Romantisme Antara Nyat dan PKS

Jumat, 29 Agustus 2008|09:59:04WIB
BATAM (BP) – Nyat Kadir, resmi menjadi kader baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pelantikan dan pengenalan mantan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepri ini dilakukan di hadapan pengurus dan kader PKS di Sekretariat DPW PKS di Ruko Permata Niaga Sukajadi, Kamis (28/8).
Pelantikan Nyat Kadir tersebut dihadiri langsung Ketua Bapilu DPP PKS M.Razikun, Ketua DPW PKS Kepri Wildan Hadi Purnomo, Ketua DPD PKS Batam Ricky Indrakari, Ketua Bapilu DPW PKS, Aris Hardi Halim dan Ketua Kekerabatan Keluarga Besar Melayu (KKBM) Maaz Ismail. Hadir pula, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam Syamsul Bahrum, Wakil Wali Kota Batam yang juga kader PKS Ria Saptarika, dan anggota DPRD Kota Batam dari PKS serta caleg dari PKS.
Nyat Kadir yang datang mengenakan pakaian Melayu warna putih tiba sekitar pukul 10.00 WIB.
Seperti lamaran pengantin, Nyat juga didampingi rombongan dan tukang pantun. Jual-beli pantun pun menyambut kedatangannya.
Bergabungnya Nyat Kadir ke PKS ditandai dengan pemasangan jaket PKS oleh M. Razikun. Nyat pun membalasnya dengan memasangkan tanjak di kepala M.Razikun. Selain mendapat jaket Nyat juga mendapat kartu anggota PKS.
“Mulai hari ini beliau bergabung dengan PKS. Bersama PKS, kita akan berjuang mewujudkan masyarakat madani. Itu adalah platform dan visi PKS,” ujar Ketua DPW PKS Kepri Wildan Yatim menyambut bergabungnya Nyat Kadir.
Sementara Nyat Kadir pada orasi politiknya banyak menyinggung alasannya mengundurkan diri dari PKB dan bergabung dengan PKS. Ia mengungkapkan, setelah pindah dari partai besar, seperti PKB ke PKS, banyak yang bertanya. Nyat pun mengaku sulit menjawabnya dalam waktu singkat.
“Satu tragedi buat saya. Dua tahun lalu saya dipercaya Lukman Edy (Sekjen PKB) untuk bergabung dengan PKB. Tapi hari ini, Lukman Edy pula yang mengeluarkan surat pembekuan Nyat Kadir,” kata Nyat memulai orasinya.
Nyat kemudian membeberkan kisruh yang terjadi pada partai lamanya. Kisruh yang terjadi itu, katanya, membuatnya kecewa. “Saya keluar dari PKB pada Agustus dan saya telah bersurat kepada Gus Dur,” ungkapnya.
Lalu apa yang membuat Nyat kemudian bergabung dengan PKS? Ia mengaku romantisme masa lalu. Ketika mencalonkan diri menjadi gubernur Kepri, katanya, PKS yang pertama meminangnya. Meski pinangan itu berpindah ke calon lainnya. Ketika menjadi Ketua PKB Kepri, lanjutnya, partai yang satu-satunya mengucapkan selamat kepadanya adalah PKS.
“Lalu Tifatul Sembiring, seorang ketua partai besar, datang ke rumah saya. Sowan ke rumah Nyat Kadir. Tiba lebaran, orang-orang PKS datang sowan,” bebernya.
Namun yang membuat ia lebih tertarik, lanjutnya, adanya kesamaan visi. Saat menjabat Wali Kota Batam, Nyat ingin mewujudkan Batam Bandar Dunia Madani. Setelah tidak menjadi Wali Kota, perjuangan itu ia teruskan melalui Nyat Centre. PKS pun demikian, memiliki visi mewujudkan masyarakat madani.
“Karena satu visi dengan saya, maka saya bergabung dengan PKS,”tegas Nyat yang disambut tepuk tangan hadirin.
Setelah bergabung dengan PKS, Nyat mengaku tidak akan jadi caleg. Soal caleg, akunya, dari dulu tidak mau. Berjubel partai meminangnya, katanya, namun ia tidak mau. “Mengabdi pada masyarakat tidak harus menjadi anggota Dewan,” katanya. (uma)

8 thoughts on “Romantisme Antara Nyat dan PKS

  1. Pak Ria… Hati hati lho sama Pak Nyat… perasaanku tak enak nech…. hehe he he he he b’canda aja lho
    ——–
    Terimaksih atas masukannya Bang Binsar.
    Insya Allah Aman!
    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. Pak Nyat pernah jadi calon gubernur bertarung dengan Pak Ismeth ketika pemilihan gubernur lalu. Pak Nyat deket dengan Bos Suryo makanya dia didukung oleh PDIP, dan saya pribadi saya tidak menyukai ketiganya (Nyat, Suryo dan PDIP)

    Bener kata mas Binsar, Extra hati-hati.
    ———
    Terimakasih atas perhatiannya…
    untuk yg satu ini saya no comment juga!🙂

  3. Emangnya musti hati2 kenapa Pak Pengamat dan Pak Binsar?…..Pak Pengamat dan Pak Binsar kenal Pak Nyat ?
    ——–
    No Comment!🙂

  4. Bunglon-Bunglon Politik makin mencekik, hati-hati makin tertakik.
    ————-
    Hi Pak Kolonel Pnb. Achmad Yasin, M.Sc, Terimaksih telah banyak memberikan masukan kepada sy selama ini.

