Jangan Malu Kenakan Batik

Kamis, 04-09-2008 | 01:02:32

Image BATIK adalah busana eksotis asli Indonesia. Berani tampil beda dengan mencoba melahirkan busana modern tanpa meninggalkan budaya asli Indonesia. Rasanya batik menjadi alternatif menarik yang bisa dikenakan saat berlebaran.

Nilai tersebut diperkenalkan dalam Pameran Pesona Batik Expo 2008 yang berlangsung Exhibition Hall Atrium Barat Mega Mall Batam Centre yang dibuka, Rabu (3/9) kemarin.

Jajaran stand yang dikemas sederhana yang berdiri menampilkan, misalnya warna keemasan mulai dari model kemeja lengan panjang, lengan pendek, model jubah, dasi, sepatu, hingga songket, manik, dan souvenir lainnya.

Pameran tersebut dirancang oleh PT Avava Global Promotion Indonesia bekerja sama dengan Embargo Enterprise dan asosiasi perusahaan pameran Indonesia merangkul belasan UKM yang selama ini bergerak di bidang perdagangan batik. Batik-batik yang didatangkan memang berasal dari Jawa, seperti Pekalongan, Yogya, Solo, dan sebagainya.

Sekilas tidak ada yang istimewa dibanding batik yang dijual di beberapa pusat perbelanjaan di Batam. Namun, event tersebut sangat bermakna karena semakin memperkokoh keberadaan produk khas dari dalam negeri.

Adang Lucky, Direktur PT. Avava Global Promotion Indonesia mengatakan, dasar penyelenggaraan pameran tersebut sekaligus membesarkan keberadaan Batam sebagai kota MICE (meeting, inventive, convention, dan exhibition), sekaligus persiapan menyongsong Visit Batam 2010.

“Untuk itu kita menggalakkan kerja sama dan sambutan baik dari Kadin dengan UMKM binaannya, Batam Event, Dinas Pariwisata Kota Batam, dan sebagainya. Kita harap produk kita semakin dikenali dan tetap mencintai produk dalam negeri,” ujar Lucky.

Menurut dia, setidaknya pameran itu bisa menjadi ajang promosi untuk mengembangkan bisnis tekstil dan garmen di Indonesia serta mengangkat nama Indonesia dipasar dunia.

Dirasa tepat memilih Mega Mall yang berhadapan langsung dengan Pelabuhan Ferry International Batam Centre yang merupakan pintu masuk dari Singgapura dan Malaysia ke Batam. Ia menambahkan, setiap wisatawan bisa diperkenalkan dengan kekhasan fashion yang dimiliki Indonesia.

Ia tidak menjelaskan bagaimana targetnya ke depan. Namun pastinya, ada keinginan menarik pembeli, pemilik, pengusaha, dan perusahaan dari luar negeri, khususnya Singapura dan Malaysia.

Selanjutnya, kata Lucky, melalui pameran itu, bisa menjadi momen untuk mencari supplier dari Indonesia dan juga peluang memasuki pasar dunia yang terbuka ke depan. Dia yakin hal tersebut bisa diraih, karena Batam hanya berjarak sekitar 20 km dari Singapura, yang merupakan pusat bisnis tersibuk di kawasan ini sekaligus pintu keluar ke pasar internasional.

Tak hanya batik yang ditonjolkan dalam pameran tersebut. Tetapi juga dipajang berbagai aksesoris serta pertunjukkan seni dan hiburan, seperti fashion show dan lomba mewarnai.

Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika yang mengunjungi pameran tersebut menyatakan menyambut kegiatan itu. Dikatakan, pameran batik merupakan awal yang baik untuk menyosialisasikan betapa bermutunya produk batik Indonesia kepada masyarakat melalui kerja sama UMKM.

Hanya saja, meski ini produk dari luar Batam, diharapkan di Batam punya desainer batik tersendiri. “Ini akan berkembang lebih baik, setidaknya ini bisa jadi pilihan menarik. Kita saja sadar dengan memakai batik bisa menambah rasa nasionalisme. Jadi tak usah malu kenakan batik. Sekarang kualitasnya juga bagus-bagus,”ujar Ria yang berkeliling dari stand ke stand.

Orang nomor dua di Kota Batamm itu menegaskan bahwa kota ini sangat pantas sebagai destinasi wisata dan penyelenggaraan MICE. Karena kota industri ini memiliki hampir semua persyaratan untuk itu.
“Ini kesempatan bagus untuk promosi,” ujar Ria dan menambahkan, pameran batik di Batam bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan Visit Batam 2010 kepada wisatawan asing yang kebetulan berkunjung. (salomo tarigan)

5 thoughts on “Jangan Malu Kenakan Batik

  1. Yah memang ironis, masyarakat kita suka sama desain-desain luar bahkan yang ngapret-ngapret dan ndak sopan itu.
    Asal yang kalem dan ndak mencolok saya suka batik…
    ——–
    Setuju!!
    eh..tapi sebenarnya kalau batik biar warnanya mencolok juga kalem lho… namanya juga batik 🙂
    Ternyata Mas Silo juga senang sama Batik 🙂
    Thanks atas comment nya
    Wassalam
    Ria

  2. bah… orang batak aja banyak yg pake batik… lihat pesta pernikahan, banyak yg pake batik… batik itu udah biasa sama kita… bagus kan …
    ———
    Ya Iyya lah!!
    Batik kan cuma beda
    ‘a’ sama Batak… dan Batak kan Indonesia juga… wong negara lain aja ada yg nyeriusin!

    btw: Jurtul ini nama beneran apa ngak sih? kok kayak jaman belanda aja! 🙂

    Ok dech! terimakasih atas kubjungan & comment nya!

    Thanks & Wassalam
    Ria

  3. Pak, aku punya ide “gila” untuk mempopulerkan dan memasyarakatkan kembali batik.
    Gimana kalo seragam karyawan perusahaan di seluruh Batam diganti batik 🙂
    Coba Bapak dekati para pengusahanya, siapa tahu gayung bersambut, maka jadilah Batam kota Batik, he..he.. bersaing ama Pekalongan 🙂

    http://kejeblog.com/
    ———-
    Wah ini bener asli gila nya !!! he he 😀
    Thanks atas comment dan Ide gila nya! boleh juga tuh.

    Wassalam
    Ria

  4. Batik dengan cutting modern, seperti sekarang ini.. saya ???? banget lohh pak 🙂
    ————-
    Hi Mba’ Ryane.
    Selamat ya atas new domain nya!

    Thanks & Wassalam
    Ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s