Jangan Takut Memulai Proyek

Jumat, 25 Juli 2008|05:14:37WIB

Pimpro Cuma Jadi Tumbal

KEPALA Kejaksaan Negeri Batam Suharto Rasidi, mengaku heran melihat reaksi sejumlah pimpinan proyek atau pejabat pembuat komitmen di Batam yang justru takut memulai proyek setelah ada upaya-upaya pemberantasan korupsi.
“Tak perlu takut memulai proyek. Kalau seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan, tidak mungkin ada pengusutan kasus korupsi pada proyek yang mereka tangani,” kata Suharto kepada Batam Pos, kemarin.
Menurutnya, ketakutan sejumlah pimpro itu tidak beralasan. Adanya pengusutan kasus korupsi, lanjut Suharto, seharusnya dijadikan pelajaran agar kelak tidak tersandung masalah serupa. “Jangan main-main. Semuanya kan ada aturannya. Laksanakan saja sesuai aturan tersebut,” ujarnya.
Ketakutan sejumlah pimpro di Batam, sempat menjadi sorotan sejumlah anggota dewan. Bahkan Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, sempat mengaku kecewa kepada para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lantaran banyak proyek yang sudah dianggarkan belum dilaksanakan.
Banyak alasan mengapa pimpro takut memulai proyek. Rabu (23/7) lalu, Batam Pos sempat berbincang dengan salah seorang pimpro di sebuah instansi pemerintahan di Batam. Menurutnya, menjadi pimpro merupakan tugas berat. Bukan semata rentan tersangkut masalah korupsi, juga karena pusing menahan banyaknya tekanan. Tekanan tak hanya datang dari oknum pejabat lain di atasnya, tapi dari oknum anggota legislatif yang menggunakan kekuatannya untuk memuluskan sebuah kepentingan titipan hingga untuk dirinya sendiri.
“Kalau boleh milih, saya ogah jadi pimpro. Honor nggak seberapa, ditekan sana-sini, ya. Sudah gitu bisa masuk penjara lagi,” katanya di ruang kerjanya, kawasan Batam Centre.
Ia memang tak menyebut secara eksplisit berapa honor yang diterima seorang pimpro per bulan. Namun ia menyebut di bawah Rp1 juta per bulan. “Jangan dikira honor pimpro itu gede,” katanya. Sejauh yang ia tahu, honor segitu berlaku untuk pimpro yang memegang proyek kecil dan proyek bernilai miliaran. Dengan honor resmi yang tak seberapa itu, seorang pimpro sering dirayu pengusaha hingga mendapat tekanan dari oknum atasannya. “Tahu enggak, apa hal terberat bagi seorang pimpro yang enggak mau neko-neko?,” tanyanya.
“Yang paling berat itu, kalau kita disuruh memenangkan perusahaan yang sebetulnya nggak pantas menang, nggak qualified. Malu rasanya. Nggak sanggup ngadepin omongan orang. Sudah gitu, giliran kena masalah kita yang masuk (penjara),” lanjutnya sambil merapatkan kedua lengannya sebagai isyarat diborgol.
Ia mengakui seorang pimpro tak hanya dituntut piawai merencanakan suatu atau beberapa proyek dan melaksanakannya dengan baik, juga harus bertanggung jawab secara hukum. Kendati cukup berat dan berisiko terseret ke meja hijau hanya gara-gara memuluskan kepentingan seseorang, namun menurutnya menduduki posisi pejabat pembuat komitmen merupakan sebuah pengalaman berharga yang kelak berguna bagi karirnya.
“Mudah-mudahan nggak ada masalah apa-apa sama proyek saya,” tukasnya. ***

Advertisements

2 thoughts on “Jangan Takut Memulai Proyek

  1. hahahaha jangan2 merka takut hukuman mati yg lg rame di bahas. kalau njalaninya bersih why not yah kok malah takut, aneh

  2. Salah satu kerjaan Kejaksaan, dicari2 masalah di proyek ujung2nya minta uang juga…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s