Bengkel di Atas Parit

Bengkel di Atas Parit
Kamis, 28 Agustus 2008|05:25:53WIB

BATAM (BP) – Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika meminta pemilik bengkel di depan Kompleks Roma Sumatera, Jodoh segera membongkar bangunannya. Pasalnya, bangunan berisi mesin genset dan peralatan bengkel lain itu berada di atas parit.
Sebelumnya, warga sekitar tidak begitu mempermasalahkan hal ini, walaupun dari keterangan Dinas Tata Kota, bangunan ini tak berizin. Hanya saja setelah ada hanyutan tanah yang membuat lumpur di dalam parit, warga protes.
Sebab aliran tanah dari proyek pembangunan proyek perumahan dan apartemen PT Mega Wahana di daerah Seraya, mendangkalkan parit dan menyebabkan banjir.
Otorita Batam (OB) akhirnya turun tangan dengan membuatkan parit baru untuk aliran alternatif air.
Masalahnya kemudian, OB tidak bisa membangun batu miring di parit sebab terhalang bangunan bengkel berisi mesin genset tadi.
“Saya sudah terima laporan masyarakat sejak lama soal ini. Sesuai prosedur, kita akan lakukan penertiban,” ujar Ria di lokasi kemarin.
Meski begitu, ia masih memberi kesempatan pemilik membongkar sendiri bengkel tersebut sebelum pemerintah mengambil upaya persuasif. “Jika tidak ada juga tanda pemilik akan membongkar, akan dibongkar paksa,” katanya.
Selanjutnya Pemko Batam melalui Dinas Tata Kota akan memanggil pemilik bengkel, yang menurut keterangan Lurah Jodoh Abidun Pasaribu, masih tergabung dengan Hotel Bahari di dekatnya.
Ditambahkan Camat Batuampar Hendri, masalah lumpur ini sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Pihak perusahaan sudah dipanggil hearing namun tidak pernah datang.
“Alamat lengkap perusahaan itu pun tak jelas,” kata Hendri yang turut meninjau lokasi. (ary)

Advertisements

One thought on “Bengkel di Atas Parit

  1. Ass….
    sebelumnya saya mohon maaf pak wawa….agak menyimpang dari topik yang dibicarakan..saya ingin menanyakan knapa belum ada tindakan dari dinas perhubungan terhadap kegiatan juru parkir (petugasnya resmi atau tidak resmi) yang memungut uang titipan kendaan bermotor roda 2 sebesar Rp.5000,- per malam atau belum memakai karcis yg diterbitkan oleh Pemerintah. terus ada juga yang menarik uang parkir per bulan Rp.120.000,- padahal Perda parkir berlangganan belum diterbitkan..mohon pak tindakannyaa….maaf sebelumnya kalo ini menyimpang dari topik…wss
    ———
    Hi Pak Lam, Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimaksih atas kunjungan dan laporannya, agar kami bisa menindak lanjutinya, tolong beri sedikit data-data nya, seperti; Dimana anda jumpai hal tsb dan Siap pelakunya (kalau memungkinkan).
    Anda dapat meng email langsung pd saya.

    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s