Tempat Mangkas Rambut Saya Sama dengan Wakil Walikota Batam (Berkunjung ke Blog tetangga…8)

Saya kadang sengaja menyediakan waktu untuk bertandang dan bersilaturahiem ke Weblog-weblog (Blog) para Blogger, Batam khususnya maupun Blogger diluar Batam.

Kadang saya menyempatkan diri untuk Chating manakala saya tahu admin atau owner Blog tersebut sedang Online…

Beberapa waktu yg lalu saya sempat chatting dengan Bung Ade Syahlan, dari perbincangan itu ternyata ada  kesamaan history dari kami… nah itulah salah satu berkah silaturahiem yang di sunnahkan Rasulullah SAW. Dapat memanjangkan umur dan memurahkan Rezqi…

Salah satu kesamaan history tersebut lihatlah posting beliau di Blognya atau silahkan baca dibawah ini:

Tempat Mangkas Rambut Saya Sama dengan Wakil Walikota Batam

Saya sudah ”janji” dengan Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika untuk bikin tulisan tentang pangkas rambut. Kebetulan, saya bisa tahu dimana dia memotong rambutnya. Karena saya juga pangkas di situ, Pangkas Rambut Denai, di perumahan Tiban Indah Permai atau biasa disebut Tiban BTN. Tak jauh dari kantor lurah Tiban Indah Permai.
”Sebelum jadi walikota pun, dia sudah pangkas di sini.” ujar bos Denai, yang kalau tak salah namanya Edy — maaf, saya segan nanya namanya.

(Tambahan Saya: Namanya Bang Dendy)

”Kalau sekarang, kadang bawa ajudan. Kadang datang sendiri.”

(Tambahan Saya: Kalau dengan ajudan biasa karena sekaligus mereka juga diajak cukur bersama…🙂

Semua orang yang baru datang ke sana, pasti akan selalu bertanya setelah melihat foto Ria tertampang di ruangan kios berukuran sekitar 3 x 4 meter itu. Foto Ria, kali ini berdampingan dengan foto-foto artis, termasuk Teuku Ryan, pemain sinetron yang kini mencoba jadi penyanyi itu.

Kursi pangkas ada tiga. Tapi, jangan menyangka kursi pangkas otomatis seperti di barbershop lain. Malah, dudukannya pakai kayu. Ada AC, tapi pagi tadi jam 10.45 WIB saya pangkas, tak hidup. Hanya kipas angin yang bekerja, mungkin karena tadi cuaca memang sudah dingin, karena Batam masih musim hujan. Bau WC — mirip bau jengkol — agak menggilitik hidung. Pintu belakang terbuka.

Baru kali ini saya pangkas — sudah sering saya pangkas di sini, karena hanya berjarak 300 meter dari rumah –, ada bau tak sedap itu. Bisa jadi, sekarang memang beda. Sekitar satu bulan lalu, tempat ini telah digusur. Dari semula sederet dengan kantor lurah, sekarang nyeberang ke depan lokasi lama. Lokasi di mana di belakangnya, sudah ada rumah penduduk.

”Pak Ria sudah tahu kalian mau digusur ini,” tanya saya sekitar dua hari sebelum digusur satpol PP bulan lalu. Tetangga mereka, bengkel motor telah membongkar sendiri yang diawasi satpol PP dan tim dari kepolisian dan tentara. Saat itu, rambut saya pun lagi dipotong.

”Sudah,” jawab si bos Denai.

Selanjutnya tak usah saya tuturkan penuturan lengkap. Yang pasti, Ria sudah menjelaskan alasannya kepada si tukang pangkas. Dan mereka pun maklum.

Nah, saat ”kebetulan” saya bisa chating dengan wakil walikota yang namanya mirip perempuan itu online, saya tanyakan soal tempat pangkasnya. ”Iya bung Ade. Sempat saya tunda itu malah setahun tak digusur.”

Saya sebagai warga Tiban, sebenarnya tak terlalu ”setuju” dengan gusuran tersebut. Karena, masih banyak tempat di Batam, yang lebih parah dari jalan depan kantor lurah Tiban Indah itu kios-kios liarnya. Tapi, daripada makin menjamur, sah-sah saja. Namun, kalau tidak ada juga penghijauan, atau pelebaran jalan yang diaspal, percuma juga, karena akan tumbuh lagi tuh kios liar.

