203 Titik Lampu Jalan Mati

Senin, 07 Juli 2008|06:01:48WIB

Anggaran Pemeliharaan Capai Rp1,284 M

Setiap bulan, warga Batam dikenai pajak penerangan jalan (PPJ) 5 persen dari pemakaian listriknya yang ditagih langsung di rekening pelanggan PLN. Tahun ini, dana yang terkumpul dari PPJ itu ditargetkan sebesar Rp43,429 miliar. Kompensasinya, Pemko Batam berjanji menerang-benderangkan Batam.
Dari dana PPJ itu, berdasarkan APBD Batam 2008, Dinas Pekerjaan Umum diberi anggaran Rp1,284 miliar untuk memelihara 3.472 titik Lampu Penerangan Jalan (LPJ). Artinya, satu lampu biaya pemeliharaannya sekitar Rp370 ribu per tahun.
Ironisnya, LPJ-LPJ yang ada di jalan-jalan raya di Batam banyak yang mati. Sabtu (5/7) malam, Batam Pos bersama anggota Komisi III DPRD Batam Reinhard Hutabarat menghitung sebanyak 1.120 LPJ mulai dari seputar Engku Putri, Batuaji, Sekupang dan kembali lagi ke Batam Centre. Perjalanan selama dua jam lebih, itu menemukan ada 203 LPJ yang mati. Atau 18 persen dari LPJ yang kami hitung tak menyala.
Perjalanan menghitung LPJ Sabtu malam itu dimulai di seputar Kantor Wali Kota Batam hingga ke Simpang Kabil. Ada 225 LPJ yang kami hitung dan yang mati sebanyak 39 LPJ. Jika dibanding-bandingkan, setiap enam LPJ ada satu yang mati sepanjang jalan tersebut.
Dari Simpang Kabil ke persimpangan pos polisi di depan Panbil Mall, kami menghitung 150 LPJ. Sepanjang jalan itu, ada 18 LPJ yang mati atau setiap delapan LPJ, satu LPJ mati. Di jalur sibuk tersebut, kondisi LPJ masih lebih baik dibandingkan dengan jalur sebelumnya.
Dari Simpang Panbil itu, perjalanan menghitung LPJ menuju Bidaayu. Hanya ada 45 LPJ di kawasan padat pekerja itu. Ironisnya, 25 LPJ-nya mati. Atau lebih dari 50 persennya tak menyala hingga jalan-jalan di sana gelap gulita. Kecelakaan lalu lintas sering terjadi di kawasan ini.
Dari gelapnya Bidaayu, perjalanan menghitung lampu jalan kami mulai dari Batamindo ke Simpang Base Camp Sagulung. Sebanyak 274 titik LPJ kami lewati. Yang mati sebanyak 43 LPJ atau setiap enam LPJ ada satu yang mati.
Dari Batuaji itu, perjalanan menuju simpang Seiharapan, Sekupang. Melewati kawasan sepi di Tembesi, ada 52 LPJ di jalur tersebut. Sepuluh di antaranya, malam itu tak menyala. Atau kalau kembali dibandingkan, setiap lima LPJ satu LPJ mati.
Dari Simpang Seiharapan, perjalanan berlanjut ke Simpang Jam. Ada 207 LPJ di sepanjang Jalan Gajah Mada, itu. Yang mati cukup banyak, sekitar 35 LPJ. Kawasan yang LPJ-nya banyak tak menyala di sekitar Seiladi.
Lalu, dari Simpang Jam menuju Batam Centre ada 217 LPJ yang kami hitung. Yang mati juga cukup banyak, ada 33 LPJ. Lokasi LPJ yang banyak tak menyala di sepanjang jalan menuju My Mart. Berbelok ke jalan di depan sekolah Yos Soedarso, di situ juga banyak LPJ yang mati.
Kadis PU Harry Roekanto yang dihubungi Batam Pos, ponselnya tak aktif. Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika meminta Batam Pos menghubungi Harry, karena Kadis PU itulah yang lebih tahu kondisi aktualnya, katanya.
Kasubbag Dokumentasi Bagian Humas Pemko Batam Rudi Panjaitan, yang biasa menjawab seputar lampu jalan dalam rubrik Batam Beres, mengatakan, pemeliharaan lampu jalan dilakukan oleh pihak ketiga yang beberapa waktu lalu sudah memenangkan tender. ‘’Harusnya pemeliharaan LPJ itu sudah dilakukan,” kata Rudi.
Dalam Laporan realisasi semester pertama APBD Batam 2008 yang disampaikan Wali Kota Ahmad Dahlan ke DPRD Batam, pekan lalu, anggaran pemeliharaan LPJ ternyata baru terserap Rp88,920 juta. Padahal, Dinas PU diberi dana Rp1,284 miliar untuk pemeliharaan LPJ, itu.
Data dari Pemko Batam, saat ini ada 3.472 titik LPJ yang terpasang di seluruh Batam dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Pemko Batam. 3.472 titik LPJ itu dibangun oleh Otorita Batam dan Pemko Batam.
Pemko Batam sendiri, sudah memulai pembangunan LPJ sejak tahun 2003. Tahun itu, Pemko membangun 90 tiang dengan 104 titik. Tahun 2004, terbangun 60 tiang dengan 108 titik, tahun 2005 terbangun 300 tiang dengan 340 titik, tahun 2006 terbangun 300 titik dengan 320 titik. Tahun 2008 ini, rencananya Pemko Batam bakal membangun 5.500 titik LPJ. ***

