Reklamasi Golden Prawn Lebihi Batas

Jumat, 15 Agustus 2008
BATAM – Kegiatan reklamasi (penimbunan) pantai yang dilakukan Golden Prawn, Bengkong Laut diduga telah melebihi titik koordinat yang diberikan oleh pemerintah kota (Pemko) Batam.

Dari informasi yang diperoleh, izin reklamasi untuk lokasi resort dan perhotelan Golden Prawn sekitar 200 hektar dari bibir pantai. Namun kenyataan di lapangan telah mencapai 400 hektar.

“Meskipun telah melebihi dari hak yang diberikan, Golden Prawn masih tetap melakukan reklamasi sampai saat ini,” ujar aktivis lingkungan hidup, Awaluddin.

Awaludin menyebutkan penimbunan pantai di Goledn Prawn, telah dilaporkan ke Presiden RI. Langkah tersebut terpaksa ditempuh karena komunitas nelayan merasa kecewa dengan pejabat di Kota Batam dan Provinsi Kepri, yang enggan menghentikan kegiatan tersebut.

Dikatakannya, kegiatan reklamasi tersebut cukup mengganggu penghidupan nelayan. Sejak lokasi Golden Prawn dibuka, penghasilan nelayan kian memprihatinkan. “Sebelum presiden menanggapi surat kami, kita minta Walikota Batam Ahmad Dahlan menghentikan kegiatan tersebut,” ujarnya.
Selama ini katanya, warga nelayan, terutama di Bengkong sering mengeluh karena tangkapan ikan berkurang. Para nelayan diperhadapkan pada dilema. Jika bertahan di sekitar pantai Bengkong, hasil tangkapan ikan sangat sedikit sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Kondisi tersebut diakibatkan air yang tercemar serta lingkungan yang rusak akibat reklamasi.

Di sisi lain kata Awaluddin, jika pergi menjelajah laut, nelayan tidak berani karena keterbatasan sarana. “Ini merupakan persoalan besar bagi nelayan. Pemerintah harus mengambil tindakan tegas terhadap reklamasi tersebut,” katanya.

Disebutkan, para nelayan merasa curiga terhadap pejabat terkait karena tidak mengindahkan keluhan nelayan. Warga menduga sejumlah oknum pejabat telah ‘disumpal’ pengusaha sehingga tidak mau bertindak tegas.
“Jika benar pejabat sudah mendapat bagian dari pengembang, sangat kami sesalkan. Lalu, siapa lagi yang akan peduli dengan nasib nelayan,” katanya.

Sementara itu pemilik dan pengembang kawasan Golden Prawn di Bengkong Laut, Abi belum berhasil dimintai keterangan. Berulangkali nomor ponsel yang dihubungi terdengar nada masuk, namun tidak diangkatnya. Malah sesat kemudian terdengar nada dibalik nomor ponsel dialihkan.

Sebelumnya, Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika mengatakan izin reklamasi Golden Prawn jangan dianggap sebagai surat sakti untuk melakukan apa saja tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Jika perusahan tersebut tidak peduli lingkungan, izin reklamasinya akan ditinjau kembali.

Permasalahan kegiatan reklamasi yang dilakukan Golden Prawn, telah mencuat ke permukaan sehingga menjadi sorotan. Sejumlah masyarakat, khususnya nelayan mengeluh karena penghasilan menurun akibat kegiatan reklamasi yang dilakukan secara besar-besaran di kawasan Pantai Bengkong Laut tersebut. (sm/ed)

One thought on “Reklamasi Golden Prawn Lebihi Batas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s