Dukung FTZ, Singapura Buka Konsulat di Batam

Minggu, 31 Agustus 2008|00:01:08WIB

BATAM (BP) – Isu Singapura yang selama ini menghalang-halangi pengembangan Pulau Batam terbantahkan. Sebaliknya negeri Singa itu menginginkan Provinsi Kepri bisa berkembang lebih cepat lagi melalui jalinan kerja sama special economic zone (SEZ) dengan Indonesia.
Guna mendukung Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun, secara khusus negeri Singa itu bahkan akan membuka kantor konsulat di Batam.
Rencana tersebut dikemukakan Menteri Senior untuk Urusan Luar Negeri Singapura Balaji Sadasivan saat jamuan perayaan ulang tahun ke-42 kemerdekaan Singapura, Jumat (29/8) malam di Hotel Planet Holiday.
Ikut menghadiri perayaan, Dubes Singapura di Indonesia Ashok Mirpuri, Wagubkepri HM Sani, Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi, Konsul Singapura di Pekanbaru Raj Kumar, Ketua Otorita Batam Mustofa Widjaya, dan Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika. Nampak juga sejumlah pengusaha seperti Ketua Kadin Kepri Johannes Kennedy, Ketua Apindo Bintan Jamin Hidajat, serta GM Kawasan Industri Batamindo John Sulistiawan
Sadasivan berharap dengan pendirian kantor konsulat hubungan pemerintahan, perdagangan, kesehatan, kepariwisataan, dan antarwarga, bisa lebih ditingkatkan lagi. Terutama untuk mendukung pelaksanaan kerangka persetujuan kerja sama Singapura dan Indonesia dalam mengembangkan FTZ BBK.
Dalam kerangka kerja sama yang diteken di Batam tahun 2006 silam, baru-baru ini Menteri Perindustrian Singapura dan Menteri Perdagangan Indonesia sudah melakukan promosi bersama di Jepang mengenai peluang investasi di BBK.
Sejauh ini investasi Singapura di Indonesia mencapai 3,75 miliar dolar AS atau terbesar dari seluruh penanaman modal asing di negeri ini. Sedangkan untuk Batam diperkirkan 60 persen investasi swasta asing adalah milik investor asal Singapura.
Menjawab Batam Pos, Konsul Singapura Raj Kumar Rengaraju merincikan pembukaan kantor konsulat di Batam dijadwalkan tanggal 1 Desember 2008.
‘’Lokasi kantornya di Batam Centre,” ujar Rengaraju yang kemungkinan sekaligus akan duduk sebagai Konsul di Batam.
Menurut dia, kelak setelah pusat pemerintahan Provinsi Kepri di Dompak selesai, Singapura juga akan membuka konsulat di sana. ‘’Diperkirakan dua atau tiga tahun lagi,” jelasnya.
Selain alasan ekonomi, pembukaan konsulat di Batam karena warga Singapura yang berdiam di kota ini diperkirakan mencapai 1.000 orang. ‘’Warga Singapura di Batam terbesar kedua setelah Jakarta,” tambah Rangaraju. (arh)

Investasi Jadi Isu Utama RI-Malaysia
Sejumlah isu penting dibahas dalam pertemuan Eminent Persons Group (EPG) Indonesia-Malaysia yang berlangsung di Jakarta pada 29-30 Agustus 2008. Di antaranya masalah ekonomi, terutama mengenai investasi yang dilakukan kedua negara.
Anggota EPG asal Indonesia Musni Umar menyatakan, pembicaraan tentang investasi menyangkut soal minimnya pengusaha golongan menengah di Indonesia yang menanamkan modal di Malaysia.
”Malaysia khawatir, kalau hanya mereka yang investasi di Indonesia. Dengan peningkatan kelompok menengah Indonesia, mereka juga diharapkan melakukan investasi di Malaysia,” ujarnya di Jakarta kemarin (30/8).
Menurut Musni, kekhawatiran tersebut dikemukakan salah seorang anggota EPG dari Malaysia, yakni Tun Musa Hitam yang juga salah seorang petinggi Sime Derby Bhd. ”Masalah ekonomi menjadi perhatian serius yang dimasukkan menjadi program aksi,” lanjutnya.
Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Malaysia termasuk negara peringkat teratas yang mendapat persetujuan investasi. Malaysia menduduki peringkat keenam dengan jumlah proyek 1.381 untuk periode 1 Januari 1967 hingga 31 Desember 2007.
Idealnya, lanjut dia, pemerintah mengupayakan pengembangan kelompok menengah untuk menopang perekonomian nasional. Ketimpangan antara segelintir orang yang menguasai kelompok atas dan mayoritas yang berada di segmen bawah dikhawatirkan kedua negara.
Selain masalah ekonomi, EPG membahas hal-hal mendasar bagi kedua negara. Antara lain, sejarah, budaya, media massa, ketenagakerjaan, dan kepemudaan. ”Ada berita-berita yang sebenarnya tidak menjadi masalah kedua negara, tapi diberitakan di media. Kemudian direspons masyarakat. Ini menyangkut politik pemberitaan,” ungkapnya.
EPG Indonesia-Malaysia diresmikan pada 7 Juli 2008, sebagai hasil pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi di Putrajaya, Malaysia, 11 Januari 2008.
Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra menambahkan, satu hal penting yang harus disadari Indonesia-Malaysia adalah hubungan keduanya harus menguntungkan kedua belah pihak. ”Ini hipotesis saya bahwa kalau hubungan keduanya buruk, pasti ada negara yang diuntungkan. Karena itu, idealnya persoalan apa pun ditempatkan secara proporsional sehingga bisa dicarikan solusi yang menguntungkan kedua negara,” jelasnya.
Masalah klaim budaya yang dilakukan Malaysia diakuinya merupakan satu persoalan yang harus jadi prioritas. ”Ini masalah teknis. Contohnya, apakah Burung Kakaktua atau Rasa Sayange itu benar-benar kebudayaan mereka. Kemudian dalam suatu pameran saya sempat melihat, Malaysia mengklaim angklung adalah alat kesenian tradisional mereka,” lanjutnya.
Yusron menilai, persoalan-persoalan teknis itu bisa diselesaikan kedua belah pihak dengan baik selama tidak mengedepankan egoisme masing-masing. ”Indonesia harus memanfaatkan forum tersebut sebaik-baiknya,” katanya.
Direktur Hubungan Internasional CSIS Bantarto Bandoro mengatakan, apa pun hasil pertemuan EPG tidak akan efektif selama tidak didukung tindak lanjut masing-masing pemimpin kedua negara. ”Sifatnya tidak mengikat. Agar efektif, pemimpin kedua negara harus melaksanakan rekomendasi-rekomendasi tersebut,” tambahnya. (iw/oki/jpnn/arh)

One thought on “Dukung FTZ, Singapura Buka Konsulat di Batam

  1. Yth Pak Ria,

    Kalo PP 63 sudah dicabut nantinya, itu hanya akan menghilangkan Ppn dan PpnBM atau termasuk BM nya juga ? Dan apa hanya berlaku untuk barang modal (industri) atau termasuk barang konsumsi (masyarakat) ? Terima kasih. Salam.
    ————
    Hi Pak Lembong, Terimakasih atas kujungan dan commentnya.
    Insya Allah termasuk barang konsumtif kecuali yg memang terlarang oleh undang-undang.

    Demikian semoga bermanfaat.
    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s