Kadet AL Saling Tukar Wing

Senin, 18-08-2008 | 00:00:00

BATAM – Atraksi drum band Kadet TNI AL memukau warga yang menyaksikan upacara penurunan bendera di Engku Putri, Minggu (17/8) sore.

Warga pun langsung menyerbu setelah mereka selesai beraksi sekitar 30 menit di hadapan Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika.

Ketika para kadet ini selesai, ratusan warga terutama anak-anak saling foto bersama. Sejumlah anak-anak tanpa ragu minta gendong para kadet. Bahkan ada yang kagum dengan baju yang dikenakan. Seorang ibu tanpa ragu meminta wing seorang kadet.

“Kalau wing yang paling banyak adalah yang memegang Tambur Mayor atau kepala regunya adalah Serma Taruna Dukat Angga. Banyak wing atau pin, dipastikan semakin banyak juga pengalamannya bermain, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Itu saja yang membedakan dari taruna lainnya,” ujar Kapten TNI AL Surya Ari, Komandan Regu tim Drum Band KRI Dewa Ruci.(ded)

13 thoughts on “Kadet AL Saling Tukar Wing

  1. sering sering aja kita undang Taruna… supaya anak anak dapat inspirasi jadi AKABRI… yg jelas tujuannya positif… jadi AKABRI suatu kebanggaan… sama dgn masuk ke ITB …
    ———
    Hi Bang Binsar,
    Benar sekali Bang, kemarin saat penampilan mereka…fosturnya saja saya perhatikan tinggi dan besarnya sama semua padahal mereka tampil dalam ful team sekitar 150 orang.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Sebagai lulusan AAL tahun 1986, saya bangga sekali dengan penampilan yang memukau dari adik-adik kelas saya tersebut. Saya yakin banyak akhwat Batam yang kepincut hatinya melihat mereka ya Pak Wawali. Apakah Pak Ria memiliki anak lelaki? Kalau ya, coba tolong dibina kemampuan intelektual dan fisiknya hingga suatu saat nanti bisa menjadi Kadet AAL. Doakan Pak Ria saya sebentar lagi menjadi bintang satu alias Laksamana Pertama TNI.
    ——–
    Wah luar biasa apalagi ini Kolonel Laut (P) Harsono, Siap Dan!!!, senang sekali nih bisa mampir ke Weblog saya.

    Memang selama ini saya perhatikan selama berinteraksi dengan Muspida Kota Batam khususnya rekan2 dari TNI AL, semuanya sangat melek Teknologi, bahkan seblum Danlanal Batam Kolonel Laut (E) Mohamad Faisal,SE., Kolonel Laut (P) Mintoro Yulianto, S.Sos,MSi, saya banyak mendengar cerita beliau tentang canggihnya Teknologi Kapal Selam dan Torpedo, itu membuat saya tertarik sekali dan kebetulan sedikit berkaitan dgn disiplin ilmu saya🙂

    Makanya sangat wajar yang pertama kali masuk ke weblog saya ini adalah rekan2 dari TNI AL.

    Bicara Akhwat he he, kayaknya fasih juga nih nyebutnya ha ha🙂 jangan2 juga pernah kepincut akhwat nih he he.

    BTW:Saya punya 2 orang anak laki-laki pertama Abdurrachman umur 12 tahun dan Abdussalam umur 5 tahun… semoga saja salah seorang dari mereka bisa menjadi Perwira TNI…Amiiin.

    Demikian & Salam hormat
    Ria

  3. Ganteng-ganteng kan Pak Ria para taruna tersebut. Semoga para ikhwan PKS juga punya kualitas fisik dan disiplin seperti mereka.

    Salam,

    Kapten Laut (P) Muhammad Syauqi
    AAL 2002
    ———
    Hi Kapten laut Muhammad Syauqi, Assalammu’alaikum wrwb.
    Wah bagi saya ini istimewa sekali nih, belum pernah selama ini Anggota TNI masuk ke weblog saya…

    Terimakasih atas dipilihnya Batam sebagai tempat tujuan Kadet AAL kemarin, apalagi dengan suguhan Marching Band yg RUUUAAAR Biasa.

