Obor Nusantara ke Tanjungpinang

Kamis, 10 Juli 2008|06:09:50WIB
BATAM (BP) – Usai singgah di Kota Batam, Ahad (6/7) hingga Selasa (8/7) kemarin perjalanan Obor Nusantara berlanjut menuju Tanjungpinang.
Kemarin, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika melepas perjalanan Obor Nusantara ini di depan Kantor Wali Kota Batam tepat pukul 10.00 WIB.
Dari Batam, obor merah nantinya akan bermalam di Tanjungpinang selama tiga hari. Setelah itu singgah di Bintan sehari dan dilanjutkan ke Jambi untuk penyerahan. Diaraknya obor merah yang berasal dari Sabang ini mempunyai harapan dapat membangkitkan kembali jiwa nasionalisme yang saat ini sudah mulai terlihat sedikit pudar.
Kemarin, konvoi Obor Nusantara menuju Tanjungpinang yang membawa misi membangkitkan semangat nasional ini dilakukan oleh 30 ornag yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana, karang taruna pada seluruh tingkatan, Bike to Work.
Perjalanan Obor Nusantara ini, dicetuskan oleh Yayasan Obor Nusantara yang merupakan organisasi berbagai elemen masyarakat yang memiliki spirit kebangsaan dan berkomitmen pada kepedulian dan kesetiakawanan nasional. Obor yang diarak, terdiri dari obor merah dan putih.
Obor merah, mulai diarak dari wilayah titik nol Pulau We, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ini akan melanjutkan ke daerah lain di tanah air menyusuri jalur barat yang melintasi Sumatera dan Banten. Sedangkan obor putih, diarak dari Merauke menyusuri jalur timur Indonesia.
Puncak acara kirab Obor Nusantara ini, menurut Ketua Obor Nusantara Batam Charles Lubis, obor merah dan putih akan disatukan di halaman Tugu Monas sebagai simbol Kebangkitan Nasional Jilid II. (cr10)

2 thoughts on “Obor Nusantara ke Tanjungpinang

  1. yth, wakil wali kota batam
    salam buat bapak.
    Pak…. mau nanya tentang pendidikan ?
    Apakah Stie GICI business school batam…memiliki status hukum yang jelas di masyarakat,?(diakui )
    soalnya banyak pendidikan yang tidak mempunyai izin yang resmi….
    tolong berikan penjelasan yang jelas…..

    thank you
    santo wijaya
    ———
    Hi Pak Wijaya, Terimakasih atas kunjungan dan pertanyaannya.
    Kami akan coba carikan jawabannya, karena memang secara pembagian wewenag kerja… Perguruan tinggi itu merupakan wewenang Provinsi… bukan Kota Batam.

    Sebenarnya sudah menjadi hak masyarakat untuk menanyakan bukan saja status, tapi juga sertifikasi akreditasinya. Dan mestinya seluruh lembaga pendidikan yg ada harus menampilkan secara terbuka tingkat akreditasi tersebut.

    Demikian Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s