KTP SIAK & Batam Cyber Island (Berkunjung ke Blog tetangga…5)

Mimpi Batam Cyber Island

By. Candraibrahim.com

Batam menuju era digital. Begitulah azam (atau sekadar angan-angan?) yang dipancangkan Pemko Batam. Gongnya, 20 Mei mendatang akan ada pencanangan oleh Pemko Batam menuju Batam Cyber Island (BCI).

Wah, menarik sekali ide ini. Sebagai sebuah cita-cita, tentu ini sah-sah saja dan harus kita dukung bersama. Tapi kalau sebatas angan-angan kosong, tentu kita semua harus berteriak lantang: tak usah banyak cakaplah!

Kabarnya, pada peluncuran BCI nanti, Pemko Batam akan bekerja sama dengan PT Telkom yang dianggap telah mempunyai infrastruktur yang siap, sehingga pantas untuk diajak kerja sama.

Menurut Kepala Badan Komunikasi dan Informasi Pemko Batam Muramis, usulan BCI ini datang dari wali kota. Dikatakannya, penerapan BCI ini sudah mungkin dilaksanakan di Batam, karena telah adanya e-goverment, one stop service, dan layanan lainnya.

“Kita juga akan melibatkan pihak bank sebagai pihak ketiga. Diharapkan semua kebutuhan di Batam bisa dipenuhi secara digital,” katanya kepada Koran Batam News (Jumat, 1/5).

Ditambahkannya, dengan peluncuran BCI ini masyarakat nantinya tidak perlu keluar dari rumah untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga bisa memperkecil waktu pertemuan face to face. Hng..alaahhh…

Ia melihat, sudah saatnya Batam meniru Singapura, di mana orang ingin berbelanja tidak dilayani oleh orang melainkan mesin. Dan menurut Muramis, ini bukan satu mimpi, namun akan menjadi kenyataan. Karena mulai saat ini untuk menyongsong BCI, ia telah mulai melakukan persiapan, baik dari jaringan hingga SDM.

Nah, inilah yang menurut saya agak meragukan. Pertama, ide ini dikatakan datang dari Wali Kota Batam Ahmad Dahlan. Sebelumnya, Wakil Wako Ria Saptarika punya gawe sendiri, yakni mengadakan hotspot internet di Dataran Engku Puteri Hamidah. Hasilnya, sudah berdiri dua bangunan dilengkapi hotspot di lapangan dekat Kantor Wako itu. Hanya saja, seperti kurang persiapan, karena lokasinya jauh dari jangkauan masyarakat. Untuk menuju lokasipun, warga harus berputar ke samping Masjid Raya, atau ke sisi lain di Mega Mall atau ke jalan arah Kantor OB. Sebab, sekeliling Engku Puteri dipagar oleh Pemko. Selain itu, fasilitas penunjang tidak ada sama sekali, misalnya kios minuman atau sejenisnya.

Yang kedua, “proyek” KTP SIAK di Batam, yang basisnya juga komputerisasi, sampai hari ini masih bermasalah. Wawako Ria Saptarika yang selama ini dipercaya mempersiapkan segala perangkatnya, seperti tak habis-habis diserang oleh warga dan DPRD Batam. Menurut mereka, KTP SIAK bahkan mempersulit masyarakat dalam berurusan. Berbelit-belit, lama, dan rumit. Bahkan ada yang tiga bulan sejak mengisi formulir, KTP SIAK tak selesai diproses. Parahnya lagi, karena KTP SIAK sudah didengung-dengungkan, eh, pihak Imigrasi Batam tak mau lagi menerima KTP kuning (versi lama) untuk pembuatan pasport. Padahal, masa berlaku KTP-nya masih panjang.

Wah, kalau kemudian Wako Ahmad Dahlan mengeluarkan ide menjadikan Batam sebagai cyber island alias pulau cyber (apa ya padanan dalam bahasa Indonesia?), ini semacam persaingan saja dengan si wakil, he..he…

Hm… saya hanya bisa membayangkan, kalau ngurusin KTP SIAK saja masih belepotan, bagaimana mungkin memiliki cita-cita lebih tinggi, yakni menjadi Batam sebagai cyber island? Secara perangkat, mungkin oke. Lalu-lintas dunia iptek di Batam pun memadai. Bahkan, di kantor-kantor perusahaan swasta, cyber bukan lagi barang aneh. Tapi kalau bicara dana? Wako pasti akan garuk-garuk kepala. Trus, ingin menjadikan Batam sebagai cyber island, apa tidak terlalu berlebihan itu? Sebab, bukan saja perangkat yang harus dilengkapi, tapi juga SDM. Nah, seberapa besar sebenarnya orang-orang di Pemko maupun di masyarakat luas yang tidak lagi gaptek alias gagak teknologi?

