Menanti KM Kelud di Pelabuhan Beton

Ditulis oleh Richard Nainggolan
Senin, 04-08-2008 | 00:00:00

Richard Nainggolan Richard Nainggolan RIBUT awak kapal dengan porter membuat PT Pelni menghentikan operasional KM Kelud ke Pelabuhan Beton Sekupang, Batam. Siapa yang rugi? Kepala Disperindag Batam, Ahmad Hijazi minggu lalu mengatakan kehadiran Pelni tidak akan berdampak secara ekonomi., karena semua kebutuhan sembako diangkut menggunakan kapal barang bukan kapal Pelni.

Tentu hal itu karena Hijazi hanya berpikir soal sembako, bukan rode ekonomi secara umum. Padahal, kerugian yang terjadi sangat banyak, mulai dari porter itu sendiri, pedagang di sekitar pelabuhan, sopir taksi, tukang ojek, dan tentu Pemerintah Kota Batam.

Kamis lalu, sekitar 30 warga Sekupang datang ke Pemko Batam mengungkapan dampak Pelabuhan Sekupang berhenti disinggahi kapal Pelni. Mereka minta KM Kelud kembali bersandar di Pelabuhan Beton Sekupang. Warga ini khawatir, jika kelak lebaran mereka harus ke Kijang, Bintan agar bisa naik KM Kelud.

Artinya, untuk ke Kijang saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. begitu juga dengan sanak keluarga yang akan datang. Selain membutuhkan ongkos tiket kapal, juga diperlukan ongkos dari Kijang ke Batam. Biaya yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat dibandingkan jika KM Kelud singgah ke Sekupang.

Di pihak Pelni sendiri, sebenarnya menghentikan layanan terhadap Batam, bukan hal yang diambil serta-merta, alias secara emosional saja. Tentu hal itu sudah dikaji lebih dahulu, sampai akhir memutuskan KM Kelud tidak singgah ke Pelabuhan Sekupang.

Apakah Pelni kemudian dengan mudah kembali melayani Batam? Tentu tidak semudah itu. Harus ada jaminan keamanan baik dari aparat keamanan, pemerintah daerah, bahkan dari warga dan pekerja di pelabuhan. Hal itu harus benar-benar dibuktikan, bukan hanya omong kosong atau sebatas pernyataan.

Pihak Pelabuhan Beton Sekupang harus benar-benar menjamin pelabuhannya sebagai pelabuhan yang keamanan dan kenyamanannya terjamin. Artinya, semua pihak yang berada di pelabuhan bisa dikendalikan dan patuh aturan.

Seperti diungkapkan Wakil Wali Kota Batam, Ria Saptarika, ketidakhadiran kapal Pelni ke Batam menjadi bahan instropeksi bagi mereka yang selama ini mengais rezeki di sana. Mestinya kalau mereka merasa mencari rezeki di tempat itu, harus intropeksi diri sehingga tidak terjadi keributan di kemudian hari.

Jika tidak ada perbaikan, artinya jangan heran keputusan menghentikan KM Kelud stop singgah di Batam akan berlanjut. Toh masih banyak pelabuhan di seantero Indonesia yang ingin disinggahi KM Kelud.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s