    Insya Allah, di PKS kita menerapkan Pengajian Rutin pekanan kepada siapa saja yg merupakan Kader PKS, inillah yang selama ini menjadi mekanisme seleksi alami (Bahkan seleksi Rabbani) bagi seseorang yg masuk atau sudah berada di dalam keluarga besar PKS.

    Insya Alalah bila seseorang masuk karena lillahita’ala maka insya Allah langgeng, bila tidak maka sebaliknya.

    Terimaksih atas tausiahnya.
    Wassalam
    Ria

  5. Satu sikap dari Nyat Kadir yang harus di telaah dan pikirkan hati-hati. Namun mudah-mudahan kepindahan nyat kadir ke PKS, keluar dari hati nurani , bersama menegakkan amar ma’ru nahi mungkar, menjadikan kota BAtam menjadi sebuah bandar Madani . Amin,,,
    Seperti pendapat pendapat pak Binsar, Pak akhmad yasin,, tidak salahnya PKS mawas diri di samping legowo menerima kehadiran nyat kadir. Dimana-mana sekarang, orang-orang berebut mencari kuda tunggangan politiknya, partai-partai besar jadi incaran mereka-mereka yang haus kekuasaan, pangkat dan jabatan, Semoga Partai PKS yang di besarkan melaliu tarbiyah – tarbiyah terhindar dari kuda tunggangan para politikus..
    Selamat Bergabung kami ucapkan buat Bpk Nyat Kadir, semoga ALLAH SWT meridhoi langkah yang bpk Ambil..
    ———-
    Dear Pak Joni, Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimaksih atas perhatian dan kepedulian rekan-rekan sekalian… Insya Allah kalau PKS, sudah ikut mendeklarasikan berarti PKS juga siap untuk menerapkan Tarbiyah bagi Tokoh Kita Pak Nyat, dan Insya Allah beliau juga bersedia.

    Apalagi beliau seperti yg dituturkan sendiri oleh beliau, siap mengikuti penjenjangan PKS walaupun dari Bawah… karena pada posisi saat ini walaupun posisi beliau di PKS adalah terhormat, tapi bukanlah jalur Komando… (Komando dalam artian PKS adalah Siap memerintah dan siap di Perintah) Sami’na wa athokna.

    Namun, walaupun bukan jalur komando kami tentu dnegan senang hati juga menerima nasihat dari beliau sebagaimana salah satu selogan PKS “Hikhmatu Suyukh wa Hamasatu Sabab” … “Mengambil hikmah dan nasihat orang tua dan dengan semangat kerja anak muda”.

    Demikiam semoga bermanfaat.
    Thanks & Wassalam
    Ria

  6. Assalamua’laikum Wr, Wb
    Pa’ Ria…. Insya Allah Ijinkan saya untuk bergabung pada blog Bpk. ini, dan Insya Allah saya akan mengikuti segala informasi dan perkembangan yang ada di kota Batam yang terangkum dalam blog ini.
    Mohon maaf jika kapan-kapan nantinya saya ikut menyampaikan uneg-uneg atau semacam masukan-masukan atau bahkan sebuah keluhan, baik dari diri saya sendiri, maupun mewakili suara masyarakat disekitar saya, dengan satu tujuan tentunya, demi kemajuan kota Batam yang kita cintai ini.

    Terima Kasih…
    Wassalam…

    Muhammad Syarif Rangkayo Mole
    ———
    Hi Bang Muhammad Syarif, Assalammu’alaikum wrwb.
    Selamat datang di Weblog saya.
    Saya justru yg sangat senang dan berterimakasih atas partisipasi dan kepedulaian nya untuk bisa curhat dan menyampaikan uneg-uneg di Blog saya ini, Insya Allah sebisanya akan saya coba tanggapi.

    Apalagi demi Kota Batam yang kita cintai ini.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  7. saya sangat bangga dgn partai PKS. tolong jangan masukkan orang orang orde baru ke PKS. skrg PKS itu udah sangat dipercaya, kalo banyak kader baru yg mantan penguasa orde baru, ya nanti PKS bisa jadi tempat pelarian penjahat politk. hidup PKS…
    ———–
    Hi Jurtul, Terimakasih atas perhatian dan kepeduliannya pada “8 itu PKS”
    Tapi tdk usah khawatir Insya Allah PKS punya mekanisme kaderisasi yg baik untuk memfilter hal-hal yg di khawatirkan tsb.

    Thanks & Wassalam
    Ria

  8. Pa nyat bnyak gonta ganti partai bt memuluskan kekuasanya. Skrg nasdem.jd tak konsisten deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s