—————-

Kemana Dana PPJ?
Anggota Komisi III DPRD Batam, Reinhard Hutabarat mengungkapkan, banyaknya LPJ di Batam yang mati menandakan kurangnya perhatian Pemko Batam terhadap warganya. Padahal, setiap tahun warga Batam dikenai pajak penerangan jalan (PPJ).
“Ini menandakan good will Pemko yang kurang. Masyarakat sudah ditarik pajak, tapi pelayanannya tak sebanding,” tukas Reinhard.
Reinhard mengaku banyak mendapatkan laporan soal LPJ di pinggir jalan yang mati itu. Saat melintasi jalan-jalan raya di malam hari, ia juga menyaksikan hal serupa. “Ini tak adil. Pemeliharaan LPJ tinggi, tapi LPJ banyak mati,” ujarnya.
Sabtu (5/7) malam saat meninjau LPJ, kata Reinhard, sedianya ia mengajak staf di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Namun, karena staf tersebut tak bisa melakukan peninjauan malam itu dan meminta waktunya diundur, Reinhard meninjau dengan wartawan, tanpa didampingi PU. “Tak apa-apa. Kita cek saja sendiri, nanti biar Pemko yang mengecek ulang,” katanya.
Biaya pemeliharaan LPJ di Batam sebesar Rp370 ribu per titik, menurut Reinhard, kemahalan. Dalam kunjungan kerja Komisi III ke Makassar, katanya, di sana biaya pemeliharaannya hanya Rp89 ribu per titik. “Saya baru tahu kalau biaya pemeliharaan LPJ di Batam itu tinggi, setelah Komisi III DPRD Batam berkunjung ke Makassar. Bedanya cukup tinggi, sampai Rp300 ribu per LPJ,” katanya.
Reinhard meragukan janji Pemko Batam membangun 5.500 titik LPJ tahun ini bisa direalisasikan. “Memelihara lampu jalan yang sederhana, dan danannya sudah ada, tak mampu,” tukasnya.
Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam, Harry Roekanto beberapa waktu lalu, tetap yakin pembangunan 5.500 titik LPJU tahun ini terbangun. Saat ini, pondasi tiang LPJ sudah berdiri di pinggir-pinggir jalan, meski belum ada satupun yang berdiri.
Pembangunan 5.500 titik LPJU, katanya, masih belum bisa melayani penerangan seluruh Batam. Karena idealnya, dengan perhitungan satu LPJU setiap 40 meter, Batam membutuhkan sekitar 30.000 titik LPJU. Saat ini, ada 3.472 titik LPJU yang terpasang di seluruh Batam. Ditambah lagi 5.500, masih kurang 20.000 titik lagi.
“Kita fokus ke jalan arteri atau kolektor dan yang rawan dulu. Setelah ini selesai, barulah bertahap kita pasang yang lain, sesuai ketersediaan anggaran,” kata Harry Roekanto, kemarin.
Kawasan yang bakal dipasangi LPJ tahun ini, kata Harry, di antaranya sepanjang jalan dari Simpang Jam sampai ke Pelabuhan Punggur. Kawasan menuju ibu kota provinsi itu, mendapat prioritas. Selain membangun tiang, kata Harry, juga akan ada penambahan daya terang LPJU.

