‘Blogger” Tertua Meninggal Dunia

Selasa, 15 Juli 2008|08:10:04WIB
SYDNEY (BP) – Komunitas blogger dunia berduka. Olive Riley, blogger tertua dalam komunitas dunia maya tersebut tutup usia akhir pekan lalu. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, perempuan Australia tersebut masih sempat mem-posting tulisan tentang a happy song (lagu bahagia).
“Olive Riley meninggal dunia dengan tenang pada 12 Juli dan akan dirindukan ribuan rekan di dunia internet dan ratusan keturunan serta kerabat,” bunyi pengumuman yang dipasang di situs Riley kemarin (14/7). Dalam tulisan terakhir yang dia posting 26 Juni, nenek 108 tahun tersebut menggambarkan kebahagiaannya ketika menyanyikan sebuah lagu bahagia di panti jompo New South Wales.
Di masa hidupnya, blogger kelahiran Broken Hill tersebut sempat mengalami dua kali Perang Dunia. Sedikitnya 70 tulisan sudah dia bagikan lewat blog pribadi yang diciptakannya pada Februari tahun lalu.
Pengalaman hidupnya sepanjang abad 20 serta pemikirannya tentang zaman modern mendominasi tulisan yang bisa dibaca di http://www.allaboutolive.com.au atau http://worldsoldestblogger.blogspot.com.
Perempuan kelahiran 20 Oktober 1899 itu sempat mencicipi beragam jenis pekerjaan demi membesarkan tiga anaknya. Mulai dari menjadi koki hingga pelayan bar. “Hobi menulis blog itu memberikan warna tersendiri dalam kehidupannya,” ujar Darren Stone, salah seorang cucu Riley. Apalagi, lewat hobinya itu, Riley bisa berkomunikasi dengan teman-teman mayanya yang tinggal di Rusia dan Amerika secara berkala.
Dalam tulisan terakhirnya, nenek melek teknologi itu menggambarkan kondisi kesehatan dia sejak tinggal di panti jompo. “Saya tidak percaya sudah lebih dari satu pekan berada di sini. Hari-hari berlalu begitu cepat, meskipun saya hanya berbaring di tempat tidur. Saya masih merasa lemah dan belum sembuh dari batuk yang sangat mengganggu itu,” papar perempuan yang terpaksa pindah ke panti jompo karena penyakitnya itu.
Di ujung tulisannya, Riley mengisahkan kunjungan anak perempuan teman sekamarnya, Penny. “Pekan ini, Penny dikunjungi anaknya yang berprofesi sebagai penyanyi. Tebak apa yang terjadi. Saya dan dia menyanyikan sebuah lagu bahagia, seperti yang saya lakukan setiap hari. Tidak lama kemudian, para perawat bergabung dan kami menyanyi bersama. Sungguh konser yang luar biasa,” ungkapnya. (afp/jpnn)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s