    Untungnya saya sudah dibuat kaget sebelumnya pada penampilan Marching Band kadet AAL pada HUT Koperasi di Istora Bung Karno Jakarta pada pertengahan juli 2008 lalu…beruntung saya hadir dan menyaksikan langsung bahkan penampilan mereka dikombinasi 7 orang peterjun parasut dari udara.
    BTW: kayaknya Mas Syauqi familiar juga dengan orang PKS🙂

    Demikian dan sampaikan rasa salute dan bangga kami kepada mereka para taruna AAL
    Salam Bahagia kami dari Batam
    Wassalam
    Ria

  4. Wah Pak Kapten … Pak Kolonel…pasti orang yang sangat disiplin… jelas Taruna adalah impian… mimpi bisa jadi kenyataaan … yang penting Pak Kapten dan Pak Kolonel sering sering berbagi informasi…ke masyarakat awam seperti kita kita ini. dekat di mata dekat di hati…
    ——
    Setuju!!!
    Apalagi kalau ada peluang untuk putra daerah kita di Batam untuk ikut
    Thanks & Wassalam
    Ria

  5. Pada dasarnya semua ikhwan fillah punya kesempatan untuk mengabdikan dirinya menjadi perwira TNI termasuk yang berasal dari Batam. Semoga Pak Ria tak ikut arus para politisi dewasa ini yang hanya sibuk beriklan tanpa melakukan perbuatan meskipun si empunya menyerukan untuk berbuat dan hanya mengakui perbuatan orang lain bukan dirinya.

    Jalasveva Jayamahe
    Hree Dharma Shanti

  6. Akh Ria Saptarika,

    Bukan hanya TNI-AL saja yang melek teknologi, kami juga di TNI-AD juga harus menguasai teknologi.

    Ila liqo,

    Daryatmo
    ———–
    Mantab!!!
    Saya kira rekan dari TNI-AD ngak Monitor hehe🙂 Just kidding
    Salam kenal Akh Kolonel Inf. Daryatmo, tentu saja TNI-AD juga sangat melek teknologi, kalau tidak baik yg di Laut dan di Udara, mau landing dimana kalau Basis Angkatan Darat nya gaptek he he🙂 ngeles nih saya!!
    Tapi benar Kok saya bangga dengan semua Anggotan TNI baik darat, laut maupun udara. (btw: Kapan ya rekan dari TNI-AU mampir ke Blog saya).

    Apalagi sekarang TNI terus mereformasi diri dan sangat profesional sekali…

    Pertama kali saya tertarik dgn TNI adalah melalui kakek saya Peltu Inf. Rarat Sudirman (alm) meninggal pada pangkat Peltu, beliau adalah prajurit di Kodam III Siliwangi, terakhir bertugas di Cirebon…beliau meninggal kira-kira tahun 1980…saya masih mengkoleksi beberapa peninggalan beliau seperti, Helmet, Sangkur dll… hinggaa akhirnya saat mahasiswa saat ikut Latsarmil di Rindam Jaya

    Jadi mhn maaf nih, tentu kami Rakyat Indonesia sangat bangga terhadap TNI, sebagi penjaga keutuhan teretorial NKRI, saya teringat dengan ucapan Jendral (Purn) Wiranto, bahwa tidak ada sejarah TNI Kudeta, saya bangga sekali mendengar ucapan itu dan masih terngiang-ngiang di telinga saya.

    Terimakasih atas kunjungan dan pembuktiannya tentang melek Teknologi😉

    Wassalam
    Ria

  7. Yth. Pak Rika,

    Boleh donk ajari saya juga ber-weblog agar bisa lebih efektif lagi berkomunikasi dengan warga Batam.

    Wassalam,

    Syamsul Bahrum, A.Md, S.IP, M.Si, PhD
    ——
    Masih belum tidur nih?
    Lima menit setelah itu saat saya lihat ada comment ini pukul 02.10 am diihari🙂
    Thanks & Wassalam
    Ria

  8. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Pak Ria ,

    Salam hormat dari saya dari salah satu warga Batam dan simpatisan PKS.

    Luar biasa perkembangan IT di kota batam nich salut untuk kepemimpinan anda dengan cyber city plannya.

