Nasib Camat Ditentukan KTP

Batamcentre (BN)- Hingga empat bulan kedepan, camat se-Kota Batam diberi kesempatan untuk menyelesaikan persoalan KTP SIAK yang menumpuk. Walikota Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, tidak ingin mendengar lagi alas an terjadinya keterlambatan proses pembuatan KTP akibat rusaknya perangkat atau kurangnya tenaga. Pasalnya, sejauh ini masih banyak KTP yang menumpuk di kecamatan yang dikeluhkan masyarakat.
Jika perangkat kurang, computer, kata Ria, camat dapat mengajukan penambahan. Begitu juga jika tenaga kurang, maka dapat diberlakukan sistem lembur. Untuk menyelesaikan persoalan KTP ini, dua bulan pertama merupakan tahap awal dan itu lampu kuning bagi para camat. Dua bulan berikutnya, November-Desember merupakan lampu merah. Jika masih belum selesai, maka Pimpinan akan mengevaluasi kinerja para camat itu.
“Tadi saya tidak mau menanyakan berapa jumlah KTP yang menumpuk. Yang saya inginkan dua bulan ke depan sudah ada progres,” ungkap Ria usai menggelar pertemuan bersama camat, Asisten pemerintahan, bagian tata pemerintahan, dan Badan Komunikasi dan Informasi Kota Batam, Senin (25/8)
Ria ada alasan lagi terkait keterlambatan proses pembuatan KTP ini. Jika hal serupa terjadi, harusnya camat mencari solusi. Bukan berarti ia selaku Pimpinan tidak mau membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi camat tersebut. Dengan deadline yang diberikan, Ria berharap camat melakukan komunikasi dengan dirinya sebelum memasuki tahap lampu kuning.
“Kita ingin dua bulan pertama selesai dan tidak ada penumpukan lagi. Jika sudah memasuki bulan Desember maka siap-siap evaluasi kinerja,” tuturnya.
Dengan diluncurkannya Digital Island, camat juga diminta menyampaikan laporan laporan melalui email yang telah disiapkan oleh Badan Kominfo. Email itu dikirimkan kepada Wako, Wawako, Asisten Pemerintahan, Bagian Tapem dan Kominfo. Dari email yang dikirimkan masing-masing camat, akan diketahui perkembangan di lapangan. Di samping akan ada pantauan dari asisten pemerintah setiap harinya mengenai perkembangan proses pembuatan KTP di lapangan.
” Dalam waktu satu bulan camat juga harus membuat website. Meski pun kita menekan camat, bukan berarti kita tidak membantu mereka,” pungkasnya.

Dead line menyelesaikan proses pembuatan KTP yang menumpuk di kecamatan diberikan ke camat. Menurut Ria, bukan berarti dirinya melepaskan tanggungjawab. Untuk mendukung pembuatan KTP SIAK, soft ware yang dirancang kini pengerjaannya hampir rampung 55 persen. Diharapkan ini bisa membantu mempercepat pembuatan KTP.(deo)

3 thoughts on “Nasib Camat Ditentukan KTP

  1. Setuju Pak Ria saya sudah 1 bulan mengurus KTP tapi blm selesai juga bahkan dijanjikan tanggal 22 AUG sampai sekarang blm juga dan saya pernah ke camat berinisial DC bilang bahwa pak ria pernah menulis untuk pengurusan KTP paling lama 3 minggu (kalu saya tidak salah) dan DC mengatakan “itukan kata Pak Ria dia mana tau apa yang terjadi di lapangan (kecamatan red)” saya yakin kalau semua PNS disuatu kecamanatan bekerja dengan baik ditunjang dengan Support dan kontrol dari camat pasti KTP akan Beres dalam waktu singkat… untuk itu mhn pak ria memberikan kepercayaan kepada camat2 yang berkualitas agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik. hal ini juga pernah saya sampaikan kepada ajudan Bapak melalui telpon…

    Terima Kasih Pak Ria Semoga Bapak Selalu Sehat dan Dapat Menjalankan Tugas Dengan Sebaik-Baiknya

    Allahuakbarr….
    ————–
    Hi Hendra Januariansyah, Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimakasih atas kunjungan dan laporannya, Insya Allah kami terus berusaha untuk memperbaiki kondisi yang ada, mohon dukungannya selalu… kami sangat terbuka dengan masukan2 yg ada.

    Kami akan coba telusuri laporan yg dimaksud.

    Semoga dalam akhir tahun ini permasalahan2 ini akan dapat kami selesaikan.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. jangankan camat, lurah aja udah kaya… jangankan lurah, satpol aja udah kaya … yg mudah dipersulit… ah nasib nasib… kapan ktp bisa murah? minimal harganya dibawah 100rb. it’s oke la
    ———
    Hi Bang Binsar,
    Insya Allah dalam waktu dekat ini, atau akhir tahun 2008 ini kami akan menyelesaikan permasalahan-permasalaha ini.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  3. Mas Binsar, teman saya baru buat KTP. Dia tinggal di Tiban Bukit Asri, Tapi ditulis ‘Tiba Bukit ‘ saja. Kebetulan dia tulis dan ngeluh kalau sekarang dia tinggal di Tiban Bukit (yang) kurang Asri…..Oya, untuk Pak Ria, teman saya menyampaikan kompalinnya sebab sudah menunggu tiga bulan malah salah…
    ——-
    Mas Wewen, terimakasih atas laporannya.
    Perbaiki saja nanti saya kasih PIC nya biar sgr.

    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s