Wawako Antisipasi Baby Boom

Rabu, 13 Agustus 2008|05:33:56WIB
Sudah Ada 55 Bayi Terlantar

WAKIL Wali Kota Batam, Ria Saptarika mengaku tidak khawatir atas tingginya angka kelahiran di Batam. Kelahiran bayi, menurutnya sebagai pertumbuhan penduduk alami sehingga tak perlu ditakuti seperti lonjakan penduduk karena urbanisasi.
“Itu kan alamiah. Yang kita khawatirkan itu urbanisasi, karena langsung bersinggungan dengan sektor-sektor yang ada,” katanya di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (12/8) kemarin.
Pemko Batam, kata Ria, akan mengantisipasi ledakan penduduk lewat kelahiran atau baby boom itu dengan menyediakan sarana dan prasarana.
“Gedung sekolah misalnya, setiap tahun kita bangun terus. Sumber daya alam kita juga tak mengalami krisis,” tuturnya.
Soal program Keluarga Berencana (KB), kata Ria, biar saja program itu terus berjalan karena sudah merupakan program nasional dan dinas terkait di Pemko Batam. Hanya saja, kemarin, Ria sama sekali tak menyinggung soal imbauan atau ajakan agar warga Batam ber-KB untuk mencegah ledakan penduduk.
“Bagi saya KB itu kan bagaimana mengatur agar keluarga bahagia. Biar itu jadi program pemerintah pusat dan dinas terkait di Pemko Batam,” katanya.
Sebelumnya, menurut Kepala BKKBN Provinsi Kepri Jamaris, ledakan kelahiran bayi di Batam sudah mengkhawatirkan. Karena dalam enam bulan terakhir, ada 4.984 bayi yang lahir. Laju pertumbuhan penduduk ini, kata Jamaris, tentu saja berimplikasi luas. Salah satunya ke sektor pendidikan.
“Batam harus sediakan sarana sekolah, seperti SD dan tenaga guru yang banyak. Kalau ada 10 ribu siswa, bayangkan berapa lokal SD yang harus disiapkan,” kata Jamaris.
Angka pertambahan penduduk terus meningkat. Karenanya, kata Jamaris, ini harus diikuti dengan pengaturan kelahiran secara terencana dan terprogram. Sejauh ini, BKKBN telah mensosialisasikan berbagai program, seperti penggunaan jenis kontrasepsi. Ledakan penduduk masih menjadi masalah di beberapa wilayah dan penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu solusi untuk membatasi kelahiran.

Terlantar
Sementara itu, sebanyak 55 bayi yang lahir di Batam diterlantarkan oleh orangtuanya. Mereka memilih kabur setelah melahirkan anak kandungnya dengan berbagai alasan. Jumlah tersebut akumulasi dari tahun 1986 hingga Agustus 2008 yang terekam Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB).
“Ini baru dari tempat penitipan anak YPAB saja, belum yang lainnya,” kata Sekretaris YPAB, Hasanah kepada Batam Pos, Selasa (12/8).
Menurutnya, anak yang dilahirkan tanpa dosa itu adalah anak yang tidak pernah diharapkan kehadirannya atau pun anak yang tidak jelas siapa bapaknya.
“Meskipun ada beberapa yang sengaja dititipkan orang tuanya karena tidak mampu,” ungkapnya. Di samping itu, juga terdapat anak yang ditemukan masyarakat, yang kemudian diserahkan ke YPAB.
Untuk tahun 2008 saja tercatat tiga orang anak yang dirawat di YPAB. Terdiri dari satu orang anak laki-laki berusia tiga tahun dan dua orang anak perempuan berusia satu dan tiga bulan. “Sedangkan 52 anak lainnya telah diadopsi,” ujarnya.
Sementara data RSOB tahun 2008, tercatat dua orang anak yang ditelantarkan begitu saja oleh orang tuanya.
“Anak tersebut lahir hasil hubungan di luar nikah,” kata Kepala Humas RSOB, dr Sunarwanto. Maka begitu anak tersebut lahir, sang ibu meninggalkan begitu saja.
Sunarwanto menambahkan, satu dari dua anak tersebut telah diadopsi sepuluh hari yang lalu. “Sekarang tinggal satu anak yang berusia tiga bulan,” tambahnya. Anak perempuan tersebut dilahirkan tanggal 3 Mei lalu. Dengan berat badan 1,4 kilogram dan panjang 46 sentimeter. ***

2 thoughts on “Wawako Antisipasi Baby Boom

  1. pak, mengenai baby boom apakah bapak dapat berpikir lebih objektif. Jangan-jangan bapak pandangan berdasarkan relatif dan subjektifitas belaka, dan bapak himpun suara bapak sebagai wawako batam untuk menjadi objektifitas. tutur dan lisan memang mudah diucapkan dengan tiap tahun membangun sekolah dan seluruh infrastukturnya. tapi kapan bapak bisa bangun kualitas dari sekolah yang bapak bangun. Emosi karena subjektifitas yang bapak utarakan terkesan tidak berpirkir dengan nalar yang sehat. Saya warga tempatan tentunya berharap tanah melayu ini makmur diisi dengan sdm yang unggul.
    Sesuai dengan pernyataan BJ. Habibi diawal pengembangan kota batam yang menyatakan kapasitas daya tampung kota bata, seharusnya juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua. Kalau baby boom untuk kelahiran sekarang mencapai hampir 5 ribu kelahiran dalam setengah tahun dan coba bapak kalkulasikan jumlah kelahiran setahun pastinya menjadi 10ribu kelahiran. untuk jangka 7 tahun kedepan berapa jumlah sekolah yang musti ditambah (dibangun) itupun kalau bapak masih menjabat. Artinya bapak tidak bertanggung jawab untuk masa depan kota batam. Untuk 20 tahun yang akan datang apakah bapak bisa mendirikan industri untuk 10ribu manusia yang terlahirkan saat ini mencari pekerjaan. Lapangan pekerjaan, sarana pelayanan kesehatan, perumahan, SDA, serta kebutuhan mendasar manusia. yang saya pertanyakan apakah bapak bisa memastikan terlengkapi semua fasilitas yang dibutuhkan orang hidup. belum lagi kondisi kota batam yang memiliki keterbatasan sumber air bersih yang dapat diolah untuk kebutuhan masyarakat ? saya hanya warga yang tidak ingin memihak pada salah satu pihak, namun mampu berfikir secara lebih objektif, karena kita semua mengetaui bahwa wilayah provinsi kepri ini 96% adalah lautan. terus terang kami warga tidak ingin anak can cucu kita hidup di atas lautan dengan adanya ledakan jumlah penduduk.SAYA HARAP BAPAK MAMPU MENYIKAPI SECARA SPORTIF KRITIK DAN SARAN DARI WARGA BAPAK SENDIRI SEBAGAI KONSEKWENSI BAPAK SEBAGAI SEORANG PEMEGANG AMANAT RAKYAT.terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s