    Ruarrr biasa kita bisa melek teknologi nech tapi benahin juga Disnaker Batam nya ya pak untuk lebih bekerja secara profesional biar buruh batam juga ikutan melek IT ya pak. Amin

    Wassalam.
    ———–
    Hi Mas Yudhi, Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimakasih atas kunjungan dan apresiasinya… senang sekali berjumpa dengan teman2 dari buruh yg juga merupakan asal habitat saya.

    Terimaksih masukannya saya akan tindak lanjuti kepada dinas terkait (Disnaker).
    … Tunggu berikutnya akan kita bangun satu Taman Internet di antara Batu aji dan Sagulung.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  9. Yth. Pak Ria,

    Pemimpin kan tidurnya harus lebih sedikit untuk mengemban amanah rakyatnya dan berbakti ke Rabb-nya. Bagaimana kita bisa tidur nyenyak sementara masih ada lebih dari satu orang saudara kita yang menahan lapar dan belum makan hingga pagi keesokan harinya. Sesungguhnya amat berat beban kita sebagai pemimpin ketika nanti diminta pertanggungjawabannya kelak di Yaumul Akhir.

    Tetapi, seperti banyak kita lihat, berbondong-bondong orang meminta kekuasaan melalui Pemilu dan Pilkada. Yang mereka ingat adalah fasilitas kemewahan yang akan dinikmati ketika berkuasa atau menduduki jabatan publik. Apakah kita bisa dengan tenag duduk di dalam mobil yang sejuk yang sejatinya mobil yang dibeli oleh uang rakyat sementara masih banyak saudara-saudara kita, anak-anak, kaum miskin yang cacat harus berjuang di jalanan di bawah teriknya matahari? Apakah kita siap dengan panasnya api neraka?

    Yang lebih parah lagi di negeri kita ini ketika nilai-nilai Islami yang sebetulnya menjadi jiwa dari Pancasila semakin pudar. Contohnya adalah sila ke-4 yang jelas menyebutkan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Tetapi apa lacur, kita saat ini menelan mentah-mentah demokrasi ala barat dengan melaksanakan Pemilihan Langsung dengan alasan demokrasi? Padahal ketika zaman Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin, pemimpin itu dipilih dari yang paling alim dan paling amanah diantara kaumnya dan para sahabat tidak meminta kepemimpinan bahkan saling menolak mengingat akan beratnya tanggung jawab amanah yang akan dipikulnya. Kita juga diberikan gambaran dimana ketika Allah SWT akan mengangkat khalifah di muka bumi ini, ketika di tawarkan kepada semua makhluk termasuk gunung-gunung yang begitu perkasa, semua menolak kecuali manusia.

    Kita lihat saat ini ribuan manusia berbondong-bondong masuk ke kancah politik baik melalui caleg dan Pilkada hanya untuk menikmati kekuasaan. Apakah demokrasi langsung yang berbiaya mahal tersebut pasti akan menjamin lahirnya pemimpin yang amanah? Apakah juga ketika kita dipilih, kita akan menjalankan amanah itu dengan baik dan mengingat akan tanggung jawab yang akan ditanyakan kelak di Yaumul Akhir?

    Wallahu a’lam bisshawab.

    Syamsul Bahrum
    ———
    Hi Pak Syamsul Bahrum, Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimakasih telah berkenan menuangkan buah pikirannya di sini, tentu ini sangat bermanfaat sebagai tawassaw bil haqi watawassaw bisshabr.

    Memang indah Sirah Nabawi dan Sirah Hayatus Shahabah bila untuk di pelajari dan diresapi… lebih baik lagi untuk diamalkan…atau setidaknya ia harus menjadi ruh bagi gerak gerik kita sehari hari, lebih lagi para pemegang amanah ummat… tak saja para Eksekutif dan Legislatif atau Yudikatif tapi semua kita, Birokrat dan Indifidu masyarakat pun… Patut menjadikan semua itu sebagai tauladan.

    Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan…
    Selamat mennyambut bulan suci Ramadhan 1429H.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  10. Yth. Pak Ria,

    Saya dengar dari kawan-kawan TNI lain yang mengatakan bahwa TNI-AU belum berpartisipasi. Melaui forum ini, saya juga memantau blog Pak Rika lho…

    Salam,

    Achmad Yasin
    Pekanbaru
    ———–
    Assalammu’alaikum wrwb.
    Wah ternyata saya terpantau juga dari udara nih!

    Thanks Pak atas perhatiannya

    Wassalam
    Ria

  11. Perwira Perwira yang bersahabat… Trimalah hormat kami. Saya yakin Perwira AD,AL,AU adalah orang-orang pintar.
    ———-
    Saya juga!!

  12. Saya dukung Bapak Ria Saptarika sebagai Cawapres RI 2009 mendampingi Hidayat Nur Wahid dalam Pilpres 2009 mendatang, semoga RI menjadi baldatun thoyibbatun warrabbun ghafur…
    ———–
    Amiin Insya Allah, tapi belum saat nya tuh!
    Btw: Senang sekali akhirnya seluruh angkatan TNI, sudah mampir ke Blog saya, ini sebuah kebanggaan tersendiri, ternyata benar Rekan-rekan TNI saat ini sudah sangat profesional sekali dan sangat familiar dengan dunia IT…

    Semoga Selalu dilindungi dan di berkahi oleh Allah SWT, dalam menjalankan tugas-tugasnya.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  13. 1. Prolog dan Persiapan
    PKI di bawah pimpinan D.N. Aidit, telah melakukan gerakan-gerakan utk memperkuat diri.
    Utk itu, PKI telah mengambil beberapa tindakan/kegiatan.
    a. PKI mendukung dan mengirim sukarelawan saat berkonfrontasi dgn malaysia.
    b. PKI telah melakukan aksi sepihak dgn membagi bagikan tanah kpd petani.
    c. Merekrut kekuatan ABRI dgn menanamkan ideologi komunis di kalangan anggota ABRI.
    d. Terus berusaha memojokan & menghancurkan lawan2 politiknya.
    e. Mengusulkan utk membntk angkatan ke-5
    f. Melatih sekitar 3.000 anggota pemuda rakyat dan Gerwani.
    g. Menyebarkan isu adanya Dewan Jendral yg akan melakukan kudeta.

    2. Pelaksanaan GErakan 30 September 1965
    Di tengah tengah kecurigaaan dan menajamnya konflik antara TNI-AD dengan PKI, terjadilah
    peristiwa yg sngt mencekam. sekelompok pasukan yg berintikan batalion pengawal utama cakrabirawa
    di bawah pimpinan letnan kolonel untung melakukan aksi di jakarta.
    Gerakan itu dikenal dgn Gerakan Tigapuluh September / sering dsb gestapu. ternyata gerakan ini
    kejam. mereka menculik dan membunuh para perwira TNI-AD.& jazadnya dibuang di sumur tua di
    lubang buaya, jakarta.
    Adapun beberapa perwira TNI-AD yg diculik itu adl
    a. Letnan Jendral A. Yani, Men / Pangad
    b. Mayor Jendral R. Suprapto, Deputi II men/ Pangad
    c. Mayor Jendral Haryono M.T, Deputi III MEn / Pangad
    d. MAyor Jendral S. Parman, asisten I men /Pangab
    e. Brigadir Jendral D.I. Panjaitan, Asisten IV Men / Pangab
    f. Brigadir Jendral Sutoyo Siswomiharjo.