Sekarang saja, bengkel-bengkel — yang sebenarnya lebih merusak pemandangan — bukan pangkas rambut atau penjual pulsa hp — tetap ”beraksi”. Memakai lokasi yang mundur ke belakang saja, meskipun mereka berada di bawah bahu jalan. Bisa jadi, jika ”sudah aman” mereka akan ”menarik” kiosnya ke depan lagi. He…he..

Setelah digusur ini, Pak Ria apa sudah ada pangkas lagi? ”Iya sudah pak. Dia kan tetap terus pangkas di sini.”

Sebuah jawaban yang yakin sekali. Lokasi pangkas ini juga tak jauh dari rumah pribadi Ria, sekitar 300 meter juga, tapi harus nyebrang jalan di persimpangan Princes. Rumah Ria terletak di Perumahan Mekar Sari, samping SPBU miliknya mantan wakil walikota lama, Asman Abnur.

Hmm…, saat saya tanya Pak Ria, apakah mencalonkan diri jadi Batam-1 nantinya. Jawaban beliau, menurut saya ”mengambang”. Tapi sama dengan saya, kalau ditanya — sayang saya belum sempat nanya — apakah akan tetap pangkas di Denai, meskipun nanti sudah jadi Walikota, saya rasa jawabannya tetap ”ya”. Sama dengan saya, karena selain cocok, dekat dengan dengan rumah, juga murah meriah, cuma 12 ribu perak. he..he…

Sumber: http://ade-syahlan.blogspot.com

5 thoughts on “Tempat Mangkas Rambut Saya Sama dengan Wakil Walikota Batam (Berkunjung ke Blog tetangga…8)

  1. saya baru tahu, wawako suka pangkas di tempat yang ada aroma jengkolnya. hehe…becanda Pak. Menurut saya, pangkas di tempat langganan, biar di pinggir parit, tetap asik. Di kan sudah paham keinginan kita. Di sisi lain, kalau kita bisa bantu mereka tukansg pangkas sederhana, kenapa tidak. Apalagi menolong itu sebaiknya dimulai dari yang terdekat. Tul nggak Pak?
    ——
    Betul banget tuh……… Tau aja!!!

    Thanks & Wassalam
    Ria

  2. membumi ya ga pak,🙂
    mereka sering curhat ga pak?? (curhat soal ekonomi, ttg batam ato apalah)

    titip salam buat ibu, semoga baik-baik saja dan semuanya lancar sampai harinya🙂. kabar-kabari ya pak

    Hemat pulsa, henpon matiin,
    Senin puasa, maap lahir batin

    salam
    liza
    http://www.keluarga-andriza.blogspot.com
    ——–
    H mba’ Liza, Assalammu’alaikum wrwb.
    Terimakasih atas kunjungan dan comment nya… sy sering mendapat cerita dari Istri bila mba’ Liza habis Blogwalking ke Blog Istri sy…🙂

    BTW: Memang sesekali berada dilingkungan masyarakat apa adanya merupakan refreshing juga mba’, sebab kadang keseharian kita sering dapat info ABS sih🙂

    Kadang masukan2 dari mereka itu banyak juga yg kita jadikan referensi.
    he he tapi sebenarnya ngak bauk-bauk amat sih…….. atau saya yg sudah biasa🙂

    Ok dech!
    Demikian dulu, Thanks & Wassalam
    Ria

  3. Assalammu’alaikum

    Marhaban Ya Ramadhan 1429H

    Selamat menunaikan ibadah puasa……

    Wassalammu’alaikum

    Donni
    http://donnirahmat.multiply.com
    ——–
    Hi Mas Donni, Assalammu’alaikum wrwb.
    Sama-sama, sy juga ingin menyampaika selamat menunaikan Ibadah Ramadahan…

    Kecubung batu dari Klimantan. Cantik disanding dgn Berlian. Berhubung Senin sdh Ramadhan. Salah & khilaf mhn dimaafkan.MARHABAN YA RAMADHAN..

    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s