Sistem Parkir Masih Tunggu Kajian Dewan

Kamis, 10 Juli 2008|05:58:37WIB

BATAM (BP) – Hingga memasuki tahap paripurna, Pemko Batam masih tak menegaskan sistem parkir seperti apa yang diinginkan. Tak heran jika pembahasan masalah perparkiran ini masih tertunda lagi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam M Yazid yang berkali-kali ditanya hal ini hanya menjawab menyerahkan kepada hasil kajian Dewan dan tim. Dari sisi Pemko sendiri, harapannya seperti apa? “Ya itu, kita tunggu hasil kajian tim saja,” katanya berkali-kali menjawab dengan kalimat serupa, sama sekali tak menegaskan bentuk harapan Pemko.
Dihubungi usai melepas obor nusantara, Wakil Wali Kota Ria Saptarika mengatakan ide awal Pemko soal perparkiran adalah menertibkan parkir dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.”Yang jadi semangat kita adalah parkir berlangganan agar PAD bisa ditingkatkan,” ujar Ria menambahkan.
Hanya saja, Ria menilai jika memang dalam perkembangannya nanti pengaturan ini tidak berjalan efektif, bisa saja tidak diteruskan. “Kalau fifty-fifty saja (efektif dan tidak), lebih baik tidak diteruskan,” katanya.
Apakah dengan usulan dua sistem perparkiran dalam Ranperda adalah cara aman yang diambil Pemko untuk menghindari protes segelintir jukir? Ria tertawa. Setengah bercanda, Ria lantas menjawab. “Kalau ada yang nakuti-nakuti, kita ya takut,” katanya.
Melirik solusi lain jika memang rencana ini tidak membuahkan hasil seperti diharapkan, Ria melontarkan wacana membangun gedung parkir di daerah-daerah strategis seperti Batam Centre, Nagoya, dan Jodoh. Sebab dilihat dari master plan kota, seperti di Batam Centre, bisa saja dibangun gedung parkir.
Area perkantoran dapat dijangkau dengan berjalan kaki sebab saling berdekatan. Namun tentulah wacana ini perlu kajian dan persiapan panjang, misalnya pengaturan dan dana. “Termasuk lahan. Dimana mau dibangun (gedung parkir)?” tanyanya. (ary)

One thought on “Sistem Parkir Masih Tunggu Kajian Dewan

  1. iya nih pak ria masih banyk potensi parkir yang belum bisa digali…misalnya parkir kendaraan roda di pelabuhan pancung sekupang tiap kendaraan yang parkir satu malam dipungut Rp.5000,- tanpa adanya karcis dan tidak disetor ke kas daerah..ini merupakan potensi PAD yang hilang…tarifnya jugaa terlalu mahal..
    bayangin aja pak kalo ada 50 motor yang nginap dikalikan dengan 5000 = Rp.250.000,00 kalo satu bulann =Rp.7.500.000,00
    mohon jadi perhatiannya ya pak wawa….
    ——
    Terimakasih atas masukan dan pemikirannya Pak Lam.
    Ini masukan yg bagus.
    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s