komentari hal ini,” katanya mengulangi sembari menebar senyum.

Pihak PT Arsikon, sebagai pengembang Coastarina belum banyak memberi penjelasan terkait permasalahan tersebut. Sulaiman, Manager PT Arsikon hanya meminta reklamasi Coastarina tidak dipolemikkan. Dikatakan, pembangunan Coastarina berawal dari keinginan PT Arsikon untuk membangun Batam.

Pihak PT Batamas Puri Permai Edi Sihite mengatakan perizinan pengalokasian lahan sudah keluar untuk 300 hektar. Kemudian, PT Arsikon memanfaatkan lahan seluas 140 hektar untuk pembangunan perumahaan Coastarina. Dikatakan, proses reklamasi dilakukan oleh PT Batamas sedangkan Arsikon hanya membuat tanggul.
(sm/17/li/ik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s