    3. Upaya Penumpasan G-30-S
    MElihat keadaan yg cukup gawat itu maka M.J Suharto selaku panlima kostrad segera melakukan
    koordinasi & mengambil tindakan tegas. beliau memerintahkan pasukan dari Resimen Para Komando Angkatan DArat dibwh kolonel sarwo edhie wibowo yg diberi tanggungjawab menumpaskan G-30-S.
    Lalu pasukan Sarwo berhasil merebut RRI. tgl 1 okt 1965 keadaan jakarta sdh dpt dikendalikan.
    tgl 2 okt 1965, jenazah2 TNI-AD yg dibunuh berhasil ditemukan di sumur tua. pd tgl 5 okt 1965 jenazah
    para perwira AD dimakamkan di taman makam pahlawan kalibata. pd tgl 9 okt 1965 tlh berhasil ditngkp
    kolonel latif, bekas komando brigade infrantri / kodam V jaya. ia ditangkap dijakarta..
    Kemudian Tgl 11 okt 1965 kolonel untung tertangkap di tegal ja.teng, sedang D.N Aidit tertangkap pd
    tgl 22 nov 1965 di surakarta.2 hari kemudian tersebar berita bhwa aidit tlh ditmbk mati. sementara itu,
    usaha penculikan thd diri jendral AH Nasution gagal,tp ajudanya lettu pierre tendean berhsl diculik dan
    dibunuh di libang buaya. disamping menyiksa dan membunuh para perwira AD kekuatan G-30-S jg berhsl
    menguasai gedung RRI pusat dan kantor telekomunikasi. dlm siaranya mereka menyatakan telah berhasil
    mengambil tindakan tegas thd dewan jendral yg akan melakukan kudeta pd pemerintah. waktu itu PKI
    menyatakan berdirinya Dewan Revolusi. dewan revolusi selanjutnya bertindak sbg pemegang kekuasaan
    dan keamanan negara. sbg ketua Dewan Revolusi adl LEtnan Kolonel Untung dan wakilnya, Brigjen Suparjo.
    gerakan G-30-S itu ternyata jg menjalar ke berbagai daerah di indonesia. penculikan, penyiksaaan, dan
    pembunuhan thd tokoh pemerintah, kaum nasionalis dan agama terjadi di mana mana. oleh karna itu, suasana
    pun menjadi tegang dan mencekam. stabilitas nasional pun terancam.

    B.pemborantakan pki tahun 1948 di madiun

    1. Fase awal pemberontakan pki madiun
    pada saat bangsa indonesia sedang berjuang keras menghadapi belanda,pada tahun 1948 pki melancarkan pemberontakan.latar belakang pemberontakan itu tidak lepas dari ambisi pki untuk serkuasa dan mengkomunikasikan indonesia. kelompok komunis melalui tokohnya, Amir Syarifudin telah berusaha idiologi komunis dikalangan angkatan perang. Ia membentuk kekuatan baru yang merupakan gabungan orang sosialis-komunis.
    kekuatan baru itu disebut Fron Demokrasi Rakyat (FDR ). FDR dibentuk pada tanggal 26 Februari 1948 dengan programnya,antara lain
    a. menuntut dibubarkannya Kabinet Hatta;
    b. membentuk kabinet baru yang mengikut sertakan kekuatan FDR dan PKI.
    Sementara itu, pada tanggal 11 Agustus 1948, Musso yang merupakan pimpinan pki pada tahun 1920-an, kembali dari unit soviet. senjak kedatangan muso bersatulah kekuatan pki dan fdr dibawah pimpinan musso dan amir syafudin. melalui pemikiran-pemikiran yang dibawa musso,pki mulai berencana melakukan pemberontakan.

    2. Puncak Pemberontakan PKI Madiun
    Gerakan PKI ini mencapai puncaknya pada tanggal 18 september 1948. PKI dibawah muso dan amir syarifudin telah melncarkan pemberontakan yang dipusatkan di madiun dan sekitarnya. Banyak pejabat pemerintahan, tokoh-tokoh organisasi nonkomunis, dan para pimpinan pondok pesantren diculik dan dibunuh secara sadis. Mereka dibantai oleh orang-orang PKI di soco, gorang-gareng ( magetan ), dan kresek (madiun). Muso dan amir syarif udin kemudin memproklamasikan berdirinya negara Republik Soviet Indonesia adalah sebagai berikut.
    a. Kepala negara : Musso
    b. Kepala pemerintahan : Amir Syarifudin
    c. Panglima angkatan perang : Kol. Joko Suyono

