KM Kelud Stop Singgah di Batam

Jumat, 25-07-2008 | 01:24:10
SiswandiBATAM, TRIBUN – Dua insiden keributan yang menimpa KM Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) , selama bulan Juli, membuat Pelni Pusat mengambil kebijakan, KM Kelud stop menyinggahi Pelabuhan Beton Sekupang, Batam. Padahal, KM Kelud merupakan satu-satunya kapal penumpang berukuran besar yang singgah di Batam.

“Dari yang saya dengar-dengar, Pelni terkait kasus dua keributan di Pelabuhan Beton Sekupang–sebelumnya mengambil kebijakan untuk sementara waktu tidak masuk Batam dan kemungkinan besar akan dialihkan ke Kijang,” kata Siswandi, Kepala Bagian Operasional Pelni Cabang Batam di kantornya, Kamis (24/7) siang.

Dikatakan, penghentian operasional Pelni di Batam ini tidak tahu sampai kapan. “Ini masih berupa lisan. Untuk kepastiannya kami masih menunggu surat keputusan dari pusat dulu,” ujar Siswandi.

Meski baru bersifat lisan, Siswandi memastikan KM Kelud tidak akan memasuki Batam sebagaimana dijadwalkan Sabtu besok. “Meski masih menunggu SK dari pusat, namun yang jelas untuk Sabtu besok, Pelni tidak masuk Batam. Untuk pelayaran Selasa depan kami pun masih menunggu perintah dari pusat,” katanya.

Siswandi yang ikut jadi korban saat perang batu antara porter dan ABK KM Kelud, Rabu sore lalu, mengatakan sementara waktu pihaknya tidak melayani permintaan penjualan tiket keberangkatan. “Maaf sementara waktu Pelni tidak melayani permintaan penjualan tiket dan untungnya saat ini belum ada masyarakat yang sudah pesan tiket sebelumnya. Ini sedikit membantu Pelni menjalankan kebijakan ini,” kata Siswandi.

Namun pria ini tidak menampik kemungkinan Pelni akan kembali beroperasi di Batam. Syaratnya, adanya jaminan keamanan dari pemerintah Batam dan pihak kepolisian. Jaminan ini agar kerusuhan yang sama tidak terulang kembali dan tidak ada barang-barang pedagang yang masuk bagasi penumpang sebagaimana diterapkan pihak-pihak terkait.

“Kami (Pelni) tidak menampik kemungkinan kembali menggunakan pelabuhan Beton Sekupang kalau ada perhatian dari pemerintah terutama pemerintahan Batam dan jajaran kepolisian terkait jaminan keamanan agar peristiwa kerusuhan yang sama tidak terulang kembali. Kami sudah capek, permohonan permintaan keamanan di pelabuhan yang kami layangkan selama ini tidak ditanggapi serius. Malahan kami masih ada surat-surat permohonan seperti ke Pemko Batam, kepolisian, dan pihak-pihak terkait di pelabuhan,” ujarnya.

Dikatakan, selama ini surat edaran Dirut Pelni tertanggal 20 Mei 2008 tentang pelarangan barang pedagang masuk bagasi penumpang ini seakan tidak diacuhkan, dengan alasan demi keamanan barang tersebut. “Itu tidak dapat dibenarkan, tapi kenyataannya di lapangan tetap saja berlangsung praktik-praktik seperti itu,” kata pria asal Riau ini.

Siswandi mengaku tidak mengikuti pertemuan pihak-pihak terkait Pelabuhan Sekupang di Mapoltabes Barelang, kemarin. Ditegaskan, apapun hasil pertemuan itu tidak menjadi jaminan PT Pelni mengubah kebijakannya untuk menghentikan operasionalnya di Pelabuhan Sekupang Batam.

“Jujur saya tidak mengetahuinya (hasil pertemuan). Namun apapun hasilnya belum otomatis menghentikan rencana Pelni menghentikan operasionalnya sementara di Pelabuhan Sekupang. Semuanya mesti dirapatkan lagi di tingkat direksi di pusat, tunggulah Pak Joni (Joni Siregar, Kepala Cabang Pelni Batam), saya belum ketemu dia sejak pertemuan tadi,” ujar Siswandi.

