100 Tahun Roosseno di Depok (Bapak Beton Indonesia)

Bertempat di Gedung Engineering Center UI, Depok, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) akan menyelenggarakan Talk Show bertajuk ‘Apa dan Siapa Roosseno?’

Dalam acara itu hadir Dr Ing Ir Fauzi Bowo, Effendi Gazali PhD, Prof Dr Toety Heraty Roosseno, Ir Ciputra, dan Prof Dr Ir Wiratman Wangsadinata. Kegiatan ini bagian dari rangkaian acara ‘In Memoriam 100 Tahun Prof Dr (HC) Ir R Roosseno’, Sabtu (2/8).

Kegiatan yang bertujuan mengenang dan mengabadikan jasa serta pengabdian Roosseno sebagai pendiri Fakultas Teknik UI ini terdiri atas serangkaian acara, yaitu peresmian patung Roosseno oleh Rektor UI, pengumuman pemenang sayembara rancangan Gedung Laboratorium Roosseno, penandatanganan prasasti Gedung Laboratorium Roosseno oleh Rektor UI Prof Dr der Soz Gumilar R Soemantri dan Prof Dr Toety Heraty Roosseno.

“Berkat usaha dan perjuangan Prof Ir Roosseno dan kawan-kawannya, Fakultas Teknik UI jadi salah satu institusi ternama di Indonesia. Usaha dan perjuangan yang telah dilakukan Roosseno tidak hilang seiring berlalunya waktu,” ujar Prof Dr Bambang Sugiarto, Dekan Fakultas Teknik UI periode 2008-2012.

Bambang menambahkan bahwa berdirinya Fakultas Teknik UI berawal dari tawaran para insinyur muda seperti Ir Roosseno, Ir Slamet Bratanata, Ir Sutami, dan Ir AR Soehoed kepada Presiden RI pertama untuk membenahi jalan-jalan protokol di Jakarta yang rusak berat.

Tawaran ini ternyata disambut baik oleh Bung Karno selaku Presiden RI pertama dengan syarat pekerjaan harus bisa diselesaikan dalam waktu dua pekan. Berkat insinyur-insinyur muda ini, tugas negara bisa selesai tepat pada waktunya.

Seusai menjalankan tugas itu, insinyur-insinyur muda ini merasa masih ada sesuatu yang harus dikerjakan. Lalu, munculah ide mendirikan fakultas teknik di Jakarta.

Ide ini kemudian disampaikan kepada Bung Karno yang langsung menyatakan setuju dan menunjuk Roosseno tanpa ragu-ragu untuk jadi dekan pertama fakultas teknik di bawah naungan UI.

“Pada 17 Juli 1964, resmilah FTUI berdiri dan dari sinilah sejarah Fakultas Teknik UI dimulai,” jelas Bambang, dekan ke-10 Fakultas Teknik UI.

Roosseno Soerjohadikoesoemo atau Roosseno Suryohadikusumo adalah lulusan THS Bandung (kini Institut Teknik Bandung). Roosseno pada 1932 jadi satu-satunya pribumi di antara 12 orang yang lulus.

Ia mengawali karir dengan berwiraswasta di Bandung. Ia mendirikan Biro Insinyur Roosseno dan Soekarno di Jalan Banceuy pada 1933.

Pada masa penjajahan Jepang, ia sempat dua tahun mengajar di THS hingga awal kemerdekaan. Ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada di Yogyakarta.

Pada 1948, Roosseno pindah ke Jakarta dan mendirikan Kantor Consulting Engineer. Bergabung dengan Partai Indonesia Raya pada 1950-an, ia pernah tiga kali menjabat menteri, yakni Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, dan Menteri Ekonomi.

Meski begitu, Roosseno tetap aktif di pendidikan. Ia jadi Guru Besar ITB dan Fakultas Teknik UI. Juga sebagai Direktur Sekolah Tinggi Teknik Nasional (STTN) di Jakarta.

Devie Rahmawati, Tikka Anggraeni

pusadmui@makara.cso.iu.id

Sumber: http://www.inilah.com

Advertisements

One thought on “100 Tahun Roosseno di Depok (Bapak Beton Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s