Pulau Nipah Jadi 60 Hektare

Rabu, 02 Juli 2008|05:24:12WIB

Batam (BP) – Berkat reklamasi yang menelan biaya Rp300 miliar, Pulau Nipah, Batam yang tadinya hanya bersisa 0,62 ha pada saat pasang itu, kini luasnya mencapai 60 ha.
Di pulau yang berada di perbatasan ini, hanya ada beberapa tanaman hias dan peneduh di halaman Pos TNI AL, karena belum semua tanah hasil reklamasi bisa ditanami. Tanah pulau itu juga tidak ditumbuhi rumput. Merah tanah mendominasi warna pulau yang masuk dalam Kelurahan Pemping, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam.
Begitu pula dengan hewan. Hanya seekor anjing besar milik personel TNI AL dan dua ekor kucing yang diambil dari Pulau Batam, menemani para penjaga. “Kucing itu sengaja kami taruh di sini, untuk menemani, biar tidak sepi,” kata Komandan Pos AL Pulau Nipah Lettu Agus Tusrian.
Kini Pulau Nipah dijaga 34 marinir Lantamal IV Tanjungpinang dan lima personel Lanal Batam. Mereka bertugas untuk memantau pergerakan kapal asing. Sebelah utara Pulau Nipah merupakan perairan internasional dan perairan Singapura, sedang perairan Indonesia di selatannya.
Perkembangan luas Pulau Nipah ini, terungkap saat kunjungan Tim Garis Depan (Garda) Nusantara, dalam penjelajahannya ke pulau-pulau terluar Indonesia. Mereka, Selasa (1/7), kemarin menanam tugu di Pulau Nipah, Batam yang berada di kawasan ke Selat Philips.
Tugu sepanjang 1,2 meter yang terbuat dari alumunium, ditanam Koordinator Komando Pengendalian II Indonesia Barat Garda Nusantara Donny Rahmansyah dengan didampingi Wakil Walikota Batam Ria Saptarika.
Dalam Ekspedisi 2008, Garda Depan mengumpulkan berbagai data mengenai kekayaan alam dan budaya 92 pulau terluar Indonesia. “Sebagai warga, kita harus tahu apa yang ada di pagar rumah,” kata Donny.
Di Pulau Nipah, tim mengelilingi pulau yang hampir hilang akibat pengerukan pasir yang diekspor ke Singapura. Reklamasi pulau salah satu pulau terluar itu didanai pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tidak begitu banyak data yang bisa dikumpulkan tim, karena tidak ada yang tersisa di pulau itu. Sebelum ke Pulau Nipah, tim sebelumnya menanam prasasti sekitar 29 pulau terluar wilayah barat Indonesia. Di wilayah Kepri, tim telah ke Pulau Batu Berambut dan Pulau Puteri.
Cocok Jadi Pusat Logistik
Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika menyambut baik Ekspedisi Garda Nusantara. “Meski tidak berpenghuni, namun pulau ini masih masuk dalam Kota Batam,” katanya.
Kata Ria, Pulau Nipah cocok dijadikan pusat logistik kapal yang lalu lalang di Selat Malaka. “Pulau Nipah memang wilayah strategis untuk pertahanan, namun secara peluang bisnis pulau ini juga bagus,” katanya usai penanaman tugu Garda Nusantara di Pulau Nipah, kemarin.
Bagian utara Pulau Nipah berbatasan langsung dengan perairan internasional sehingga peluang untuk menjadi pusat logistik kapal amat besar. “Jual bahan pangan, air dan lain sebagainya,” tambah Wakil Walikota.
Saat ini, pengelolaan Pulau Nipah di bawah pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Politik dan HAM. Mereka yang mendanai reklamasi Pulau Nipah. Namun, jika reklamasi selesai, pemerintah pusat akan menyerahkannya ke Kota Batam. (ant/cr3)

One thought on “Pulau Nipah Jadi 60 Hektare

  1. semoga saja investasi 300 milyar pemerintah dapat kembali dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s