Jika biasanya dayanya hanya 100 watt per lampu, kini menjadi 250 watt. Terutama, jalan-jalan yang rawan aksi kejahatan dan kecelakaan. ***

———–

PPJ Turun Jadi Persen
BATAM (BP) – Pajak penerangan jalan (PPJ) non industri yang sejak Januari lalu dipungut 5 persen akan turun jadi 4 persen per Juli 2008. Rabu (9/7) mendatang, jadi tidaknya PPJ itu turun akan diputuskan dalam rapat paripurna DPRD Batam.
“Paripurnanya Rabu (9/7) bersamaan dengan Perda Parkir,” kata Ketua Panmus DPRD Kota Batam, Chablullah Wibisono.
Dengan PPJ 5 persen, sejak Januari lalu, penerimaan rata-rata perbulan yang masuk ke kas Pemko Batam sebesar Rp3,6 miliar. Di APBD Batam 2008, targetnya mencapai Rp43,429 miliar. Namun, dengan revisi itu, asumsi penerimaan PPJ di tahun ini hanya Rp40,2 miliar atau defisit Rp3,342 miliar.
Asumsi itu berdasarkan hitung-hitungan, Januari sampai Juni pemasukan mencapai Rp21,755 miliar. Sedangkan Juli sampai Desember berkurang jadi Rp18,464 miliar. Tahun ini, PPJ tertinggi didapat dari sektor rumah tangga dan bisnis. Dari rumah tangga, rata-rata PPJ mencapai Rp1,042 miliar per bulan. Sedangkan bisnis, Rp1,595 miliar.
Proses naik turunnya PPJ ini melalui proses panjang. Awalnya, Pemko Batam mengusulkan naik dari 3 persen ke 5 persen untuk membiayai pemasangan LPJ di 5.500 titik. Setelah disetujui Dewan dan mulai diterapkan sejak Januari lalu, PPJ kembali diusulkan turun.

Dewan menyerahkan pembahasan PPJ itu ke Komisi II. Namun, tak semua anggota Komisi II terlibat di dalamnya. Tiga fraksi, yakni Fraksi PAN, PPP Plus, dan Keadilan Sejahtera kompak tak mau terlibat. (med)

4 thoughts on “203 Titik Lampu Jalan Mati

  1. pak, beberapa tahun yang lalu..kakak saya yang kerja di salah satu perush pembuat lampu sempat sengaja motoin lampu jalan di depan sukajadi pake tele.
    awalnya karena penasaran banget, kenapa ada blank spot antar tiap tiang.(menurut kaka saya) jika jarak antara 2 tiang mengikuti spec, mestinya gk ada blank spot diantaranya.
    ternyata..lampu yang digunakan bukan yang asli..alias aspal. model, jenis dan kode yang tertera emang seperti yang dikeluarkan perush tempat kaka saya kerja, tp sebage pekerja blio tau persis kalo itu aspal. sad but true.
    tp itu kan beberapa taon yang lalu..kali aja skarang dah gk gitu..amin.
    ———
    Hi Asrita, Terimakasih atas kunjungan dan laporannya.
    Sy akan teruskan ini kepada dinas terkait.
    Thnanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s