    3. Akhir Pemberontakan PKI Madiun
    Persiden sukarno dan perdana mentri Moh. Hatta mengutuk keras tindakan PKI. Pemerintahan segera melancarkan operasi penumpasan. Untuk itu, dibetulkanlah Gerakan Operasi Militer (GOM). panglima jendral sudirman kemudian mengeluarkan perintah harian yang isinya, antara lain menunjuk Kolonel Gatot Subroto sebagai Gubernur Militer Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono sebagai Gubernur Militer Jawa Timur. kedua tokoh militer itu diperintahkan untuk memimpin dan menggerakkan pasukan guna menumpas pemberontakan Pki di Madiun dan sekitarnya. dari arah jawa tengah, telah digerakan beberapa pasukan, antara lain pasukan siliwangi. dari arah timur, telah bergerak pasukan dari jawa timur dan brigade mobil. dengan operasi militer pada tanggal 30 septerber 1948 keadaan madiun segera dapat dikendalikan oleh pemerintah indonesia.dalam operasi tersebut musso dapat ditembak mati daerah ponorogo amir syarifudin ditangkap didaerah purwodadi.

    C.Pemberontakan DI/TII
    Setelah perjanjian Renville, KonferensiMeja Bundar,Pengakuan kedaulatan,dan kembalinya Indonesia sebagai negara kesatuan, ada pihak-pihak yang tidak kecewa dan tidak setuju. Perkembangan kekecewaan itu kemudian memuncak.Puncak kekecewaan itu adalah ilancarkanya pemberontakan, misalnya pemberontakan DITII

