Nur: Usut Tuntas Proyek QC

Jumat, 08 Agustus 2008
JODOH—Ketua DPRD Provinsi Kepri, Nur Syafriadi mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus proyek pembangunan asrama putra Qur’an Centre (QC), Sekupang. Proyek yang menelan APBD Provinsi Kepri 2007 sebesar Rp1.343.567.750 itu hingga saat ini terbengkalai dan kini dijadikan tempat mesum pada malam hari. “Saya sangat menyesalkan terbengkalainya proyek itu. Apalagi ini terkait dengan masalah pendidikan. Dan itu harus dituntaskan,” ujar Nur di Hotel Planet, Kamis (7/8) kemarin.

Nur mengatakan pembangunan QC yang sudah mencapai 30 itu juga tidak memenuhi syarat serta teknisnya pun tidak benar. Bahkan Nur mensinyalir proyek tersebut sarat dengan penyimpangan-penyimpangan.

“Siapapun yang terlibat di dalam proyek itu supaya diusut secara tuntas karena sudah merusak citra pendidikan. Apalagi tempat yang tadinya menimba ilmu dan tempat yang Islami bisa-bisanya dijadikan tempat mesum. Itu kan luar biasa, ujar Nur.

Nur mengatakan tujuan awal pembangunan proyek itu untuk hal yang positif. Namun dalam perjalanan pengerjaan proyek itu ternyata terbengkalai. Ini yang sangat disesalkan.

Untuk itu Nur secara tegas kembali meminta , aparat penegak hukum tidak bisa mendiamkan kasus tersebut. Sebab ini terkait dengan kridebilitas penegak hukum. Bahkan kasus ini lanjut Nur ternyata tidak hanya menjadi sebuah tantangan bagi penegak hukum untuk menyelesaikan, tapi juga terkait pada kerugian negara yang bakal ditimbulkan atas proyek tersebut.

Sementara itu Wakil Walikota Batam Ria Saptarika saat dikonfirmasi masalah proyek tersebut masih enggan memberikan komentara. ” Kok nanyanya proyek CQ. Tidak cocok dong temanya. Lagi pula kita kan sedang dengan Mentri masa saya jawab itu, engga enak dong,” ujar Ria usai acara pembukaan pelatihan sistem informasi geograpis (GIS) di Hotel Island Garden, Kamis (7/8) kemarin.

Sekedar diketahui, kondisi proyek pembangunan asrama QC memprihatinkan dan kini justru dijadikan tempat mesum. Selain itu di sekitar lokasi bangunan dijadikan tempat buang hajat.

Ironis memang, asrama yang pembangunannya ditujukan bagi pendidikan agama, justru malah terbengkalai dan dijadikan tempat mesum. Ini karena lokasi bangunan yang cukup tersembunyi dan gelap.

Usman, warga setempat, mengatakan, pada malam hari hingga dini hari puluhan pasangan kencan memenuhi bangunan itu. “Tak mungkin mereka tidak berbuat apa-apa dalam keadaan gelap seperti itu. Kalau diperhatikan saksama, saya yakin mereka berbuat yang tidak senonoh,” ujarnya.

Bangunan asrama yang masih sekitar 30 persen dikerjakan itu, saat ini terlihat cukup memprihatinkan. Proyek yang telah menelan dana APBD Provinsi Kepri 2007 sebesar Rp1,3 miliar itu juga, rupanya telah tiga kali berganti kontraktor, terakhir dikerjakan oleh PT Duta Sijori (DS). (sm/23)

Advertisements

One thought on “Nur: Usut Tuntas Proyek QC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s