Siswandi menambahkan, terkait perang batu poter pelabuhan Beton Sekupang dengan awak KM Kelud, PT Pelni siap bertanggung jawab kalau ABK KM Kelud terbukti memancing terjadinya bentrokan yang menyebabkan sedikitnya 5 porter dan seorang pekerja gudang Bea dan Cukai mengalami luka-luka. “Kita siap bertanggung jawab kalau ABK kita terbukti memancing terjadinya bentrokan yang menyebabkan ratusan penumpang telantar,” ujarnya.

Dampak ekonomi
Ide Gubernur Kepri Ismeth Abdullah yang senada dengan kemungkinan yang diambil PT Pelni, yakni memindahkan pelabuhan Pelni ke Tanjungpinang untuk mengakhiri persoalan yang sering muncul di Pelabuhan Sekupang sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang, mendapat reaksi pro dan kontra.

Wakil Ketua Kadin Kepri, Jadi Rajaguguk, ketika diminta komentar, Kamis (24/7), mengatakan, wacana gubernur tentu sudah mempertimbangkan dampak ekonomi yang bakal terjadi.

“Saya pikir Pak Gubernur bukan tanpa pertimbangan seksama mengungkapkan wacana itu. Ekspresi itu mungkin diakibatkan kekecewaan yang mengerucut akibat persoalan di pelabuhan itu tidak kunjung selesai,” ujar Jadi.

Menurutnya, untuk menekan laju pertumbuhan penduduk karena imigrasi barangkali cukup efektif. Tetapi untuk dampak ekonomi, perlu pengkajian seksama. “Setiap kebijakan yang sifatnya perubahan akan selalu menghadapi konsekwensi logis dan menimbulkan pro kontra,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Cabang Pelni Batam Jhony Siregar, mengingatkan bila kapal Pelni tidak bersandar di Batam, suplai sembako seperti sayur-sayuran dan buah ke Batam akan terganggu.

Dan kondisi itu pernah terjadi di Batam akibat KM Kelud naik dok memperbaiki kerusakan kapal. Dampaknya harga kebutuhan itu tidak terkendali di pasar. “Inflasi itu sudah hukum pasar, jika persediaan terbatas akan berdampak kenaikan harga. Jadi sebaiknya pemerintah harus lebih seksama mempertimbangkan risiko itu,” ujar Johny.

Menurutnya bukan hanya persediaan sembako yang terganggu, tetapi kebutuhan otomotif seperti suku cadang, oli, dan berbagai kebutuhan lain akan terganggu.

Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika mengatakan, usul relokasi pelabuhan membutuhkan koordinasi antarinstitusi terkait. “Karena persoalan Pelni adalah bagian kebijakan pusat, maka Pemko hanya bisa melakukan koordinasi antar-institusi terkait,” ujar Ria.

Seperti diketahui, persoalan kenyamanan di pelabuhan itu sering dikeluhkan masyarakat. Penumpang mengeluhkan pihak Pelni yang mengijinkan barang-barang milik segelintir orang masuk ke tempat penumpang, sehingga mengganggu kenyamanan.

Kapolsek Batuaji, AKP Maryon mengaku kesal terhadap segelintir orang yang bisa berpengaruh mengganggu operasional di pelabuhan itu.
“Kok bisa dia mengganggu aktivitas Pelni. Seharusnya kenyamanan penumpang jangan diutak-atik akibat kepentingan pribadi yang notabene menyalahi aturan,” ujar Maryon, kemarin.(yah/rnd)

2 thoughts on “KM Kelud Stop Singgah di Batam

  1. wah pdhal saya pengen banget lho ngicipin gimana rasanya naek kapal ke pulau Jawa. Smoga bakal mampir lagi deh suatu saat 🙂
    ——–
    Wah kalah sama saya Mas Tigis, saya sudah pernah ajak keluarga naik kapal itu darii Batam ke Jakarata… wah nikmat sekali… especially bila tidak dikejar waktu.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. memang lah porter porter itu bikin susah aja… ku rasa porter porter itu peliharaan polisi setempat atau pengawai pelabuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s