    1.Awal Penberontakan DI/TII
    Munculnya gerakan DI/TII di Jabar bemula pada Perjanjian Reville.Sewaktu anggota TNI harus hijrah dari Jabar ke Yogyakarta. Namun mantan laskar Hizubullah Sabilillah tidak mau meninggalkan Jabar. Mereka kemudian membentuk gerakan dinamakan Darul Islam (DI) dengan angkatan peranya yang dinamakan Tentara Islam Indonesia (TII). Selanjutnya, gerakan ini disebut DI/TII yang dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo. Tujuan DI/TII adalah ingin mendirikan negara yang berdasarkan agama islam lepas dari NKRI
    Sewaktu tentara Belanda menduduki ibukota RI di Yogyakarta. Panglima Besar Jendral Sudirman segera mengeluarkan instruksi keoada pasukan Siliwangi yang adaa di Jateng untuk melakukan Long March ke Jabar sebagai persiapan perang gerilya.Sesampai di Jawa Barat, terjadilah Bentrokan antar Divisi Siliwangi dengan gerakan DI/TII pada tanggal 25 Januari 1949 di desa Antralina,Malangbong
    2.Puncak Pemberontakan DI/TII
    Gerakan DI/TII di Jabar makin meningkat deangan Islam sebagai kedoknya. DI/TII juga melakukan sabotase, dan perusakan sarana umum dan rumah-rumah penduduk.Ternyata DI/TII yang tidak pantas dengan ajaran Islam
    7 Agustus 1949 pimpuinan DI/TII memproklamasikan Negara Islam Indonesia. Setelah itu, gerakan ini menyebar ke berbagai daerah.Denagn demikian halitu sangat mengganggu bangsa Indonesia yang sedang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan.
    Pemerintah segera menumpas DI/TII . Ternyata usaha penumpasan tidak memakan waktu cukup lama. Sampai saat pengakuan kedaulatan dan kembali kenegera kesatuan.
    D. Konflik-Konflik Internal Lianya
    Selain tragedi nasional seperti yang telah diuraikan diatas, ternyata gangguan stabilitas masih muncul di berbagai daerah.
    Berikut ini akan diuraikan secara singkat beberapa contoh konflik didaerah.
    1. Konflik di maluku
    a. Latar Belakang
    Sejak abad ke-17 VOC telah mengambil kebijakan yang memisahkan antara penduduk yang beragama islam dan kristen,oleh karena itu ada pemukiman orang-orang kristen. Kecuali Kota Ambon dan beberapa daerah di orang k4isten. kecuali ambon dan beberapa daerah di kotamadya Ambon ada Penduduknya yang beragama islam dan juga beragama kristen.
    akaebijakan pemisahan ini ternyata juga berakibat pada kehidupan yang lain. Salah satu bidang yang penting adalah bidang pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan ini terkait dengan kegiatan gereja dan pengembangan ajaran krinten. tentunya hal ini tidak dapat diikuti oleh penduduk muslim. mulai abad ke-18 sudah ada beberapasekolah yang diasauh oleh gugu-gugu lokal. kegiatan pendidikan makain berkembang. orang-orang kristen menjadi kelompok terpelajar, sedang umat islam makin tertinggal. orang-orang kristen umumnya menjadi pegawai pemerintah. kedudukan ini makin memperkuat orang kristen baik secara sosial maupun ekonomi.
    perubahan terjadi mulai masa kemerdekaan dan terutama masa orde baru. dengan berkembangnya perkebunan,pertambangan dan indrustri kehutanan yang tersebar dimaluku telah mengangkat kondisi perekonomian orang-orang islam. mereka umumnya hidup dengan berdagang.
    kebijakan belanda yang kemudian melahirkan dua kelompok sosial ini tentu tidak menguntungkan bagi pemerintah indonesia. hal itu disebabkan sewaktu-waktu kondisi tersebut dapat menimbulkan konflik.
    b. Munculnya konflik
    konflik dimaluku terjadi beberapa kali atau tahapan.
    1) Tahap pertama
    pada tanggal 19 janjuari 1999 telah terjadi pertikaian antara seorang sopir angkot dengan dengan preman di terminal batu merah. p[eristiwa meluas menjadi konflik antara kelompok islam dan kristen. keesokan harinya tidak diketahui sebabnya terjadi tabrakan di berbagai sudut kota ambon. konsentrasi masa terjadi. kelompok kristen berkumpul di gereja, terutama di gereja maranatha.sementara itu, kelompok islam berkumpul dimasjid,terutama al fatah. orang- orang kristen memakai ikat kepala berwarna merah, dan orang islam berwarna putih. pasar orang berdagang orang makasar,bugis, dan buton diserang dan dibakar. senjata yang digunakan tahap pertama ini adla senjata trasisional,( parang dan tombak ).
    2) Tahap kedua
    konflik ini terjadi tanggal 24 juli 1999. pada hari itu sejumlah pusat perekonomian di jl. aj. patty dibakar. keduanya sudah menggunakan senjata api rakitan. dan suasana makin mengecam. dan ini meluas ke pulau seram. pada tanggal 18-19 agustus 1999 sejumlah negeri islam menyerang negeri piru yang mayoritas penduduknya kristen. konflikbesar-besaran terjadi di ambon pada tanggal 26-30 november 1999. pada tanggal 12 desember 1999 presidan abdurahman wahit dan wakil presiden megawati berkonjung ke ambon untuk menenangkan masyarakat menjelang hari raya umat islam dan umat kristen. dem,ikian konflik terjadi beberapa kali, ketiga dan keempat. tentu ini mengganggu stabilitas nasional.
    2. Kerusuhan di poso
    Konflik juga terjadi di poso. dan berkembang menjadi konflik etnis dan agama.
    Struktur sosial masyarakat poso yang plural dangat rawan konflik. penduduk kabupaten poso terdapat 2 kelompok, yakni kelompok suku asli dan pendatang. kelompok suku asli terdiri 2 kelompok.
    a. kelompok yang turuntemurun lahir dan dibesarkan di poso. yakni suku pamora.
    b. orang sulawesi tapi leluhurnya dari poso. yakni suku akaili dan mori.
    kelompok pendatang terdiri atas orang bugis, makasar ( mayoritas ) dan para trasmigran dari jawa dan nusa tenggara. buto muna, dan toraja.
    dilihat dari sudut agamanya,kelompok tersebut dapat dibedakan islam dan kristen.islam dianut duku kaili, bugis,makasar, dan buton.dan kristen oleh suku pamora, mori ( toraja ). dan trasmigran menganut agama yang berbeda yaitu islam,kristen,dan hindu. dengan demikian diposo terdapat 2 kelompok besar yakni islam dan kristen.
    Kerusuhan di poso sebenarnya udah selesai pada akhir desember 1998. yang dipicu oleh sentimen agama. yang bermula dari penyerangan sekelompok pemuda krlsten terhadap beberapa remaja yang tengah menunggu waktu sahur. dan terjadilah konflik tersebut. dalam konflik ini juga ditunggangi oleh kepentingan politik, yakni dengan isu pemilihan bupati setempat. dan masyarakat poso menjadi tidak kondusif.
    ketegangan terus menyelimuti masyarakat poso. bulan april itahun 2000 juga terjadi kerusuhan yang sama. berawal dari perkelahia antar 2 agama bahkan pernah dilaporka oleh harian republika bahka ratusan santri dari pendopo pesantren walisongo didesa togolu, kecamatan lage, poso lenyap. diduga juga ada kaitanya dengan konflik ini yang sedang terjadi.
    3. Kerusuhan di Sambas
    Kerusuhan di sambas, Kalimantan Barat ini terjadi karena konflik antarsuku, yakni etnis madura Sambas. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1997. akan tetapi, kalau dirunut secara historis peristiwa kerusuhan semacam itu sudah sering terjadi sejak tahun 1962, 1963, 1964, 1968, 1972, 1983, 1997, hingga 1998.
    Kondisi sosial di sambas yg begitu heterogen memang sangat rawan utk terjadinya konflik sosial. penduduk di kabupaten sambas terdiri atas berbagai etnis, seperti melayu, dayak, jawa , bugis, sunda,batak, cina, banjar, ambon, minangkabau, dan madura. kondisi sosial inilahyg dpt melahirkan konflik.
    kerusuhan sambas yg terjadi pd thn 1998 sering dikenal dg peristiwa sambas. peristiwa sambas adl konflik antara etnis melayu sambas dg etnis madura. peristiwa kerusuhan ini sebenarnya berawal dari penganiayaan seortang madura bernama hasan karena tertangkap ketika hendak mencuri dirumah ahmad bin taju’in. hasan dipukuli kemudian diserahkan kpd polisi dan dirawat di puskesmas.esoknya, hasan dipulangkan kedesanya. hasan kemudian melaporkan pemukulan ini kpd anggota keluarga dan tetangganya. tanpa mengecek kebenaran laporqan hasan itu, orang2 madura berusaha menuntut balas.
    pd tg 19 januari 1999 bertepatan dg hr raya idul fitri sekitar 200 oarang madura menyerang penduduk desa parit setia. penyerangan ini mengakibatkan 3 orang melayu meninggal dan lainnya luka parah.
    utk meredam suasana, muspika mempertemukan para pemuka masyarakat dari kedua belah pihak utk berdamai. dlm perdamaian itu disepakati bahwa para pelaku penyerangan diadili sesuai dg ketentuan yg ada.ternyata kesepaksatan ini tdk brhsl dan bahkan dilanggarnya. orang2 madura yg meradsa lebih kuat kemudian meneror orang2 melayu sambas. bahkan orang2 madura membunuh seorang kernet dari masyarakat melayu. kerusuhan pun mulai berkecambuk.

