Ria Minta BI Berani Ambil Risiko

Rabu, 27-08-2008 | 00:14:05

BATAM, TRIBUN – Kendati meyakini Batam merupakan pusat industri galangan kapal terbesar di Tanah Air, namun pemerintah kota agaknya masih risau dengan geliat usaha yang berjalan selama ini. Pasalnya, dukungan pembiayaan perbankan lokal terhadap kegiatan industri kelautan masih sangat kecil, kalau tidak bisa disebut minim. Karena itu, melalui Bank Indonesia (BI), pemerintah mendorong perbankan berani ambil risiko membiayai kebutuhan industri kelautan.

Harapan itu disuarakan Ria Saptarika, Wakil Walikota Batam menjawab keinginan pelaku usaha perkapalan di Batam, agar kalangan perbankan lokal mulai melirik pembiayaan industri perkapalan, termasuk industri pendukungnya.

“Kita tentu akan upayakan langkah ke arah itu. Dengan menggandeng BI, kita ingin perbankan melakukan pembiayaan investasi industri kelautan di Batam,” ujar dia, saat membuka Marine Batam Expo 2008 di Pacific Palace Hotel, Selasa (26/8).

Lalu adakah insentif pemerintah kota bagi dunia perbankan, yang memungkinkan mereka leluasa melakukan pembiayaan sekaligus lebih berani mengambil risiko? Ria mengaku, meski belum ada kebijakan khusus soal itu dalam waktu dekat, namun dia mengingatkan potensi industri kelautan, khususnya galangan kapal di Batam yang besar, dan masih terus tumbuh. Potensi itu setidaknya lanjut dia, bisa menjadi pendorong kalangan perbankan lebih melonggarkan analisis kreditnya.

Apalagi penerapan kawasan perdagang khusus (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun sudah berada di depan mata. Senada dengan Ria, Asisten II Ekbang Setdaprov Kepri Noraida Mokhsen mengungkapkan, dengan adanya FTZ maka kemungkinan masuknya investasi juga kian besar. “Itu artinya ada peluang besar untuk melakukan pembiayaan,” sebut dia. Pemerintah sendiri lanjut dia, selain soal perizinan terkait investasi juga turut memikirkan kemungkinan adanya pembiayaan untuk kepentingan investasi, terutama yang bersifat pengembangan usaha. “Pemerintah juga memikirkan soal financing investasi yang ada,” terang dia.

Raja, Project Manager Marine Batam Expo (MBE) 2008 juga menyuarakan harapan serupa. Menurutnya, ajang ini bisa dimanfaatkan kalangan perbankan sebagai sarana menjalin kerjasama dan membuka peluang pembiayaan kredit usaha kelautan. Kesempatan ini juga bisa dimanfaatkan karena banyak hadir pelaku usaha asing selama pameran. Pasalnya, lanjut dia, pembiayaan sektor itu saat ini lagi digandrungi kalangan perbankan di luar negeri.

Tak hanya digandrungi, bahkan sebut dia kalangan perbankan di luar negeri juga menawarkan skema pembiayaan dengan bentuk kolateral yang terhitung sederhana.

Namun dia mengaku bisa memahami kalau kalangan perbankan lokal di Batam, atau di tanah air belum ada yang kepincut mendanai proyek-proyek kelautan.(wah)

2 thoughts on “Ria Minta BI Berani Ambil Risiko

  1. wah saya baru tau tuh pak Ria kalo batam adl industri galangan kapal terbesar di indonesia. Brarti potensi batam bisa dibilang ga maen2x nih. Tinggal keseriusan pemerintahnya aja spt dibilang pak Ria. Hebat pak.
    ———
    Hi Mas Tiggis
    Tentu, Kan namanya saja daerah kepulauan, tentu Potensi Kelautannya pasti besar dan Alhamdulillah saat ini dengan berdirinya Galangan-galangan Kapal tersebut maka makin membuat Batam maju selangkah lagi di bandingkan Daerah-daerah lainnya.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Jangan sampai malah membuat kasus BLBI II ya!!! Pemko Batam juga harus berbenah diri dan jangan buang-buang waktu. Selama ini urusan FTZ saja lambannya minta ampun dan tidak ada bukti nyata selain hanya menghabiskan uang dengan mengirim delegasi-delegasi Pemko ke Singapura hingga ke Shenzen. Tapi apa lacur, Batam cuma diisi ruko-ruko tak produktif. Mimpi boleh besar tapi harus tahu diri. Ubah semua sikap Pemko dan buang SDM yang tak bermutu!!! One stop service juga nggak layak. Kalau cuman expo-expo doank, lebih baik jualan kaki lima saja.
    ———–
    Pak Kolonel Pnb. Achmad Yasin yang saya hormati dan saya banggakan.
    Terimakasih atas kunjungan dan penyampaian buah pikiran yang menurut hemat saya banyak benarnya juga.

    Sebenarnya apa yg saya maksudkan BI harus berani tsb, beda dengan kasus BLBI tsb, maksudnya adalah selama ini karena kurangnya pengetahuan perusahan-perusahan Bank akan Bisnis perkapalan ini menjadikan mereka tidak mau ambil resiko untuk meminjamkan modal… namun pada kesempatan Marine Expo ini juga di laksunakan juga beberapa Conference dan Seminar, dan terntunya ini akan dapat membuka wawasan para per-bank-an, bila mereka mau ikut serta, walaupun alhamdulillah ada satu Bank Lokal yg ikutan yaitu Bank Mandiri.

    Mengenai masukan lain mengenai Pemko Batam baik berkenaan FTZ, OSS, Ruko & Dll, Insya Allah ini menjadi masukan dan pelajaran yang berharga buat kami.

    Demikian dan terimakasih atas perhatiuannya.
    Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s