WNA Nembak KTP, Cukup Rp500 Ribu

Jumat, 18 Juli 2008|06:01:23WIB

Penangkapan Mail mengungkap sejumlah fakta terkait pelanggaran yang ia buat, baik soal keimigrasian maupun kepemilikan dokumen. Dari pemeriksaan paspor miliknya, Mail terakhir kali masuk ke Batam sejak 16 Agustus 2007 lalu dengan menggunakan bebas visa kunjungan singkat (BVKS). Itu artinya ia sudah melewati batas waktu izin tinggal atau overstay.
Tak cuma itu, Mail juga punya KTP Batam. Data identitas yang tertera di sana beda dengan data di paspor. Di KTP, tercantum nama Kamel lahir di Serinjing pada 10 Mei 1968 dengan alamat Baloi Blok II RT 005 RW 001, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubukbaja. KTP dibuat 9 Mei 2007 yang berlaku hingga 10 Maret 2010. di sana tertera tanda tangan Dasrul Azwir, yang saat itu menjabat sebagai Camat Lubukbaja.

Mail mengaku membuat kartu identitas tersebut melalui jasa calo. “Namanya Atan, saya bayar Rp350 ribu,” kata Mail di Kantor Imigrasi Teluk Senimba, Sekupang, kemarin.
Hanya dengan modal Rp350 ribu, tanpa ada embel-embel persyaratan, Mail langsung bisa mendapat KTP sesuai pesanan lengkap dengan kartu keluarga.
Atan, nama yang disebut-sebut Mail sebagai calo KTP sama dengan nama calo KTP yang kini jadi buron polisi. Nama Atan pernah pernah masuk catatan polisi juga dalam kasus kepemilikan KTP oleh warga negara asing, awal Maret 2008 lalu.
Nama WNA tersebut, yakni Jeffridin Bin Sanan (40) yang memiliki KTP Batam atas nama M. Taufik. KTP Batam berwarna kunig dengan alamat Taman Kota Baloi RT/RW 06/09 Kelurahan Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja itu dikeluarkan pada 8 Mei 2007 yang ditanda tangani oleh Camat Lubuk Baja saat itu, Dasrul Azwir.
Saat itu Jeffridin Bin Sanan mengaku membuat KTP lewat jasa calo yang juga bernama Atan. Bayar Rp500 ribu, tiga hari KTP sudah jadi.
Belum diketahui apakah Atan yang disebut-sebut Mail sebagai calo KTP-nya dengan Atan yang menjadi calo KTP Jeffridin adalah orang yang sama.
Kasus WNA ber-KTP Batam sudah sering terjadi. Sebelumnya, akhir April lalu, jajaran Reskrim Poltabes Barelang juga menangani kasus WNA yang memilki KTP Batam. Mohd Mazlan (31), WN Singapura yang tinggal di Kampung Bugis, Batu Gajah, Belakangpadang, ditangkap polisi, Ahad (27/4) sore, setelah diketahui memiliki KTP Batam.
Mohd Mazlan masuk dan tinggal di Batam sejak tahun 1996. KTP Batam didapatkan Mohd Mazlan sejak tahun 2005 lalu. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini mengatakan, proses pengurusan identitas kependudukannya tersebut ia serahkan kepada seseorang yang mengaku sebagai warga Tiban. “Dua minggu jadi, saya bayar Rp250 ribu,” kata Mohd Mazlan yang ditemui usai pemeriksaannya di ruang Unit VI Sat Reskrim Poltabes Barelang, kala itu.
Batam Pos belum berhasil mendapat konfirmasi dari Dasrul Azwir terkait kepemilikan KTP oleh WNA semasa dia masih menjabat sebagai Camat Lubukbaja. Dihubungi melalui ponselnya, tadi malam, yang menjawab adalah seorang wanita yang mengaku sebagai istrinya. “Bapak (Dasrul Azwir,red) lagi sakit,” katanya.
Sementara itu Sekcam Lubukbaja Syafri yang dihubungi mengatakan, pihaknya sama sekali tak menemukan berkas pengurusan KTP atas nama Kamel, nama yang tertera di KTP Mail. Ia mengaku sudah mengkoordinasikan ini dengan perangkat daerah dari tingkat RT, RW hingga kelurahan. “Sudah kita cek atas nama Kamel tak ada. Memang gak ada berkasnya,” katanya melalui ponselnya, tadi malam.
Syafri mengaku belum bisa memastikan apakah KTP itu benar dibuat di Lubukbaja. “Ya itu kan pengakuan dia (Mail). Yang jelas kita sudah coba koordinasikan, tapi tak ada nama itu,” ia menegaskan.
Wawako Minta Usut Tuntas
Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas proses kepemilikan KTP Mail. Ia juga mengaku sangat kecewa dan menyangkan WNA begitu mudahnya mendapatkan KTP Batam.
“Kami akan cek nomor induk KTP-nya. Jika terdaftar di database Pemko Batam, berarti benar KTP tersebut dikeluarkan Pemko Batam. Siapapun yang terlibat akan kami tindak sesuai dengan aturan hukum. Kami juga akan minta polisi mengusutnya,” tegas Ria saat dihubungi tadi malam.
Ria juga akan meminta Bawasko untuk memanggil pejabat kecamatan yang tandatangannya tertera di KTP buron Singapura itu, untuk kalrifikasi kebenaran dan keabsahannya. Jika benar tandatangannya (camat), maka akan diproses lebih lanjut.
Di KTP Mail tercantum kalau ia lahir di Serinjing 10 Mei 1968 dengan alamat Baloi Blok II RT 005 RW 001, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubukbaja. KTP dibuat 9 Mei 2007 yang berlaku hingga 10 Maret 2010. Di sana tertera tanda tangan Dasrul Azwir, yang saat itu menjabat sebagai Camat Lubukbaja. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan KTP Mail termasuk dalam kasus KTP palsu yang ditangani Polda Kepri. (why/nur)

Advertisements

2 thoughts on “WNA Nembak KTP, Cukup Rp500 Ribu

  1. Siapapun yang terlibat tindak pemalsuan KTP, apalagi untuk diberikan pada warna asing HARUS diberi sanksi yang sangat sangat tegas.
    Sudah banyak aset negara terjual ke pihak asing HANYA gara2 KTP bisa ditembak.
    Coba banyangkan jika orang asing tersebut nembak di beberapa calo. Apa jadinya Batam ini?
    Alhasil banyak lahan dan pulau2 kecila jatuh ke tangan asing sengan sangat mudahnya. Tidak percaya? Coba jalan2 ke daerah Barelang sana, betapa tanah diobral dengan suka cita ke tangan asing.
    Ironisnya, para jaringan tukang issue KTP palsu tersebut TIDAK MENYADARI bahaya yang telah dia ciptakan hanya dengan ngobral tanda tangan.

    Mohon ditindak tegas pak!!!

  2. kalo ada yang tahu…WNA tersebut punya KTP palsu bahkan bisa buka Bank Account bisa dilaporkan kemana ya? ngeri sekali kalo WNA bisa beli KTP palsu begitu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s