    Simpulan materi

    * pemberontakan PKI pd th 1948 di madiun digerakan oleh FDR dan PKI dibwh pimpinan musso dan amir syarifuloh
    * gerakan FDR dan PKI initelah banyak membunuh tokoh agama dan PNI di daerah madiun an sekitarnya.
    * gerakan penumpoasan pemberonytakan PKI th 1948 itu dilakukan oleh TNI
    * gerakan DI/TII di jabar dilatarbelakangi oleh rasa tdk puas dg keputusan perjanjian yg mengharuskan TNI keluar dr daerah kantong dan masuk ke wilayah RI
    * pemerintah akhirnya dpt mengatasi setiap gerakan DI/TII yg akan mengganggu stabilitas nasional ind.
    * pd tg 1 okt 1965 dini hari gerakan pki mulai menculik dan membunuh beberapa pimpinan teras TNI/AD
    * G 30 s pki akhirnya dpt ditumpas oleh TNI dan semua kekuatan dan komponen bangsa yg lain dan setia kpd pancasila dan UUD 1945 sampai akhirnya PKI dibubarkan pd tgl 12 maret 1966
    * tragedi nasional yg mengganggu stabilitas nasional ternyata tdk hanya pemberontakan PKI th 1948, gerakan DI/TII dan juga G 30S PKI tapi juga terjadinya konflik2 antaragama dan antaretnis diberbagai daerah, seperti di maluku, poso, dan sambas, kalimantan barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s