Selanjutnya, secara sederhana, menuju Batam Cyber Island sebenarnya tidak susah-susah amat. Setiap developer misalnya, diminta saja menyediakan hotspot di komplek perumahan yang mereka bangun. Saya dengar, beberapa perumahan sudah menyediakannya. Tinggal kini, seberapa kemampuan masyarakat membeli laptop yang bisa mengakses internet secara wireless. Kalau pakai komputer jenis PC kan tidak mungkin kalau tidak ada jaringan fixed line. Trus, yang tak mampu beli laptop bagaimana?

Jadi, kalau ingin menjadikam Batam sebagai cyber island dalam artian sebagian besar transaksi bisa dilakukan melalui internet, wah, ini kerjaan besar. Tidak mudah dan perlu dana dan infrastuktur yang tidak sedikit. Makanya, saya masih sangat bingung, ide menjadi Batam sebagai cyber island itu, bagaimana bentuk yang hendak dicapai kelak? Seperti apa? Apakah kemudian orang tidak perlu lagi datang ke mal-mal, karena cukup surfing barang yang diinginkan lalu membayar melalui internet? Trus, makin sedikit dong, pengunjung mal. Begitulah pemikiran sederhana saya, karena saya sendiri masih bingung membayangkannya. Atau, mungkinkah Pemko punya penjelasan lebih detail tentang itu?***

Sumber: http://candraibrahim.com

3 thoughts on “KTP SIAK & Batam Cyber Island (Berkunjung ke Blog tetangga…5)

  1. yeah tanggapan sampean apa pak🙂
    ——–
    Yang lalu salah reply comment!!😉

  2. Asli… Saya senang dengan tulisan tersebut… itu akan jadi sebuah history dan akan memacu saya untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan kerja-kerja sebaik mungkin bagi warga Batam yang saya cintai
    Sekarang dan seterusnya.

    Bahkan ini menjadi bara penghangat (Semangat) untuk saya selalu berbuat dengan menunjukkan kinerja-kinerja kedepan.
    Demikian Thanks & Wassalam
    Ria

  3. Salam Merah Putih, Salam Indonesia, Salam Kota Batam, Saya bingung dengan Program KTP Siak yang semakin menjauhkan kita dari rasa nasionalis. Kenapa??? Karna dengan prosudur yang begitu rumit saya harus menjalani untuk menjadi salah satu warga batam (Indonesia). Ada apa dengan Negri kita???, Saya punya pengalaman memperpanjang KTP batam saya, di surat pengabilan KTP yang di ajukan tanggal 10 Juni 2008, 40 puluh hari kedepan, berarti dengan perhitungan yang sederhana saya harus kembali tanggal 20 juli 2008, dengan harapan KTP saya sudah siap. Tetapi apa yang saya perolah, Setelah pertanyaan di ajukan kepada petugas kantor Kec. Sekupang mereka jawab tidak tahu kapan KTP siap. rasa kecewa mendalam menikam hati saya, ketika saya tanyakan kapan target nya , mereka menjawab tidak punya target. Alangakah sulitnya menjadi seorang warga merah putih di Kota Batam, padahal kalau di lihat dari syarat yang saya lampirkan saya adalah seorang warga indonesia asli, perpendidikan terakhir Sarjana Teknik, tidak pernah ada catatan kriminal dalam hidup saya. Timbul bayangan sedangkan saya yang berpendidikanan aja di persulit gimana dengan warga lain yang buta huruf???. Saya gak pernah tau kalau seorang warga negara asing berurusan dengan pemerintah apakah dipermudah atau dipersulit. mungkin di permudah karna alasan mereka punya uang banyak. Jadi pertanyaan saya apa yang membuat saya bangga untuk menjadi warga negara Indonesia dengan KTP SIAK dipersulit?
    ———-
    Hi Pak Rizal, Terimakasih atas comment dan kesabarannya menulis disini.
    Saya dapat memahami keluhan anda, saya juga sangat menyayangkan sikap aparat terdepan kami yang sembrono dan menyikapi pertanyaan-pertanyaan masyarakat dengan jawaban yang asal saja.

    Mestinya kalaupun lama mereka dapa memberikan perediksi yg akurat karena meerka tahu secara langsung kondisi yang ada.

    Perlu saya sampaikan bahwa tidak ada kaitannya antara penerapan KTP SIAK dengan buruknya pelayanan yg ada… buruknya pelayanan lebih kepada Manusianya.

    Semoga kami dapat terus berbenah dan Insya Allah dari waktu ke waktu kami selalu berusaha untuk lebih baik.

    Saat ini kami sedang memperbaii Program KTP SIAK ini semoga dalam akhir tahun sudah bisa rampung.
    Demikian harap maklum, Terimakasih & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s